Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Rekahan Disebabkan Erupsi dan Gempa Tremor Bertambah

Rekahan Disebabkan Erupsi dan Gempa Tremor Bertambah

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 25 November 2017 | 8:59:00 AM

Dari hasil video yang diperoleh melalui drone AI 450 milik Aero Terrascan mengambarkan, di tengah kawah Gunung Agung nampak lubang dan mengeluarkan asap putih.
AMLAPURA- Bentuk Kawah Gunung Agung mengalami perubahan setelah mengalami erupsi freaktif, Selasa (21/11/2017).

Dari hasil video yang diperoleh melalui drone AI 450 milik Aero Terrascan mengambarkan, di tengah kawah Gunung Agung nampak lubang dan mengeluarkan asap putih.

Rekahan yang disebabkan erupsi, dan gempa tremor bertambah.

Flight Direktor Aero Terrascan Bandung, Feri Ametia Pratama menjelaskan, melalui rekaman gambar yang diabadikan melalui drone AI 450 terlihat ada lubang di tengah kawah.

Apa maksudnya? belum diketahui sampai saat ini.

Diameter lubang hingga kini belum diketahui.

"Memang terlihat ada lubang besar tadi pagi. Lubang itu baru terlihat tadi pagi. Dari pemantauan sebelumnya, drone tidak sampai merekam ada lubang besar tepat di tengah kawah. Paling cuma merekam rekahan mengeluarkan asap," kata Feri Ametia.

Staff Geokimia PVMBG, Ugan Saing mengakui adanya lubang ditengah kawah dengan mengeluarkan asap itu.

Sebelumnya, saat erupsi tanggal 21 November 2017, lubang tersebut belum ada.

Kemungkinan lubang tersebut ada setelah erupsi.

Dalam waktu dekat lubang tersebut akan diukur sesuai peta yang ditentukan PVMBG.

Terbentuknya lubang di tengah kawah menandakan erupsi kemarin mampu membongkar bagian dasar tengah kawah, sehingga membentuk lubang seperti sekarang.

Lubang ditengah kawah adalah temuan baru.

Temuan ini bisa dijadikan rujukan untuk tentukan status Gunung Agung selanjutnya.

"Berarti saat sudah ada dua lubang besar sekitar kawah Gunung Agung. Pertama di dinding kawah bagian timur, dan kedua di tengah kawah Gunung Agung," kata Ugan Saing saat ditemui di Lapangan Selat, Desa/Kecamatan Selat.


Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Berapi, Devy Kamil Syahbana, menyatakan ada berapa temuan baru yang diperoleh tim drone Aero Terrascan, kemarin siang.

Dilihat dari warnanya, hamparan abu erupsi yang tersiram hujan warnanya abu-abu.

Lubang di tengah yang berasap kemungkinan lubang erupsi Selasa lalu.

Saat gunung normal, lubang ini tidak ada dan hanya berupa tumpukan pasir.

Saat krisis kegempaan, lubang di tengah ini mulai berasap.

Selanjutnya saat erupsi membentuk lubang dengan diameter sekitar 60 meter.

"Jadi jelas ini erupsi ya, karena sudah ada material abu," kata Devy menegaskan.

Sampel abu erupsi sudah dikumpulkan Tim PVMBG dan telah dikirim ke BPPTKG Yogyakarta dan ke Bandung untuk dianalisis kandungan partikel abunya.

Apakah ada material magma baru (juvenile) atau tidak.

Seandainya ada, maka erupsi tersebut bernama erupsi freato-magmatik.

Jika juvenile tidak signifikan maka erupsi kemarin bernama erupsi freatik.

Perlu diingat, kata Devy, driving-force dari erupsi freatik adalah steam (uap) dari magma yang berinteraksi dengan air bawah permukaan pada reservoir atau pada sistem hidrothermal.

Hujan bukan pemicu utama erupsi, tapi hanya menambah volume air.

"Kalau memang hujan pemicu erupsi, seharusnya tiap musim hujan banyak gunung yang erupsi," imbuhnya.

Adapun aktivitas kegempaan vulkanik terus alami penurunan.

Hingga berita ini ditulis, seismograf belum merekam adanya gempa tremor.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, I Gede Suantika, menyatakan aktivitas kegempaan vulkanik bahkan menurun drastis.

Walaupun gempa alami penurunan, tapi lubang solfatara tambah besar.

Kepulan asap putih tipis sangat tebal. Tekanan agak lemah masih berlangsung.

Dari sisi kegempaan direkam seismograf pasca erupsi hingga saat ini, gempa harmonik yang menandakan ada aliran fluida tak tercatat di seismograf.

"Berbeda dengan dua jam pasca erupsi. Banyak sekali gempa tremor. Kita baca itu sebagai sisa-sisa aliran gas dari bawah ke atas," jelas Suantika.

Walaupun kegempaan mengalami penurunan, warga diminta untuk tetap waspada.

Karena tak menutup kemungkinan magma sedang mengumpulkan energi di bawah agar bisa menerobos ke permukaan.

PVMBG sendiri tidak bisa memprediksi kapan Gunung Agung akan mengalami erupsi magmatik (letusan utama).









sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen