Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

PVMBG Belum Pastikan Penurunan Status, GA Masih Alami Erupsi

Written By Dre@ming Post on Minggu, 17 Desember 2017 | 9:03:00 PM

Visual gunung agung dari desa Suwat Gianyar sabtu(16/12) pada pukul 6.00 dan pukul 7.30 wita
Hembusan asap berwarna putih dan kelabu masih tampak jelas keluar dari kawah Gunung Agung (GA), Sabtu (16/12/2017).

Kondisi ini menunjukkan Gunung Agung masih terus mengalami erupsi magmatik efusif.

PVMBG memprediksi, dari segi volume lava tidak ada perubahan yang signifikan.

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatakan, kemungkinan kecil lava dapat memenuhi kawah dalam waktu yang singkat jika laju pertambahannya masih seperti sekarang.

Ia mengungkapkan, laju pertambahan lava terbesar terjadi pada periode 25-30 November 2017.

Saat itu, dalam tempo 5 hari lava yang keluar sekitar 20 juta meter kubik atau sekitar sepertiga dari volume kawah.

Setelah itu pertambahannya melambat.

Devy menjelaskan, saat ini erupsi efusif maupun hembusan dan emisi asap masih terjadi.

Artinya, masih ada tekanan di dalam tubuh Gunung Agung.

Tekanan itu ada saat terdapat akumulasi gas magmatic.

Oleh karena itu, PVMBG melakukan pengukuran kadar gas dengan MultiGAS (dengan Drone) maupun melalui DOAS scanner (di darat).

“Untuk mengetahui evolusi konsentrasi gas magmatik terhadap waktu, apakah cenderung menurun, cenderung tetap (fluktuasi), atau cenderung naik,” jelas Devy.

Sebelumnya, pada tanggal 13 hingga 15 Desember, PVMBG telah melakukan pengambilan sampel gas di sekitar kawah gunung Agung dengan menggunakan pesawat tanpa awak (drone).

Pengambilan sampel difokuskan untuk mendeteksi gas magmatik seperti So2 ,Co2 dan H2O

Setelah dilakukan analisis, hasil dari pemeriksaan sampel gas tersebut, menunjukan gas So2 (sulfur dioksida) di sekitar kawah gunung Agung saat ini jumlahnya menurun drastis dibandingkan periode sebelumnya.

Saat ini, rata-rata dalam sehari produksi gas So2 di sekitar kawah gunung Agung mencapai 40 sampai 200 ton perharinya.

Jumlah ini jauh menurun jika dibandingkan periode 25 sampai 29 November yang mencapai 5000 ton per harinya.

Ketika ditanya, apakah penurunan kadar So2 itu akan membuat PVMBG mengambil keputusan penurunan status terhadap aktivitas vulkanik gunung Agung?

Pihak PVMBG belum dapat memastikan hal tersebut.

Pihaknya belum bisa melakukan evaluasi status, karena gunung Agung hingga saat ini terus mengalami erupsi.






sumber : tribun
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Benda Purbakala Unik Berisi Serpihan Tulang dan Alat Mirip Kapak Di Temukan Di Bangli

Warga melihat sarkofagus yang ditemukan Nengah Lodra di Subak Dugul, Banjar Selat Peken, Desa Selat, Susut, Selasa (14/8). Sarkofagus yan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen