Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Guru Sekolah Internasional Cabuli Siswa Hingga Organ Intimnya Berdarah

Guru Sekolah Internasional Cabuli Siswa Hingga Organ Intimnya Berdarah

Written By Dre@ming Post on Rabu, 03 Agustus 2016 | 7:09:00 AM

“Alat intimnya robek dan mengalami pendarahan, parahnya si LH mengambil lap di dalam motornya untuk membersihkan darah saat itu. Tapi saat persidangan Toton, ia hanya menjadi saksi padahal dia jelas-jelas melakukan pelecehan tersebut” jelasnya. Gbr Ist
DENPASAR – Pelaku pelecehan seksual di sebuah yayasan sekolah bertaraf internasional pada maret 2015 silam bertambah.

LH (60) yang sempat menjadi saksi kasus tersebut telah diamankan Polresta Denpasar, Sabtu (30/7/2016).

Sebelumnya, Guru musik di sekolah tersebut, Toton sudah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan pelcehan seksual kepada muridnya hingga mengakibatkan korban mengalami Penyakit Menular Seksual (PMS).

Berdasarkan keterangan Ibu korban, korban menyebut satu nama guru lainnya yang ikut terlibat dalam pelecehan seksual itu. Penyakit Menular Seksual Bocah 6 Tahun yang Dirudapaksa Ini Bisa Diobati

Namun, guru tersebut lolos dari jeratan hukum karena minimnya bukti yang ditemukan oleh pihak kepolisian.

Padahal, LH diduga melakukan pelecehan seksual lebih sadis ketimbang Toton.

Kuasa Hukum korban sekaligus aktivis perlindungan anak, Siti Sapurah membenarkan bahwa korban si LH mengalami pelecehan seksual yang cukup sadis.

“Alat intimnya robek dan mengalami pendarahan, parahnya si LH mengambil lap di dalam motornya untuk membersihkan darah saat itu. Tapi saat persidangan Toton, ia hanya menjadi saksi padahal dia jelas-jelas melakukan pelecehan tersebut” jelasnya.

Dengan ditangkapnya LH, Ipung sangat bersyukur dan ke depannya akan terus mengawal kasus ini hingga akhir.

“Saya akan kawal kasus ini dan meminta jaksa untuk menghukum seberat-beratnya sesuai Perpu No.1 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan hukuman 10 hingga 20 tahun penjara”ujarnya.

Selain itu pula, ia mengharapkan agar kelak LH dipasangi alat pendeteksi, sehingga tidak ada korban pelecehan seksual lagi yang bertambah selepas masa hukuman yang diberikan kepada LH.

Kondisi ketiga korban tersebut perlahan mulai membaik, namun adapula yang masih mengalami depresi berat akibat trauma pelecehan tersebut.

“Yang dilecehkan oleh LH tersebut sudah pindah dari sekolah internasional”

Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan membenarkan penangkapan tersebut.

“Iya benar sudah kami amankan di rumahnya pada sabtu kemarin” ucapnya saat dikonfirmasi penangkapan pelaku pelecehan seksual tersebut.






sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen