Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Sinar Api Indikasikan Lava Panas di Permukaan Kawah Terus Bertambah

Sinar Api Indikasikan Lava Panas di Permukaan Kawah Terus Bertambah

Written By Dre@ming Post on Rabu, 06 Desember 2017 | 7:51:00 AM

Gunung Agung semburkan asap setinggi 2.000 meter, Selasa (5/12/2017) malam. (kiri). Glow atau sinar api kembali terlihat jelas dari Pos Pantau Gunung Api di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (5/12/2017) malam. (kanan)
Sinar Api di Kawah Gunung Agung Terlihat Jelas Malam Ini, Begini Penjelasan PVMBG

AMLAPURA - Glow atau sinar api kembali terlihat jelas dari Pos Pantau Gunung Api di Desa/Kecamatan Rendang, Karangasem, Rabu (5/12/2017) malam.

Beberapa hari sebelumnya, glow atau sinar api berwarna merah tersebut terlihat tak seterang malam ini.

Hal tersebut mengindikasikan masih adanya energi termal, atau panas dari lava yang saat ini telah memenuhi sepertiga kawah Gunung Agung.

Panas dari lava di dalam kawah sekitar 900 sampai 1300 derajat celcius, jika baru berada dipermukaan.

Sementara akan mendingin menjadi sekitar 700 derajat celcius setelah berinteraksi dengan udara di sekiarnya.

"Glow atau cahaya sinar api ini mengindikasikan jika adanya lava yang panas di permukaan kawah. Lava ini terus bertambah ke permukaan kawah, walau pertumbuhannya untuk memenuhi kawah itu melambat dalam dua hari terakhir," jelas Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana.

Berdasarkan pantauan tim PVMBG periode Rabu (5/12/2017), Gunung Agung masih berstatus awas (Level IV), walaupun secara visual Gunung Agung tampak masih tenang seperti sehari sebelumnya.

Devy menjelaskan, secara visual Gunung Agung masih menghembuskan gas tipis berwarna putih dengan tinggi sekitar 500 sampai 1000 meter dari puncak kawah.

Namun, memasuki pukul 08.48 Wita, ketinggian asap meningkat sampai 1500 meter dan berangsur-angsur berkurang.

Asap putih ini pun masih dominan uap air.

Selain itu, gempa vulkanik dan low frekuensi juga masih terekam, yang menandakan masih ada influsi lava ke permukaam kawah Gunung Agung.

"Meskipun asap ini berwarna putih, hasil pengecekan asap ini masih mengandung gas magmatik SO2. Ini artinya dibawah kawah masih ada aktivitas magmatiknya," jelas Devy.

Hasil pengukuran terakhir, kandungan gas SO2 di sekitar kawah Gunung Agung masih 1300 ton sehari.

Hasil satelit terakhir juga masih menunjukan jika masih ada pengisian lava menuju permukaan, namun dengan laju yang melambat.

Pihak PVMBG mengestimasi, dari tanggal 30 November lalu, penambahan lava di dalam kawah hanya sekitar 10 meter dari total tinggi kawah yang mencapai 200 meter.

Devy juga mulai mengamati adanya perbedaan fase erupsi gunung Agung saat ini, jika dibandingkan dengan tahun 1963.

Pada tahun 1963, aktivitas lava cenderung cepat memenuhi kawah, dan keluar guguran lava serta awan panas sehari setelah letusan pertama.

Berbeda dengan sekarang, yang pemenuhan lava dalam kawah cenderung fluktuatif dan mulai melambat.

"Mungkin karena dulu kawahnya masih dangkal dan kecil. Saat ini kondisi fisik kawah kan sudah berbeda, pasca erupsi tahun 1963. Pada intinya sejarah letusan sebelumnya, tetap kita gunakan dasar untuk mempelajari fase letusan saat ini. Secara umum fasenya memang mirib, cuma rentang waktu lava dalam memenuhi kawah ini yang ada perbedaan," jelasnya.

Sekitar pukul Pukul 14:41-14:59 Wita dan Pukul 16:26-16:50 Wita, alat seismograf PVMBG kembali merekam tremor overscale.

Tremor overscale tersebut merupakan kali ke-5 dan ke-6 setelah Gunung Agung mengalami krisis.

Gunung Agung Semburkan Asap Setinggi 2.000 Meter di Atas Kawah

Aktivitas Gunung Agung nampak relatif tinggi, Selasa (5/12/2017) malam.

Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Agung kembali menyemburkan asap setinggi 2.000 meter di atas kawah.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana membenarkan fenomena tersebut.

Ia mengatakan, kepulan asap malam ini terpantau lebih tinggi dari sebelumnya.

Semburan asap tersebut didahului dengan glow atau sinar api yang terlihat jelas di kawah Gunung Agung, Rabu (5/12/2017) malam.

Deretan Fakta Gunung Agung Sebelum Semburkan Asap Setinggi 2.000 Meter Malam Ini

Sempat terlihat tenang secara visual beberapa hari sebelumnya, Gunung Agung kembali menyemburkan asap setinggi 2.000 meter di atas kawah, Selasa (5/12/2017) malam.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana membenarkan fenomena tersebut.

Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Agung kembali menyemburkan asap setinggi 2.000 meter di atas kawah.

Fenomena semburan asap Gunung Agung malam ini didahului beberapa fakta ini:

1. Semburan asap tersebut didahului dengan glow atau sinar api yang terlihat jelas di kawah Gunung Agung, Rabu (5/12/2017) malam.

Fenomena ini mengindikasikan masih adanya energi termal, atau panas dari lava yang saat ini telah memenuhi sepertiga kawah Gunung Agung.

"Glow atau cahaya sinar api ini mengindikasikan jika adanya lava yang panas di permukaan kawah. Lava ini terus bertambah ke permukaan kawah, walau pertumbuhannya untuk memenuhi kawah itu melambat dalam dua hari terakhir," jelas Devy.

2. Panas dari lava di dalam kawah sekitar 900 sampai 1300 derajat celcius, jika baru berada dipermukaan. Sementara akan mendingin menjadi sekitar 700 derajat celcius setelah berinteraksi dengan udara di sekiarnya.

3. Gempa vulkanik dan low frekuensi juga masih terekam, yang menandakan masih ada influsi lava ke permukaam kawah Gunung Agung.

4. Hasil pengukuran terakhir PVMBG, kandungan gas SO2 di sekitar kawah Gunung Agung masih 1300 ton sehari.

5. Pantauan satelit terakhir menunjukan jika masih ada pengisian lava menuju permukaan, namun dengan laju yang melambat.

6. Sekitar pukul Pukul 14:41-14:59 Wita dan Pukul 16:26-16:50 Wita, alat seismograf PVMBG kembali merekam tremor overscale.

Tremor overscale tersebut merupakan kali ke-5 dan ke-6 setelah Gunung Agung mengalami krisis.






sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen