Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Letusan Terbesar GA Selama Krisis 28/11/2017, Bagaimana Berikutnya?

Letusan Terbesar GA Selama Krisis 28/11/2017, Bagaimana Berikutnya?

Written By Dre@ming Post on Kamis, 30 November 2017 | 7:04:00 AM

Gunung Agung dilihat dari Amed, Karangasem, Minggu (26/11/2017)
AMLAPURA - Gunung Agung (GA) terus mengalami erupsi dan mengepulkan asap abu vulkanik hingga Rabu (29/11/2017).

PVMBG pun telah mengestimasi besaran indeks letusan Gunung Agung yang terjadi sejak tanggal 21 September lalu, hingga letusan terbesarnya, Selasa (28/11/2017) sore yang diikuti dengan tremor overscale.

"Rekaman tremor overscale Selasa (28/11/2017) kemarin itu, merupakan letusan terbesar yang dialami Gunung Agung selama krisis ini berlangsung atau sejak bulan September lalu. Kita lalu mencoba estimasi besaran letusan itu dengan skala ideks letusan Volcanic Explosivity Index (VEI)," jelas Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, Rabu (29/11/2017).

Berdasarkan besar letusan dan dampak yang ditimbulkannya, PVMBG mengestimasi jika indeks letusan gunung Agung, Selasa (28/11/2017) masih berada di skala kurang dari VEI-2 .

Besaran letusan ini jauh lebih kecil dari pada letusan terbesar Gunung Agung tahun 1963 lalu yang mencapai VEI-5 lebih.

"Letusan ini tidaklah besar dibandingkan tahun 1963 lalu dan semoga saja terus menurun aktifitas vulkaniknya. Tapi berdasarkan data kami sejauh ini, baik dari sisi kegempaan, deformasi, Geokimia, dan citra satelit, kecenderungan masih akan ada letusan-letusan berikutnya. Ini karena kita masih merekam adanya pertumbuhan magma. Data masih terus bergerak," jelas Devy.

Berdasarkan evaluasi tim PVMBG, Rabu (29/11/2017) periode 00.00 Wita sampai 18.00 Wita, Gunung Agung masih terus mengalami erupsi magmatik.

Intensitas abu vulkanik yang dimuntahkan Gunung Agung Rabu (29/11/2017) relatif lebih kecil yakni setinggi 2000 meter, dari pada hari sebelumnya yang mencapai 3000 hingga 4000 meter.

Sementara, secara deformasi, tubuh gunung Agung juga masih mengalami inflasi (pengembungan) yang cukup signifikan.

Sementara secara Geokimia, di sekitar kawah Gunung Agung terdeteksi kadar So2 (Sulfur Dioksida) mencapai 2000 sampai 3000 ton.

"Ini menandakan magma berada di kedalaman dangkal. Sebagai perbandingan, sebelum merapi memasuki letusan terbesarnya tahu 2010 lalu, kadar So2 1000 ton. Kalau Gunung Agung saat ini sudah melebihi itu," jelas Devy Syahbana.

Dari citra satelit Nasa juga masih terdeteksi penumbuhan lava di kawah Gunung Agung.

Artinya jumlah lava semakin banyak, dan masih berpotensi menghasilkan letusan lanjutan.

Satelit merekam adanya lava dipermukaan kawah, dan energi termal menunjukan semakin banyak.

Dua hari lalu, satelit menangkap energi termal sebesar 51 megawatt, dan kemarin (28/11/2017) malam, energi termal nyaris dua kali lipat yakni 97 megawatt.

Artinya, ini ada pertumbuhan energi termal di kawah.

"Kalau ditanya apakah ada kemungkinan letusan lebih besar? Ya bisa iya, bisa tidak. Tergantung data dari gunung itu. Jika nanti data mulai dari kegempaan, deformasi, Geokimia, hingga termal mengalami peningkatan signifikan, perlu diwaspadai letusan lebih besar. Tapi kalau datanya stagnan, letusannya juga bisa stabil terus seperti saat ini sampai nanti aktivitas vulkanik Gunung Agung kembali normal. Kita tentu berharap semua akan normal kembali," jelasnya.

Dengan kondisi aktivitas gunung Agung yang semakin meningkat saat ini, Devy Kamil Syahbana kembali mengimbau masyarakat untuk tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

Ia menegaskan tidak boleh ada aktivitas di radius 10 kilometer dari kawah gunung Agung.

"Kalau sudah diluar radius itu, mereka tidak akan terkena lontaran material, abu vulkanik lebat, atau awan panas. Paling ancaman bahayanya saat ini adalah abu vulkanik. Masyarakat jika beraktifitas diluar rumah harus pakai masker karena dapat mengganggu pernafasan. Sifat abu vulkanik yang bersifat asam jika turun bersama hujan dan terkena kulit bisa sebabkan gatal," jelas Devy.











sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen