Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Sulinggih Jadi Korban Penipuan, Ini Kartu Asuransi Kesehatan Palsu

Sulinggih Jadi Korban Penipuan, Ini Kartu Asuransi Kesehatan Palsu

Written By Dre@ming Post on Minggu, 04 Oktober 2015 | 2:46:00 PM

Kartu palsu yang digunakan penipu untuk memperdaya masyarakat Bali melalui program asuransi terkait Bali Mandara. Plt Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali I Ketut Teneng menegaskan Pemprov Bali tidak mengeluarkan program asuransi terkait dengan Bali Mandara.
GIANYAR - Para penipu sekarang tidak lagi pandang bulu. Sulinggih pun dijadikan korban oleh sang penipu.

Berkedok asuransi kesehatan, mereka tega menipu orang-orang suci umat Hindu.

Kasus penipuan terbaru terhadap sulinggih ini terkuak pada Sabtu (3/10/2015) ketika mendatangi geria (rumah) seorang sulinggih di Gianyar.

Sulinggih yang minta namanya tak ditulis ini mengatakan, penipuan tersebut terjadi pada Kamis (1/10/2015).

Saat itu, dua orang berpakaian klimis dengan sikap santun dan nada bicara sopan mendatangi geria Ida Nak Lingsir --sebutan lain untuk sulinggih.

Mereka berdua memperkenalkan diri dan mengaku adalah pegawai dari Yayasan Bali Jaya Perdana yang bergerak khusus di bidang asurasi sulinggih.

Kata mereka, yayasan ini bekerja sama dengan Bali Mandara, yang merupakan program Pemerintah Provinsi Bali.

"Mereka berdua datang dan memperkenalkan diri. Tutur kata lembut dan halus. Kemudian menawarkan asuransi. Saya tidak curiga, karena sulinggih memang pantang berpikiran negatif," ujar Ida Nak Lingsir.

Seseorang dari mereka mengaku bernama Ida Bagus Wiratmaja yang berasal dari Geria Gelumpang Karangasem.

Pria inilah yang memaparkan kepada Ida Nak Lingsir bahwa yayasan yang sebelumnya menangani asuransi sulinggih sudah tidak berjalan baik lagi.

"Orang itu mengaku dari Geria Gelumpang Karangasem. Dia tahu di Sukawati juga ada Geria Gelumpang. Bahkan merinci sulinggih di Gianyar yang berjumlah 120, itu betul sekali. Saya tentu tidak curiga," tuturnya.

Ida Nak Lingsir lalu ditawarkan mengikuti asuransi kesehatan tersebut.

Beliau mengiyakan karena dinilainya akan sangat bermanfaat.

Pria itu lalu meminta uang sebesar Rp 600 ribu.

Setelahnya, sebuah kwitasi dan Authenticity Card yang bertuliskan Quantum Pendant diberikan.

Tak berselang lama, dua pria tersebut pamitan dan meninggalkan dua nomor kontak.

Setelah mereka pergi, Ida Nak Lingsir mencoba menghubungi nomor kontak yang diberikan.

Namun ternyata tidak aktif.

Sampai kemarin, kedua pria tersebut tak bisa dihubungi.

Ida Nak Lingsir akhirnya sadar telah menjadi korban penipuan berkedok asuransi.

Rasa khawatir pun kini menghinggapi Ida Nak Lingsir.

Khawatir jika dua orang tersebut juga melakukan hal yang sama kepada sulinggih-sulinggih lainnya.

"Ini telah terjadi di Gianyar. Saya khawatir jangan-jangan sulinggih yang lain juga kena. Semoga saja tidak. Kalau modelnya begini, ya mereka sudah membohongi sulinggih," tuturnya.

Kapolres Gianyar, AKBP Farman, berjanji akan menindaklanjuti kasus ini.

Namun hingga kemarin, belum ada laporan tentang dugaan penipuan asuransi tersebut.

AKBP Farman menambahkan, berbagai modus kini digunakan para penipu untuk menjerat korbannya.

Penipuan tidak hanya menyasar masyarakat umum.

"Bahkan nama Kapolres Gianyar sempat dicatut beberapa waktu lalu," katanya, Sabtu (3/10/2015).

Ia meminta masyarakat tak mudah tergoda dengan tawaran asuransi yang tak jelas.

"Banyak penipuan bermodus asuransi. Ada juga modus lainnya. Kita harus waspada," ujar AKBP Farman.







sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen