Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Sulit Nyari Uang Cewek Ini Jadi PSK, Mucikari Untung Rp. 4 Juta

Sulit Nyari Uang Cewek Ini Jadi PSK, Mucikari Untung Rp. 4 Juta

Written By Dre@ming Post on Rabu, 20 April 2016 | 7:12:00 AM

NM (50), KK (24) dan SA (28) terus menutupi wajah mereka di Mapolres Gianyar. Tiga wanita ini ditangkap atas dugaan menjalankan praktik prostitusi.
Prostitusi di Jalan Banteng Blahbatuh, Sebulan Mucikari Asal Siangan Raup Rp 4 Juta

GIANYAR - Sejak setahun lalu, NM (50) menjalankan praktik prostitusi di jalan Banteng, Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Tempat itu tak lain adalah rumahnya sendiri.

Apabila ada lelaki hidung belang yang hendak menginginkan kehangatan perempuan, dengan sigap ia menghubungi lima anak buahnya.

Namun bisnis wanita asal Desa Siangan, Gianyar ini terbongkar.

Polisi pun mencium aromanya. Senin (18/4/2016) sekitar pukul 16.00 Wita, Unit IV Satreskrim Polres Gianyar langsung melakukan penangkapan.

Selain NM, dua wanita berinisial KK (24) dan SA (28) yang mengaku bekerja untuk sang mucikari juga diamankan sebagai saksi.

"Belum lama pak, baru sembilan bulan saya kerja begini," ujar NM di Mapolres Gianyar, Selasa (19/4/2016).

NM terus menutup wajahnya dengan kain.

Sementara KK dan SA bersembunyi di balik gerai panjang rambut mereka.

Profesi yang digeluti NM selama ini diakuinya hanya berawal dari iseng saja.

Tapi lama kelamaan justru untungnya terlihat.

NM hanya cukup bermodal kamar dan wanita, uang pun datang sejurusnya.

"Ada empat kamar yang saya sediakan. Saya punya lima anak buah. Awalnya cuma iseng saja. Tidak ada maksud sengaja atau direncanakan," akunya.

Saat pelanggan datang, NM lalu menghubungi wanita-wanitanya.

Tiba di lokasi perkenalan pun dimulai.

Setelah dirasa cocok baik dari chemistry dan harga, mereka langsung masuk kamar.

NM membandrol dengan harga kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 350 ribu.

Rata-rata perbulan ia bisa meraup keuntungan Rp 4 juta.

"Sekali deal saya dapat Rp 50 ribu. Sisanya untuk anak-anak. Mereka yang lebih banyak mendapat bagian," ujarnya.

PSK Singaraja: Tiang Nyemak Gae Kekene Ulian Keweh Ngalih Pipis

GIANYAR - Susahnya mencari uang membuat SA (28) memilih untuk menjajaki profesi sebagai PSK.

SA turut diamankan ketika polisi menggrebek praktik prostitusi di jalan Banteng, Banjar Celuk, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar.

Gadis asal Singaraja ini awalnya bekerja di tempat loundry.

Ia mengaku, penghasilan yang didapatkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat bertemu si mucikari, SA pun tanpa ragu bersedia menerima tawaran itu.

"Saya bingung cari uang dimana. Dulu ada pacar yang nanggung tapi sekarang sudah putus. Baru sebulan saya kerja," kata SA dengan nada pelan.

Perempuan berambut lurus ini terus menutupi wajahnya dengan rambut dan tangannya.

SA sangat menyesal karena terjebak dalam dunia prostitusi.

Setelah ditangkap, ia berencana akan kembali ke kampung halamannya di Singaraja.

Selain SA dan KK, tercatat masih ada tiga wanita lainnya yang bekerja untuk NM.

Mereka adalah EK, AY dan IN.

Polisi pun masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Kanit IV Satreskrim Polres Gianyar, Ipda Anak Agung Gede Alit Sudarma mengatakan rumah yang dijadikan tempat prostitusi tersebut kabarnya hampir setiap hari dikunjungi pria hidung belang.

Pria hidung belang yang menyambangi lokasi itu berasal dari berbagai kalangan.

Berdasarkan keterangan dari tersangka, kebanyakan yang datang adalah bebotoh (penjudi), petani jeruk, tukang ukir sampai tukang bangunan.

"Pengguna jasa bervariasi dari berbagai kalangan. Kami akan coba terus gali keterangannya. Kalau pelajar, pejabat atau PNS belum ada pengakuan yang mengarah ke sana," ujar Gung Alit.

Setelah melakukan gerlar perkara, Unit IV Satreskrim Polres Gianyar memutuskan untuk menetapkan sang mucikari sebagai tersangka.

Dia dijerat pasal pasal 296 dan 506 KUHP dengan ancaman hukuman 16 bulan penjara.

"Baru satu yang kami tetapkan sebagai tersangka. Dia mucikarinya. Kami masih mengumpulkan keterangan termasuk tiga anak buahnya yang lain. Masih kami dalami apakah ada unsur mempekerjakan anak di bawah umur atau tidak. Sementara sih belum ada yang mengarah ke sana," kata Gung Alit.











sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen