Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Aliran Lahar Dingin Sangat Kuat Batu Besar Hanyut

Aliran Lahar Dingin Sangat Kuat Batu Besar Hanyut

Written By Dre@ming Post on Jumat, 01 Desember 2017 | 12:04:00 PM

Banjir lahar dingin kembali menerjang Sungai Yeh Sah, Rendang, Karangasem, Kamis (30/11/2017).
AMLAPURA - Rasa cemas jelas teraut di wajah I Wayan Suyasa, warga Desa Selat, Karangasem, Kamis (30/11/2017).

Ia khawatir lahan pertaniannya yang terletak di tepi sungai Yeh Sah ikut diterjang banjir lahar dingin yang terjadi sejak Rabu malam (29/11/2017).

Terlebih lahan pertaniannya tersebut saat ini ditumbuhi padi yang sudah siap panen.

"Sawah saya di sini 20 are. Semoga saja lahar dingin tidak meluber ke persawahan seperti di hulu. Kalau sekarang saya belum berani panen, nanti takut laharnya tiba-tiba besar," ujar Wayan Suyasa.

Curah hujan tinggi yang mengguyur Gunung Agung membuat sungai Yeh Sah yang membentang dari hulu di Desa Sebudi hingga berhilir di Sungai Unda Klungkung kembali diterjang banjir lahar dingin.

Fenomena alam ini pun menjadi tontonan ratusan warga.

Warga memadati jembatan Sungai Yeh Sah, Desa Muncan, Selat sejak pagi hari.

Banjir bahkan kian membesar pukul 10.14 Wita.

Fenomena ini bukan membuat warga menjauh tapi malah mendekat karena rasa penasaran.

Warga berduyun-duyun menyaksikan hal tersebut dari dekat. Tampak banjir membawa berbagai material seperti batu dan lumpur.

Batu-batu besar juga hanyut terbawa arus lahar dari hulu.

Aliran lahar dingin ini sangat kuat.

Saking kuatnya, jembatan terasa bergoyang diterjang lahar saat berada di atasnya.

Banjir lahar dingin ini sudah terjadi sejak Rabu malam (29/11/2017).

Namun warga baru berbondong-bondong datang menyaksikannya di pagi kemarin.

"Sudah dari tadi pagi di sini. Saya ke sini karena ingin tahu aja terjangan lahar dingin ini," jelas Sumarjaya, seorang warga Menanga.

Bau belerang pun tercium di sekitar lokasi banjir lahar dingin.

Namun bau lumpur masih lebih dominan.

Tidak hanya mengalir di sungai, banjir lahar dingin tampak meluber hingga ke tengah sawah.

Tampak sungai dan sawah rata dengan aliran lumpur.

Hal ini mengakibatkan tanaman pertanian mengalami kerusakan.

Kepala PVMBG Kasbani menjelaskan, pihaknya menerima informasi bahwa terjangan lahar dingin atau lahar hujan pada Kamis (30/11/2017) terjadi di sungai Sabuh dan sungai Yeh Sah.

Lahar hujan atau yang lumrah disebut lahar dingin ini sangat berpotensi terjadi, karena Gunung Agung telah mengeluarkan material vulkanik dan diguyur hujan deras sehak Rabu malam (29/11/2017).

"Selain warga di radius bahaya 8 sampai 10 kilometer, kita himbau masyarakat untuk sementara waktu tidak beraktivitas di sungai. Mengingat curah hujan dari hulu atau dari lereng Gunung Agung masih cukup tinggi," jelas Kasbani.

Lahar yang menerjang sungai tersebut membawa material piroklastik berupa debu, kerikil, dan lumpur.

Ancaman bahaya dari terjangan lahar dingin ini pun dapat merusak apapun yang diterjangnya.

"Ancaman bahayanya lebih ke fisik. Memang ada aroma belerang, tapi setelah sampai di hilir kadarnya sudah tidak berbahaya. Sementara waktu, hindari beraktivitas di sungai," jelas Kasbani.

Keseimbangan Alam Harus Dipertahankan Piodalan Pura Kiduling Kereteg Tetap Digelar

Upacara Aci Penyeheb Brahma di Pura Kiduling Kereteg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali tetap digelar walau kondisi Gunung Agung terus mengalami erupsi dan berstatus Awas. Bagaimana prosesinya?

Sejumlah palinggih tampak diselimuti dengan kain merah di jeroan Pura Kiduling Kereteg, yang letaknya bersebelahan dengan Pura Besakih.

Tedung berwarna merah juga terpasang rapi.

Minggu (3/12/2017) besok atau bertepatan Purnama Kenam di pura ini akan digelar upacara Aci Penyeheb Brahma.

Sulinggih, prajuru, dan krama Desa Besakih pun sudah mempersiapkan ritual tersebut.

Wilayah Besakih termasuk zona berbahaya erupsi Gunung Agung.

Kawasan suci ini berada di radius 6 kilometer dari kawah gunung tertinggi di Bali tersebut.

Mengingat kondisi tersebut, Bendesa Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengatakan, upacara digelar tidak seperti biasanya.

Upacara yang biasanya dilaksanakan tiga hari, kini hanya digelar sehari.

Prosesi nedunan Ida Bhatara Brahma akan digabung pada hari puncak sekaligus. Untuk panganyar ditiadakan.

"Biasanya upacara berlangsung tiga hari. Sekarang kemungkinan satu hari lantaran Gunung Agung alami erupsi. Ini sudah kesepakatan prajuru desa, dan sulinggih. Proses nedunan yang biasanya digelar sehari sebelum acara puncak, kini digabung. Ini demi keselamatan kita semua," kata Jro Mangku.

Persiapan upacara Aci Penyeheb Brahma di Pura Kiduling Kereteg hampir 90 persen.

Sarana dan prasarana dipersiapkan di geria.

Prosesi mapepada walungan untuk sementara tidak digelar.

Walaupun tak digelar, tapi tak mempengaruhi makna, serta substansi upacara Aci Penyeneb Brahma ini.

"Acara ini kemungkinan hanya diikuti krama sekitar, dan pejabat pemerintah daerah. Seandainya ada krama yang ikut upacara, kita tidak melarang. Prajuru desa akan mempersilahkan," tambah Jro Mangku.

Tujuan upacara Aci Penyeheb Brahma, kata Jro Mangku, yakni memohon agar api di perut bumi memberi energi keseimbangan sesuai kebutuhan makhluk hidup.

Sehingga kondisi alam seimbang dan terus memberi kedamaian, dan kenyamanan kepada makhluk hidup di muka bumi ini.

Aci ini juga bertujuan untuk memohon kepada Tuhan dalam manifestasi sebagai Dewa Brahma, agar panas di perut bumi atau yang disebut karma agni berekstensi teratur.

Sesuai dengan kebutuhan tumbuhan.

Krama juga mohon agar panas bumi bisa terserap secara teratur sesuai hukum alam.

"Melalui upacara ini nantinya bumi menjadi subur. Masyarakat bisa menjaga dan melestarikan alam yang telah ditentukan sehingga perputaran alam seimbang, seperti yang diinginkan. Upacara ini juga berkaitan dengan kondisi Gunung Agung," imbuhnya.

Upacara ini digelar karena ada dorongan spiritual dari krama desa.

Bagaimana masyarakat termotivasi kuat ikut serta untuk menjaga alam sehingga tetap lestari.

Keseimbangan alam harus dipertahankan, dengan harapan tidak ada bencana yang terjadi di negeri ini.








sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen