Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » "Janda Ini" Tewas Setengah Telanjang di Kolong Ranjang

"Janda Ini" Tewas Setengah Telanjang di Kolong Ranjang

Written By Dre@ming Post on Senin, 28 November 2016 | 8:21:00 AM

"Saya tidak begitu tahu permasalahan adik saya karena dia juga tidak pernah cerita tentang masalahnya, mungkin karena saya tinggal di Denpasar sementara dia di Gianyar," aku pria yang tinggal di Jalan Gatot Subroto Denpasar tersebut. Gbr Ist
DENPASAR - Putu Suastana (46) tak menyangka bahwa hidup adiknya, Ni Made Astini (44), harus berakhir tragis.

Astini ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya yang berada di Banjar Negari Singa Padu Tengah Gianyar.

Janda satu anak tersebut diduga tewas dibunuh kekasihnya, Minggu (27/11/2016).

Suastana menjelaskan terakhir bertemu Astini sekitar lima hari lalu di kos Astini.

Tak ada yang aneh pada keseharian Astini, adiknya juga tidak terlihat memiliki masalah.

"Saya tidak begitu tahu permasalahan adik saya karena dia juga tidak pernah cerita tentang masalahnya, mungkin karena saya tinggal di Denpasar sementara dia di Gianyar," aku pria yang tinggal di Jalan Gatot Subroto Denpasar tersebut.

Suastana juga mendapatkan kabar kematian wanita asal Banjar Bitera Desa Bitera Gianyar itu dari seorang teman yang datang ke kediamannya.

Setelah itu dirinya langsung pergi ke lokasi kejadian dan ikut mengantar saudarinya ke Ruang Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah Denpasar.

Suastana mengatakan ketika ditemukan posisi jasad adiknya berada di kolong tempat tidur kos-kosannya di Banjar Negari Desa Singapadu Tengah Kecamatan Sukawati Gianyar.

Putri Astini, Kadek Anak Agung Kadek Nita, juga sempat melihat jenazah ibunya yang masih berada di lokasi kejadian saat itu.

Suastana tidak menyangka Astini harus pergi dengan cara seperti itu.

Sesekali ia juga menghampiri polisi yang mengurus jenazah adiknya dan mengatakan dirinya tidak percaya adiknya sudah tiada.

Suastana menjelaskan sehari sebelum tewas, Kadek Nita sempat mencari Astini ke kos karena ponsel Astini tidak bisa dihubungi sejak dua hari lalu.

Saat sampai di kosan, Kadek Nita tidak dapat bertemu ibunya.

"Dia sampai melihat dari ventilasi dan menggunakan senter karena lampu kamar mati," ujar Suastana.

Suastana menjelaskan adiknya yang bekerja sebagai pedagang nasi di pasar itu sudah pernah menikah sebanyak dua kali.

Pernikahan pertamanya dengan pria yang sama-sama berasal dari Banjar Bitera gagal dan berakhir dengan perceraian.

Tiga tahun setelah bercerai, Astini menikah dengan pria asal Banjarangkan Klugkung dan memiliki dua orang anak.

"Tapi salah satu anaknya meninggal sehingga tinggal Nita," jelas Suastana.

Ia mengaku tidak tahu pria yang memiliki hubungan asmara dengan Astini karena, adiknya tidak mengatakan apapun padanya.

Kapolres Gianyar, AKBP Waluya mengatakan, ada indikasi pembunuhan dalam kasus ini.

Dugaan tersebut muncul dengan melihat adanya bercak darah di tembok dan kamar terkunci dari luar.

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah dan warga sekitar.

"Dari bercak darah di tembok, dan kamar yang terkunci dari luar tidak menutup kemungkinan ada indikasi pembunuhan. Tapi lebih dalam penyelidikan masih dilakukan dengan mengambil keterangan pemilik rumah dan warga sekitar," ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati,Ida Bagus Mas Kencana, yang turut mengantar jenazah Astini ke forensik RSUP Sanglah menjelaskan jenazah Astini pertama kali diketahui meninggal dari tetangga-tetangganya yang mencium bau amis.

Mereka kemudian menghubungi kepolisian setempat sekitar pukul 15.00 Wita.

Polisi pun mendobrak pintu kamar Astini yang terkunci.

Polisi menemukan Astini di kolong tempat tidur dalam posisi tengadah dan setengah telanjang.

Kencana menduga Astini tewas karena dibunuh oleh kekasihnya.

Dugaan itu muncul berdasarkan olah tkp dan juga ditemukan luka dan tanda kekerasan pada tubuh Astini.

"Saat kami temukan mayat bersimbah darah dan sudah dalam kondisi membusuk," ujar Kencana.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Dudut Rustyadi, menjelaskan mayat Astini diterima forensik pukul 17.30 Wita dan tak lama kemudian langsung dilakukan pemeriksaan luar(PL).

Hasil PL jenazah Astini sudah dalam keadaan membusuk dan ditemukan luka terbuka berupa luka robek pada bagian samping kiri kepala.

Dudut enggan menjelaskan waktu kematian korban karena mencegah apabila diketahui pelaku dapat dijadikan sebagai alibi dalam proses hukum.

"Permintaan autopsi sudah ada namun masih menunggu koordinasi dengan polisi. Mungkin besok ya," terang Dudut.










sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen