Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » "Belahan Bumi" akan Mencatat 9 Tari Bali Sebagai Warisan Dunia?

"Belahan Bumi" akan Mencatat 9 Tari Bali Sebagai Warisan Dunia?

Written By Dre@ming Post on Senin, 28 Maret 2011 | 6:05:00 PM

Senin, 28 Maret 2011 | 15:59 WIB

Tari Bali, Noken dan TMII ke Unesco

JAKARTA - Indonesia kembali mengusulkan tiga unsur budaya untuk dinominasikan ke Unesco di tahun 2011. Ketiga unsur budaya tersebut adalah Tari Tradisi Bali, Noken Papua, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Tahun-tahun lalu kita sudah mendaftarkan beberapa. Wayang, batik, keris, angklung sudah diakui. Setelah diakui kita tanggung jawab untuk lestarikan. Kalau hilang, bisa-bisa dicabut oleh Unesco," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada saat penandatangan berkas nominasi warisan budaya takbenda Unesco, Senin (28/3/2011).

Jero menuturkan tidak semua budaya bisa didaftarkan. Jika semua didaftarkan, lanjutnya, harus mengeluarkan ratusan miliar rupiah. Selain itu, pihak Unesco juga membatasi nominasi setiap negara.

"Mendaftarkan tiga saja betapa banyak yang kita libatkan, ribuan. Misalnya tari Bali ada 9 yang didaftarkan. Tari Bali itu ribuan tari. Ini saja sudah melibatkan 9 kabupaten, dari tiap kabupaten dipilih satu tarian," ungkapnya.

Hal lain yang diperlukan menurut Jero adalah pencarian dokumen. "Dokumen ini untuk membuktikan apa tari Bali memang dari Bali. Mereka tidak serta merta menerima. Mereka akan cek satu per satu," katanya. Karena itu, ia berharap mulai saat ini pendokumentasian pada budaya akan lebih baik.

"Selembar lontar saja sudah kuat. Seperti dulu saat pendaftaran angklung menggunakan dokumentasi dari lontar," kisahnya.

Sementara itu, tambah Jero, Noken yang merupakan kerajinan tangan khas Papua dipilih karena ada kekhawatiran jika tidak cepat diangkat ke permukaan, maka Noken bisa punah. Saat ini sudah tidak banyak orang yang bisa membuat Noken. Bahkan, di kota-kota besar di Papua jarang yang menjual Noken.

"Kita pilih Noken dari sekian banyak budaya di Papua. Mana yang kental di antara rakyat Papua. Ternyata Noken mengena, ada di semua kabupaten di Papua," ujar Jero. Sedangkan TMII, menurutnya, adalah warisan budaya Indonesia.

"TMII ini karya Ibu Tien. Waktu dibangun, banyak demo. Tapi sekarang jadi karya sejarah. Waktu 2004 saya jadi menteri, datang ke TMII dengan Presiden, GM TMII waktu itu sampai menangis karena akhirnya baru ada lagi Presiden yang datang. Janganlah kaitkan politik dan budaya," katanya.

Tari Tradisi Bali dinominasikan dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda (Representative List of Intangible Cultural Heritage). Noken atau kerajinan tangan masyarakat Papua sebagai nominasi Daftar yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak (Urgent Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Sedangkan, TMII sebagai nominasi Penciptaan Ruang Budaya untuk Pelindungan, Pengembangan, dan Pendidikan Warisan Budaya (Best Practices of Intangible Cultural Heritage).

"Best Practices yang sudah pernah kita dapat adalah Museum Batik di Pekalongan. Tari Saman juga masuk dalam nominasi Urgent Safeguarding, tahun ini pengumumannya. Tari Saman dari ujung barat dan sekarang kita daftarkan Noken dari ujung timur," kata Jero.

Dengan masuknya unsur budaya Indonesia ke Unesco, menurut Jero, akan memberikan beberapa fungsi, seperti pengakuan dunia akan budaya Indonesia serta pengingatan kembali bagi diri sendiri untuk pelestarian. Dari segi pariwisata, unsur budaya yang masuk Best Practices tentu akan dipromosikan oleh Unesco ke seluruh dunia. 

9 Tari Bali untuk Warisan Dunia

JAKARTA - Bali memiliki ribuan Tari Bali. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengusulkan Tari Tradisi Bali ke UNESCO yang terdiri dari 9 tari Bali dari 9 kabupaten di Bali. I Wayan Dibia dari Komunitas Tari Bali mengatakan pemilihan 9 tari ini berdasarkan apa yang menjadi keunikan dari setiap kabupaten di Bali. Ia menjadi salah satu yang berada di balik tim penyusunan berkas nominasi Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

"Kita identifikasi masing-masing daerah yang sembilan itu, yang jadi unggulan mereka. Setelah kita lihat ada misalnya keunggulan yang sama. Ada yang mengunggulkan tari topeng di dua kabupaten, kita pilih satu. Jadi, kita pilih karena unggul dan masih merupakan ciri khas dari daerah itu," jelas Dibia  pada saat penandatangan berkas nominasi warisan budaya takbenda UNESCO, di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (28/3/2011). Dibia memberi contoh seperti Gambuh ada di Gianyar dan Denpasar. Tetapi akhirnya dipilih Gambuh asal Gianyar.

"Kita pilih Gianyar karena kebetulan seka yang masih aktif itu di Gianyar," ungkapnya. Seka merupakan organisasi khas Bali. Sementara itu, Dibia menjelaskan Wayang Wong dipilih dari daerah Buleleng karena di daerah lain kesenian ini sudah mulai redup.

"Di buleleng masih kuat dan betul-betul masih tradisional," katanya. Ia menambahkan banyak seka kesenian yang mendapat kunjungan wisatawan asing maupun domestik. Mereka umumnya melakukan pertunjukan di pura dan juga pertunjukan turistik. Misalnya, Gambuh di Gianyar biasa melakukan pertunjukan untuk wisatawan dua kali dalam sebulan.

Menbudpar Jero Wacik sebelumnya menjelaskan untuk pendaftaran sembilan tari Bali saja melibatkan sembilan kabupaten. Jadi, setiap kabupaten dipilih satu tarian. Ia menuturkan sulit untuk mendaftarkan semua budaya yang ada di Indonesia. Jika semua didaftarkan, lanjutnya, harus mengeluarkan ratusan milyar rupiah. Selain itu, pihak UNESCO juga membatasi nominasi setiap negara.

Tari Tradisi Bali dinominasikan dalam Daftar Representatif Budaya Takbenda (Representative List of Intangible Cultural Heritage). Noken atau kerajinan tangan masyarakat Papua sebagai nominasi Daftar yang Membutuhkan Perlindungan Mendesak (Urgent Safeguarding of Intangible Cultural Heritage). Sedangkan, TMII sebagai nominasi Penciptaan Ruang Budaya untuk Pelindungan, Pengembangan, dan Pendidikan Warisan Budaya (Best Practices of Intangible Cultural Heritage).

"Nominasi ini akan menjadi stimulasi positif untuk komunitas tari bali, terutama yang masih aktif," kata Dibia.


sumber : Kompas
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita Hembusan asap berwarna putih dan kelabu ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen