Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Bule Naik Padmasana di Besakih Diperkirakan Saat Gunung Agung Berstatus Awas

Bule Naik Padmasana di Besakih Diperkirakan Saat Gunung Agung Berstatus Awas

Written By Dre@ming Post on Kamis, 19 April 2018 | 8:31:00 AM

Seorang bule nampak duduk di padmasana Pura Gelap Besakih, Karangasem
AMLAPURA- Video seorang wisatawan asing naik ke Padmasana Pura Gelap di Besakih viral di media sosial.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengaku kaget dengan adanya video yang telah dibagikan oleh ratusan orang itu.

Ia menduga, si bule beraksi saat status Gunung Agung level IV (awas).

Diperkirakan antara September-November, setelah tak ada aktivitas di sekitar Besakih.

"Kalau mau cari sensasi nggak usaha seperti ini. Perkiraan saya si bule beraksi saat Gunung Agung berstatus awas, ketika kondisi masih gawat. Setelah ada imbauan Pura Besakih ditutup sementara. Mungkin si bule masuk diam-diam," jelasnya.

Setelah status Gunung Agung mulai membaik area Pura Besakih tetap dijaga pecalang.

Kecil kemungkinan para tamu melakukan hal melanggar aturan.

Jangankan naik ke Padmasana masuk ke sekitar Pura dilarang. Dan dikeenakan sanksi adat.

Dalam pararem (aturan) Desa Adat sudah diatur.

Bule yang hendak masuk harus mengunakan pakaian adat.

Tidak boleh masuk ke area pura, apalagi melakukan tindakan diluar norma.

Wisatawan mancanegara juga harus didampingi guide lokal.

Seandainya pararem tersebut dilanggar, si bule dan guide yang mengantar akan dikenai sanksi.

Sanksi awal berupa naseehat dan surat teguran.

Seandainya sering dilakukan akkan dikenai sanksi adat.

Perarem ini diterapkn sejak Februari 2018.

"Saat beli tiket masuk, biasanya petugas menanyakan kepentingan tamu. Makanya dari pengelola menugaskan guide lokal untuk mendampinginya. Kalau hari biasa penjagaan di Besakih ketat. Kemungkinan itu dilakukan saat Besakih tutup," tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal seperti di video terjadi, Jro Mangku Widiarta akan menugaskan 44 pecalang Desa Adat berjaga sekitar areal Pura.

Setiap pecalang akan ditempatkan sekitar Pura.

Pihaknya berharap tak ada lagi kejadian seperti ini.

Jro Mangku Widiarta berencana merapatkan kasus tersebut dengan prajuru desa.

Kemungkinan dari desa akan menggelar guru piduka di Pura Gelap Besakih.

"Besok (19/4/2018) malam kita rapatkan. Kemungkinan kita mengelar guru piduka," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua PHDI Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan bahwa larangan tamu masuk ke dalam pura sebenarnya sudah ada sejak dulu.

Akan tetapi hal tersebut kurang ditanggapi secara serius.

Sebelum mulai menjawab konfirmasi, ia bahkan menarik nafas panjang.

Setelah itu barulah dirinya memberikan tanggapan.

"Itu dah kalau kita berikan tamu masuk ke pura pasti akan ada kejadian seperti ini. Kan dari dulu kita sudah mengimbau jangan dikasi tamu masuk ke pura, sampai kita PHDI berkelahi dengan guidenya waktu itu di Besakih," kata Sudiana ketika dihubungi Rabu (18/4/2018) siang.

Ia menambahkan, jika tamu diberikan masuk ke pura pasti akan ada kejadian yang disengaja maupun tidak yang menodai kesucian pura.

"Kita Parisadha sampai berbusa mengimbau, bahkan pemerintah juga sudah. Jangan dikasi masuk pura kalau bukan untuk sembahyang. Kalau di luar negeri motret pura dari dalam aja tidak boleh," imbuhnya.

Sudiana mengatakan, di Besakih seakan ada pembiaran tamu masuk pura.

Akan tetapi saat dirinya di sana, tak ada yang berani mengajak tamu masuk ke dalam pura.

Ketika dirinya sudah pergi tamunya diberikan masuk ke dalam pura.

"Nah sekarang kalau sudah ada kejadian seperti ini siapa yang disalahkan? Mau mereka yang jadi guide bertanggung jawab? Kan yang bertanggung jawab akhirnya pengempon pura yang akan capek," katanya.

Akan tetapi dirinya berharap agar Umat Hindu tidak mudah emosi menanggapi hal ini.

"Atas kejadian ini saya mohon Umat Hindu tidak terpancing emosinya. Siapa tahu ini rekayasa dari media. Kan sekarang gampang merekayasa. Kalau terpancing emosinya, kita akan dibuat capek seperti ini terus," pintanya.

Minta Maaf

Sebuah akun Instagram @bernatporelmundo menunggah sebuah video permintaan maaf kepada umat Hindu Bali.

Dirinya mengaku naik di padmasana karena tidak mengetahui adanya larangan.









sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Siapkan Payung Hukum, Balian Bersertifikat Akan Didata, Koster: “Ke depan, Bali Bisa Saingi Tiongkok”

Direktur Produksi dan Distribusi Ditjen Kefarmasian & Alkes Kemenkes, Agusdini Banun Saptaningsih (kiri), dan Bupati Bangli Made Gia...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen