Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Hah... Gianyar di Guncang "Bom"?

Hah... Gianyar di Guncang "Bom"?

Written By Dre@ming Post on Minggu, 20 Maret 2011 | 4:12:00 PM

Minggu 20 Maret 2011

GIANYAR - Rangkaian teror bom terus meluas sejak kali pertama terjadi Selasa lalu, di sejumlah daerah termasuk di Bali Dalam sehari saja pada Sabtu (19/3), di Gianyar Bali, Jakarta, Medan dan Jogjakarta, Tim Gegana Polri terpaksa meledakkan sejumlah paket misterius yang diduga bom. Satu diantaranya yang di Cempaka Putih Jakarta, dikabarkan positif paket bom.

Di Gianyar, sebuah bungkusan yang digembok di tiang listrik menggegerkan warga. Bungkusan kaping berbentuk kotak itu berukuran sekitar 40 cm x 40 cm x 25 cm dalam posisi tergembok di besi bekas tiang rambu lalulintas di Jalan Manik No 1A Gianyar. Benda ini ditemukan warga, Sabtu (19/3) sekitar pukul 11.00 wita, kemarin.

Tim Gegana Polda Bali yang turun ke lokasi belum bisa memastikan apakah bungkusan itu benar-benar bom atau hanya bungkusan pengecoh keamanan wilayah. Peristiwa menggegerkan ini bermula dari warga Jalan Kebo Iwa Gianyar, Haji Agus Salim, 54, yang secara tak sengaja melihat bungkusan itu. Dia kebetulan melintas ke Jalan Manik Gianyar, dari arah barat ke timur sekitar pukul 10.30 Wita. Posisinya dengan bungkusan itu sekitar 25 meter. Dia terkejut karena bungkusan itu sangat rapi dan bagian atasnya dirantai, dikunci dengan sebuah gembok besi.

Rantai itu terikat di besi bekas tiang rambu lalulintas di depan tebon Penginapan Pondok Wisata No 1A, Jalan Manik Gianyar itu. Untuk menjawab kecurigaannya, Salim langsung melaporkan temuannya itu ke Mapolres Gianyar. Kapolres Gianyar AKBP Heny Harsono melaporkan itu ke Polda Bali lanjut mohon bantuan Tim Jihandak Gegana Polda Bali.

Selang waktu menunggu Tim Gegana, Jalan Manik Gianyar baik dari arah barat dan timur langsung dijejali warga. Kondisi ini karena warga telah terbius informasi tentang paket-paket bom di Jawa yang meledak beberapa hari terakhir.

Salim mengatakan, dugaan kuatnya benda itu ada bom karena kemasannya rapi dan menaruhnya di bawah bekas tiang rambu lalu lintas, dan digembok. ‘’Kalau hanya barang tertinggal, tak mungkin pakai gembok segala,’’ ujarnya. Tim Gegana yang tiba di TKP sekitar pukul 12.30 wita langsung melakukan persiapan penjinakkan bungkusan itu. Salah seorang anggota tim langsung menjamah bungkusan itu dengan tongkat penjinak lanjut memotret isi bungkusan itu. Hasilnya, foto cetak langsung yang dihasilkan alat perangkat di TKP, terlihat bungkusan itu berisi kabel, tang, dan beberapa besi kecil. Selanjutnya bungkusan itu diledakkan, namun tak sampai hancur. Selanjutnya bekas ledakan itu diperiksa, hasilnya sama seperti pada foto isi bungkusan.

Petugas Tim Jihandak Gegana Polda Bali kepada Kapolres Gianyar AKBP Heny Harsono melaporkan, belum berani menyimpulkan dalam bungkusan itu ada bom atau tidak.’’Ini perlu penyidikan lebih lanjut di Labfor Polda Bali,’’ ujarnya. Tentang kemungkinan bungkusan rapi dan digembok itu sebagai sarana mengecoh atau menakut-nakuti polisi dan masyarakat, Heny tidak memberikan tanggapan. ‘’Yang penting masyarakat selalu waspada, dan laporkan jika ada benda atau tindakan yang mengundang kecurigaan,’’ ujarnya. Benda dan bungkusan yangs sudah diledakkan itu dibawa Tim Gegana ke Polda Bali.

Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan setelah diledakkan, paketan itu kemudian dibawa ke Mako Brimob untuk dilihat materi isi paketan didalam. “Setelah diteliti tim gegana isi paketan itu berisi gulungan kawat dan sebuah tang, paketan ini tidak mengandung unsur bahan peledak,” urainya, kemarin. Terkait apakah paketan tersebut sengaja dilakukan untuk aksi teror, pihaknya belum bisa memastikan. “Petugas tentunya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui motifnya,” tegasnya.  Pihaknya juga meminta kepada perusahaan jasa ekspedisi serta jasa cargo memakai alat metal detector untuk mengetahui paketan yang mencurigakan. Namun menurutnya, masyarakat harus tetap waspada terhadap segala bentuk terror yang belakangan marak terjadi. “Kita minta masyarakat untuk tetap waspada, jika melihat suatu yang mencurigakan segera melapor ke polisi,” katanya pada Sabtu (19/3). Menurutnya, kewaspadaan itu penting dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan. “Karena mencegah itu lebih baik,” imbuh mantan Kapolresta Balikpapan ini. Namun demikian, pihaknya juga meminta kepada masyarat untuk tidak phobia terhadap paketan yang diterimanya. Apalagi kata dia, tidak semua paketan itu berbahaya. “Jangan sampai berlebihan, namun kewaspadaan harus tetap dilakukan,” ulasnya. Sementara itu, Jumat lalu Polsek Denpasar Barat, juga melakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan disejumlah perusahaan ekspedisi. “Kita minta mereka untuk mengecek paketan-paketan, jika ada yang mencurigakan segera laporkan kepada kita,” kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Dewa Made Adnyana. Pun demikian, beberapa perusahaan ekspedisi kata dia juga sudah memakai beberapa peralatan pendeteksi seperti metal decector dan lainnya. “Kemarin sudah kita cek, ternyata sudah ada yang memakai alat deteksi,” ulasnya.

Sementara itu, benda yang diduga paket bom kemarin, berhasil diledakan Tim Gegana Polres Jakarta Pusat di kawasan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat. Paket bom itu diantarkan seseorang ke rumah mantan Kapolda Jabar Irjen Pol (Pur) Is Sukandar sekitar pukul 12.30 yang terletak di Cempaka Putih Tengah XXVIIB No D36. Paket diterima oleh pembantu yang langsung diserahkan kepada putri mantan Kapolda Jabar Ade Saskia. Menurut Gamal Imam Santoso, suami Ade Saskia paket yang dibungkus koran dilapisi plastik JNE itu, selain mencantum nama pengirim atas nama Aina, juga mencantumkan nomor telepon sang pengirim.

"Namun, ketika dihubungi nomor tersebut orang yang menjawab mengaku tidak kenal dengan Ade Saskia istri saya," katanya dilansir Antara. Setelah mendapat konfirmasi seperti itu, Imam yang mulai mencurigai paket itu langsung menaruh paket tersebut di teras rumah dan langsung menghubungi familinya yang kebetulan berprofesi sebagai polisi.

Tak berapa lama jajaran Polsek Cempaka Putih dan Tim Gegana datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan. "Saya menaruh paket itu sekitar pukul 12.45 WIB di teras lalu Tim Gegana melakukan pengecekan dan dari hasil deteksi terhadap paket itu ada rangkaian sirkuit bom," kata Imam.

Dia juga mengatakan bahwa paket itu dipastikan bom. "Iya itu bom, diberitahu sama Gegana tadi dan memang positif bom. Mereka minta izin untuk meledakkannya di sini," kata Imam dilansir detik.com. Gamal mengaku diperlihatkan X-ray-nya. "Dari X-ray itu ada bentuk rangkaian, ada benda yang diduga detonator dan kabel," ujarnya. Kapolsek Cempaka Putih Kompol Djoko DH mengatakan, pihaknya meledakan paket itu di teras rumah untuk menghindari risiko bom terlanjur meledak jika dibawa ke tempat lain. Setelah dilakukan pengamanan di sekitar teras, paket bom berukuran 30x15x5 itu pun diledakkan.

Sementara di Medan, Gegana juga meledakkan paket mencurigakan di Gereja Pentakosta Pusat Surabaya di Jalan Titi Papan, Gang Pembangunan Lingkungan XI, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah. Kiriman berupa bungkusan berwarna merah yang diletakkan di halaman Gereja Pentakosta Pusat Surabaya (GPPS), yang kemudian ditemukan tokoh di tempat ibadah itu, Pendeta David Silalahi. Menurut Pendeta David Silalahi, bungkusan mencurigakan itu ditemukan di sudut halaman gereja ketika akan melakukan pembersihan di tempat ibadah umat kristiani tersebut.

Karena merasa curiga, dia lalu menghubungi personel Polsekta Medan Baru yang selanjutnya menghubungi tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Satuan Brimob Polda Sumut. "Karena ada yang aneh dan mencurigakan, kami lapor pada polisi," katanya. Tim Jihandak Satuan Brimob Polda Sumut yang tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB berupaya mendeteksi bungkusan mencurigakan tersebut dengan alat deteksi. Karena masih merasa curiga, tim Jihandak Satuan Brimob Polda Sumut berupaya meledakkan bungkusan itu setelah memerintahkan masyarakat dan para wartawan menjauh. Setelah diledakkan, bungkusan mencurigakan tersebut ternyata diketahui hanya berisi lampu-lampu dan beberapa hiasan pohon natal. Untuk mengetahui kronologis tentang keberadaan bungkusan yang dianggap teror bom tersebut, pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi dari pengurus gereja GPPS.

Dari Jogjakarta dilaporkan, polisi meledakkan bungkusan mencurigakan yang ditemukan di teras sebuah rumah sekaligus bengkel di Jl Parangtritis Km 5,7, Sewon, Bantul, DIJ. Namun setelah diurai oleh Tim Gegana Brimob Polda DIY, ditemukan isi bungkusan itu adalah kain lusuh dan sebuah magic jar rusak.

Awalnya, kotak yang berbungkus kain itu ditaruh di teras rumah tersebut, Sabtu (19/3) sekitar pukul 06.00 WIB. Seketika itu juga pemilik rumah langsung melapor ke Polsek Sewon, yang kemudian laporan diteruskan ke Gegana Brimob Polda DIY. Tak lama kemudian, Gegana datang dan menguraikan bungkusan tersebut. "Saya tidak mau berspekulasi karena kita lihat dengan x-ray itu tidak tembus, kemudian kita putuskan diurai, diledakkan," kata Kapolda DIY Brigjen Pol Ondang Soetarsa. Usai diledakkan, tampak yang terceberai-berai adalah beberapa potong kain lusuh dan magic jar. Barang bukti tersebut kemudian dibawa ke Mako Brimob. Kapolda mengatakan, pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan benda mencurigakan yang disampaikan warga.

"Saya menyambut baik bila ada warga yang curiga terhadap benda-benda yang mencurigakan, terutama bukan yang mereka miliki. Yang kita lakukan sudah sesuai standar dan prosedur, meski hasilnya seperti yang Anda lihat (bukan bom-red)," ujar Kapolda.

Sekadar mereview, teror bom mencekam warga sejak sejumlah paket bom buku, beberapa diantaranya sampai meledak, dikirim kepada beberapa orang antara lain aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla, Gories Mere, Yapto Suryosumarno,hingga musisi Ahmad Dani sejak beberapa hari terakhir. Juga paket bom yang diletakkan di dekat sebuah rumah di Perumhanan Kota Wisata Cibubur meledak dan meresakan warga.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen