Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Ingin Bunuh Diri, Satpam Nekat Lompat dari Jembatan

Ingin Bunuh Diri, Satpam Nekat Lompat dari Jembatan

Written By Dre@ming Post on Senin, 04 Mei 2015 | 6:55:00 AM

Menurut Kapolsek Denpasar Barat, AKP Wisnu Ardana, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban Ketut Budiarta datang ke lokasi TKP di Jembatan Tukad Badung, yang berlokasi di sebelah utara Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, Minggu petang pukul 18.00 Wita. Saat tiba di jembatan, korban yang diketahui tinggal di kos-kosan kawasan Gerenceng, Denpasar Barat ini terlihat gelisah, dengan raut wajah murung. “Awalnya, korban bekerja sebagai security di Pelindo Benoa ini masuk ke pelataran Parkir Pasar Badung. Tak lama berselang, korban jalan kaki ke arah jembatan di pojok barat laut areal parkir. Sempat mondar-mandir sejenak, korban tiba-tiba melompat dari sisi selatan jembatan,” ungkap Kapolsek Wisnu Ardana. Gbr Ist
DENPASAR - Aksi percobaan bunuh diri dengan cara mencebur ke dasar sungai dilakukan I Ketut Budiarta, 29, di Jembatan Tukad Badung, Jalan Gajah Mada Denpasar, Minggu (3/5) petang pukul 18.30 Wita. Pria asal Banjar Gede, Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini nekat melompat dari jembatan setinggi 10 meter. Dugaan sementara, korban yang kesehariannya bekerja sebagai satpam di Pelindo Pelabuhan Benoa, Denpasar ini nekat mencoba ulahpati karena depresi ditinggal mati empat anggota keluarganya.

Informasi di lapangan, korban Ketut Budiarta nekat melompat di sisi selatan Jembatan sebelah Pasar Badung. Saat kejadian menjelang malam kemarin, kondisi air di Tukad Badung sedang surut. Korban Ketut Budiarta pun langsung jatuh di atas bebatuan. Oleh petugas dan warga, korban dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan langsung dilarikan ke RS Sanglah, Denpasar. Korban Ketut Budiarta yang diketahui sudah beristri dan memiliki anak tiba di IGD RS Sanglah, Minggu malam pukul 19.00 Wita, dengan diantar mobil PMI. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban yang dalam kondisi setengah sadar ini mengalami patah tulang leher dan patah kaki kanan. Hingga berita ini naik ditulis, korban masih dalam perawatan intensif.

Hingga tadi malam, belum jelas bagaimana kronologis aksi percobaan bunuh diri yang nyaris merenggut nyawa Ketut Budiarta dan apa pula motif tindakan nekat yang melatarbelakangi satpam Pelindo Pelabuhan Benoa ini. Jajaran kepolisian masih mendalami kasus ini, dengan memeriksa saksi-saksi.

Menurut Kapolsek Denpasar Barat, AKP Wisnu Ardana, berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban Ketut Budiarta datang ke lokasi TKP di Jembatan Tukad Badung, yang berlokasi di sebelah utara Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, Minggu petang pukul 18.00 Wita. Saat tiba di jembatan, korban yang diketahui tinggal di kos-kosan kawasan Gerenceng, Denpasar Barat ini terlihat gelisah, dengan raut wajah murung. “Awalnya, korban bekerja sebagai security di Pelindo Benoa ini masuk ke pelataran Parkir Pasar Badung. Tak lama berselang, korban jalan kaki ke arah jembatan di pojok barat laut areal parkir. Sempat mondar-mandir sejenak, korban tiba-tiba melompat dari sisi selatan jembatan,” ungkap Kapolsek Wisnu Ardana.

Sebelum melompat, korban Ketut Budiarta yang berdiri di atas besi pengaman sisi selatan jembatan, sempat diteriaki warga agar jangan berbuat nekat. Namun, korban yang diduga depresi ini tetap saja melompat dari jembatan ke dasar sungai setinggi 10 meter, hingga langsung terkapar dalam kondisi patah tulang. Sementara, Petugas Keamanan Pasar Badung, Ketut Budi, 32, mengaku dirinya langsung diberitahu poihak pengelola parkir sesaat setelah korban terjun ke sungai. Ketut Budi pun datang ke dasar sungai (Tukad Badung) untuk memeriksa kondisi korban di bawah jembatan. Karena saat itu korban Ketut Budiarta masih dalam keadaan hidup, maka petugas parkir dan security Pasar Badung dengan dibantu warga, berupaya menyelamatkannya. Pada saat bersamaan, ada petugas yang menghubungi BPBD Kota Denpasar.

"Pas saya datang, korban sudah tergeletak tak berdaya di dasar sungai. Tapi, korban masih hidup. Makanya kita langsung melakukan upaya penyelamatan. Setelah dievakuasi dari dasar sungai, korban kemudian dibawa ke RS Sanglah," cerita saksi Ketut Budi saat memberi keterangan kepada petugas kepolisian tadi malam.

Sementara itu, korban Ketut Budiarta sudah sempat dimintai keterangannya oleh petugas kepolisian di RS Sanglah, tadi malam. Menurut Kapolsek Wisnu Ardana, dari pemeriksaan ini muncul dugaan bahwa korban Ketut Budiarta nekat mencoba akhiri hidunya dengan cara melompat dari Jembatan Pasar Badung, lantaran depresi. Terungkap, korban Ketut Budiarta yang notabene seorang opetugas security Pelindo Benoa, depresi karena kehilangan 4 anggota keluarganya. Mereka itu, ayah, ibu, kakak, dan adik dari korban meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan. “Korban mengaku sedih karena ditinggal orang-orang yang amat dicintainya,” jelas Kapolsek Wisnu Ardana saat dikonfirmasi tadi malam.

Selain itu, lanjut Kapolsek Wisnu Ardana, korban Ketut Budiarta juga mengaku dihantui oleh bisikan gaib yang selalu muncul di setiap saat. Saat nekat melompat di Jembatan Pasar Badung pun, korban mengaku sebagai upaya menyelamatkan diri dari kejaran bisikan gaib. “Tapi, soal benar tidaknya motif percobaan bunuh diri itu, kita belum tahu,” katanya.













sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen