Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Ada Penampakan Wanita Cantik dan Rumah Gamang

Ada Penampakan Wanita Cantik dan Rumah Gamang

Written By Dre@ming Post on Selasa, 24 Februari 2015 | 9:47:00 AM

DAERAH ANGKER - Salah satu jalan masuk ke Banjar Kelodan Desa Punggul, Abiansemal, Badung dipercaya warga sekitar sebagai tempat yang angker.
BADUNG - Ketika akan memasuki wilayah Banjar Kelodan, Desa Punggul Abiansemal, Badung, Bali terlebih dahulu kita akan melewati area persawahan. Setelah itu ada jalan menurun dan jembatan dengan pangkung (sungai dikelilingi pepohonan lebat). Lokasi itu dipercaya sebagai lokasi angker oleh warga.

Berdasar penuturan warga, di lokasi itu sering dijumpai penampakan sosok perempuan cantik berambut panjang.

“Selain penampakan wanita cantik, di sebelah barat jalan turunan tersebut ada griya atau rumah tidak tampak. Sanak saudara saya yang tinggal sekitar 200 meter di utara pangkung sering mencium bau masakan dan mendengar suara keramaian,” terang Kelian Adat Banjar Kelodan I Gusti Putu Tinggal Suyasa.

Selain lokasi itu, di sebelah timurnya juga terdapat area yang dipercaya magis oleh warga. Tempat itu adalah tempat orang melarung sisa pembakaran mayat upacara ritual ngaben.

“Di sana dipercaya warga sebagai tempat tinggal gamang atau mahluk halus di sekitar pangkung itu. Saya saja jika sendiri tidak berani ke sana,” jelasnya.

Jika menuju ke lokasi pelarungan sisa upacara ritual ngaben tersebut melalui tangga yang dibuat dari beton, sepanjang 100 meter. Setelah tiba di bawah akan menjumpai pangkung yang lebarnya sekitar empat meter.

“Selain digunakan untuk pelarungan ritual ngaben, setiap warga yang akan melakukan upacara ritual apa saja pasti menghaturkan caruan di sana,” ujar kelian Adat yang telah menjabat sejak tahun 1995 tersebut.

Pria 69 tahun tersebut menerangkan jika dirinya sempat meminta seorang pedanda untuk melaksanakan upacara di salah satu rumah sanak saudaranya. Tapi dari pedanda tersebut mengajukan syarat sebelum ritual harus mengaturkan caru di pangkung tempat warga Punggul membuang sisa pengabenan.

“Jika itu belum dilakukan ritual pecaruan tersebut sang pedanda tidak mau muput karya atau memimpin upacara ritual,” kata , I Gusti Putu Tinggal Suyasa.

Hal tersebut juga di benarkan oleh Kelian Dinas Banjar Kelodan, I Nyoman Sukarma. Ia menyatakan, cerita-cerita mistis seputaran pangkung yang berada di bawah jalan masuk Banjar Kelodan, Desa Punggul memang banyak beredar di masyarakatnya.

Kelian Dinas berkepala plontos itu menyebutkan, dulu ada pendatang yang berasal dari Jawa dan sempat bekerja membuat batako di atas pangkung berjarak sekitar 50 meter. Namun tidak betah tinggal di sana karena sering mendapatkan gangguan.

“Gangguan seperti peralatan kerja yang hilang, saat tidur malam pintu digedor-gedor, makanan yang dimasak habis tanpa sebab, makanya buruh tersebut tidak tinggal lagi di sana,” ujarnya.



sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen