Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Soal PAW Jero Wacik, Pastika Turun Tangan

Soal PAW Jero Wacik, Pastika Turun Tangan

Written By Dre@ming Post on Jumat, 08 Mei 2015 | 7:32:00 AM

“Ya, jelas itu, semua kader Demokrat di Bali berjuang agar kursi DPR RI yang selama ini lowong segera diisi. Sebab, kursi yang dibiarkan kosong ini akan merugikan Bali,” ujar kader senior Golkar asal Karangasem ini. Sedangkan Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, sebelumnya mengaku dapat desakan kuat agar kursi DPR RI yang diraih Jero Wacik saat Pileg 2014 segera diproses PAW-nya. Bagi Mudarta, pertanyaan masyarakat soal masalah Jero Wacik dan pengisian kursi PAW dianggap wajar. Pasalnya, Jero Wacik merupakan caleg Demokrat peraih suara terbanyak dari Dapil Bali dalam Pileg 2014 lalu. Berdasarkan Pileg 2014, Jero Wacik tampil sebagai jawara internal caleg Demokrat Dapil bali dengan meraih 104.682 suara. Jero Wacik dikuntit Putu Sudiartana, yang berada di posisi kedua dengan 73.348 suara. Keduanya lolos ke Senayan, bersama 7 wakil Bali lainnya dari parpol berbeda: Wayan Koster (PDIP), Made Urip (PDIP), IGA Rai Wirajaya (PDIP), Nyoman Dhamantra (PDIP), Gede Sumarjaya Linggih (Golkar), IGB Adhi Mahendra Putra (Golkar), dan IB Putu Sukarta (dari Gerindra).
DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika selaku Anggota Dewan Pembina Demokrat diminta turun tangan bantu perjuangkan Ni Putu Tutik Kusuma Wardani untuk isi kursi DPR RI 2014-2019 Dapil Bali dengan status PAW, menggantikan Jero Wacik. Nantinya, Gubernur Pastika diminta melobi Ketua Umum DPP Demokrat SBY saat Kongres IV di Surabaya, 11-13 Mei 2015 nanti.

Informasi yang dihimpun di Denpasar, Kamis (7/5), DPD Demokrat Bali sudah membicarakan masalah pengisian kursi DPR RI hasil Pileg 2014 yang lowong selama hampir setahun ini dengan Gubernur Pastika selaku Anggota Dewan Pembina Demokrat. Jajaran DPD Demokrat Bali minta bantuan Pastika untuk melobi SBY, agar kursi lowong di Senayan segera terisi. Dan, yang berhak mengisinya adalah Ni Putu Tutik Kusuma Wardani,

Sumber di lingaran Demokrat menyebutkan, pembicaraan untuk pengisian satu kursi lowong Fraksi Demokrat DPR RI Dapil Bali hasil Pileg 2014 karena caleg terpilih Jero Wacik tidak dilantik lantaran sandang status tersangka, sudah sempat dibahas ketika SBY datang pada acara temu kader di Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar Selatan, 6 April 2014 lalu. Kala itu, tidak ada hasil konkret. Kini, menjelang Kongres IV Demokrat di Surabaya, DPD Demokrat Bali kembali minta bantuan Pastika untuk melobi SBY. “Melalui lobi Pak Pastika ke SBY, diharapkan proses pergantian waktu (PAW) kursi Jero Wacik di DPR RI segera dilakukan. Ini sudah hampir setahun kursi lowong, karena Jero Wacik tidak dilantik jadi anggota DPR RI 2014-2019,” jelas sumber tersebut, Kamis kemarin. Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua I DPD Demokrat Bali Nengah Peringgo tidak membantah dan tidak pula mengiyakan isu adanya permintaan kepada Gubernur Pastika untuk melobi SBY, agar Putu Tutik Kusuma Wardani gantikan Jero Wacik ke DPR RI dengan status PAW. Yang jelas, menurut Nengah Peringgo, semua kader Demokrat di Bali memperjuangkan supaya pengisian kursi lowong di DPR RI segera dilaksanakan.

“Ya, jelas itu, semua kader Demokrat di Bali berjuang agar kursi DPR RI yang selama ini lowong segera diisi. Sebab, kursi yang dibiarkan kosong ini akan merugikan Bali,” ujar kader senior Golkar asal Karangasem ini. Sedangkan Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta, sebelumnya mengaku dapat desakan kuat agar kursi DPR RI yang diraih Jero Wacik saat Pileg 2014 segera diproses PAW-nya. Bagi Mudarta, pertanyaan masyarakat soal masalah Jero Wacik dan pengisian kursi PAW dianggap wajar. Pasalnya, Jero Wacik merupakan caleg Demokrat peraih suara terbanyak dari Dapil Bali dalam Pileg 2014 lalu. Berdasarkan Pileg 2014, Jero Wacik tampil sebagai jawara internal caleg Demokrat Dapil bali dengan meraih 104.682 suara. Jero Wacik dikuntit Putu Sudiartana, yang berada di posisi kedua dengan 73.348 suara. Keduanya lolos ke Senayan, bersama 7 wakil Bali lainnya dari parpol berbeda: Wayan Koster (PDIP), Made Urip (PDIP), IGA Rai Wirajaya (PDIP), Nyoman Dhamantra (PDIP), Gede Sumarjaya Linggih (Golkar), IGB Adhi Mahendra Putra (Golkar), dan IB Putu Sukarta (dari Gerindra).

Namun, Jero Wacik batal dilantik sebagai wakil rakyat Bali di Senayan, 1 Oktober 2014, gara-gara dijerat KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan Rp 9,9 miliar di Kementerian ESDM dan poenyalahgunaan wewenang hingga rugikan negara Rp 7 miliar di Kementerian Budpar. Jero Wacik sandang status tersangka sejak 3 September 2014. Jika Jero Wacik di-PAW, maka yang berhak menduduki kursinya di DPR dari Demokrat Dapil Bali adalah Ni Putu Tutik Kusuma Wardani. Sebab, dalam Pileg 2014, Srrikandi Demokrat asal Singaraja, Buleleng yang mantan Ketua Komisi II DPRD Bali 2009-2014 ini meraih suara terbanyak ketiga di internal caleg Demokrat Dapil Bali untuk kurssi DPR RI dengan 29.113 suara. Tutik Kusuma Wardani mengatasi dua caleg Demokrat Dapil Bali lainnya, Putu Supadma Rudana (asal Gianyar) dan Wayan Sugiana (asal Denpasar), yang masing-masing meraih 20.849 suara dan 19.511 suara.

Selaku Ketua DPD Demokrat Bali, Mudarta mendesak DPP Demokrat agar segera melakukan proses PAW Jero Wacik, sehingga kekosongan kursi di DPR RI bisa terisi. "Kita berharap proses PAW bisa dilakukan secepatnya, sehingga kekosongan kursi itu bisa terisi," harap Mudarta, Rabu (6/5). “Jika ratusan ribu lebih suara Jero Wacik saat Pileg 2014 tidak terkawal kareena kekosongan kursi di DPR RI, kita khawatir akan merugikan partai dalam Pileg 2019 mendatang,” lanjut politisi muda Demokrat asal Mendoyo, Jembrana ini. Sementara itu, Tutik Kusuma Wardani mengaku dirinya sudah sempat bicara dengan Gubernur Pastika selaku Anggota Dewan Pembina Demokrat terkait pengisian kursi lowong DPR RI untuki PAW Jero Wacik. Menurut Putu Tutik, dalam pembicaraan yang terjadi saat acara temu kader di Sanur, 6 April 2015 lalu itu, Pastika sempat menanyakan, kenapa lama tidak ada pengisian PAW DPR RI? “Waktu itu, Pak Mangku Pastika tanya ke saya, kenapa lama tidak ada pengisian untuk kursi PAW DPR RI yang kosong? Kerugian untuk Bali dong, kalau dibiarkan kosong...” kenang Putu Tutik menirukan komentar Pastika saat ditemui di Denpasar, Kamis kemarin. Menurut Putu Tutik, dalam dalam pembicaraan di acara temu kader kala itu, Pastika berjanji akan mengkomunikasikan masalah pengisian kursi PAW DPR RI yang lowong ini dengan DPP Demokrat. Karena Bali secara langsung akan dirugikan. Sebagai kader, apalagi yang memang berhak mengisi kurtsi PAW tersebut, Putu Tutik berharap DPP Demokrat menindaklanjuti masalah ini.

“Sebab, per 1 Oktober 2015 nanti, berarti sudah genap setahun satu kursi DPR RI itu lowong. Saya yakin teman-teman elite Demokrat juga berkepentingan supaya kursi DPR Dapil Bali segera terisi, sehingga program pusat bisa disalurkan ke daerah. Jadi, pengisian kursi PAW DPR RI yang lowong ini bukan hanya kepentingan saya pribadi,” jelas mantan Ketua Komisi II DPRD Bali 2009-2014 dari Fraksi Demokrat Dapil Buleleng ini. Putu Tutik menyebutkan, sejak Jero Wacik resmi menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan Rp 9,9 miliar di Kementerian ESDM pada 3 September 2014 hingga dijebloskan KPK ke sel tahanan, 5 Mei 2015 malam, dirinya belum pernah menemui kader senior Demokrat asal Desa Batur Utara, Kecamatan Kintamani, Bangli yang mantan Menteri Kebudayaan-Pariwisata (Menbudpar) 2004-2011 dan Menteri ESDM 2011-2014 tersebut. Pihaknya juga tidak ada mendorong-dorong Jero Wacik. “Saya berusaha jaga perasaan beliau (Jero Wacik). Saya tidak mau terkesan mendorong-dorong teman sendiri. Saya maunya semua sesuai mekanisme. Aturan KPU sudah ada kok,” tandas istri dari mantan Ketua DPC Deokrat Buleleng, Gede Dharma Wijaya ini.

“Pak Jero Wacik itu sahabat suami saya (Gede Dharma Wijaya). Saya tidak mau melukai perasaan siapa pun, termasuk Pak Jero Wacik,” lanjut Putu Tutik yang juga mantan Calon Bupati (Cabup) Buleleng dari Demokrat di Pilkada 2012. Kendati demikian, Putu Tutik mengatakan dirinya ingin berjuang di proses PAW Jero Wacik ini dengan elegan. “Seperti napas Demokrat yang selalu melalui jalur cerdas, santun, dan beretika, tidak menjatuhkan siapa pun. Saya pun ingin berjuang di PAW ini secara elegan,” tegas Srikandi Politik yang juga owner RS Kertha Usadha Singaraja ini.













sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen