Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Sudah Hubungi Kesbangpolinmas, Satpol PP Bubarkan Gafatar

Sudah Hubungi Kesbangpolinmas, Satpol PP Bubarkan Gafatar

Written By Dre@ming Post on Selasa, 30 Desember 2014 | 8:41:00 AM

DIBUBARKAN - Beberapa anggota Gafatar berdialog dengan anggota Kesbangpolinmas dan Satpol PP yang mencoba membubarkan acara pemeriksaan kesehatan di CFD Gianyar, Minggu (28/12/2014) pagi.
Satpol PP Gianyar Sita Rekaman Aksi Pembubaran Gafatar

GIANYAR - Untuk kedua kalinya, kegiatan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Gianyar membuat Kesbangpolinmas dan Satuan Polisi Pamong Praja geram.

Minggu (28/10/2012) pagi, agenda pemeriksaan kesehatan Gafatar di ajang Car Free Day (CFD) Gianyar, dibubarkan karena tidak memiliki izin.

Sebanyak 15 anggota Gafatar pun tampak keberatan atas pembubaran tersebut. Bahkan, tiga ponsel genggam anggota Gafatar yang mencoba merekam aksi pembubaran langsung disita petugas.

"Kembalikan handphone kami!," seru anggota Gafatar kepada petugas. Namun, anggota Satpol PP tak memperdulikannya.

Selain ponsel, sejumlah perangkat seperti banner kegiatan juga diamankan. "Kita bubarkan karena Gafatar lagi-lagi menggelar acara tanpa izin. Tidak hanya pada kami, sama panitia CFD juga tidak minta izin," ujar Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Gianyar, I Ketut Artawa pada Tribun Bali di lokasi kejadian.

Petugas datang ke pos Gafatar di sebelah barat Taman Kota Ciung Wanara pada pukul 07.00 Wita.

Saat itu, Gafatar sudah menyediakan berbagai perlengkapan pemeriksaan kesehatan beserta paramedis yang mereka bawa sendiri.

Waktu ditanya, Gafatar lewat ketua panitia acaranya, Toni Kosasih, mengaku sudah mendapat izin dari Kesbangpolinmas Gianyar.

"Mereka ngaku sudah dapat izin dari kami. Kami kaget kan? Kami datangi langsung, saya tanya dan pengakuannya berbeda," jelas Artawa.

Lewat perdebatan yang alot, Kesbangpolinmas memutuskan untuk membubarkan acara Gafatar.

Satpol PP segera menyarankan agar mereka bersedia membubarkan diri. Namun, Gafatar bersikeras tetap berada di sana dan melanjukan kegiatannya.

"Ada yang datang berpakaian layaknya warga, mereka merekam seakan-akan kami mengitimidasi. Kami amankan juga ponsel mereka. Kami tidak rampas, kalau mau mengambil mereka bisa ambil besok (hari ini)," ucap Artawa.

Pukul 07.45 Wita, Gafatar akhirnya bersedia membubarkan diri. Satu anggotanya bahkan dibawa ke Kantor Satpol PP Gianyar untuk diperiksa.

"Ujug-ujug, bawa tim medis sendiri tanpa koordinasi juga. Sama sekali tidak ada koordinasi. Padahal saya sudah sarankan kalau mau lakukan kegiatan bersurat dulu, izin dulu. Kita akan pertimbangkan," katanya dengan nada gusar.

Panitia Gafatar Klaim Sudah Hubungi Kesbangpolinmas, Kodim dan Polres

GIANYAR - Ketua panitia kegitan pemeriksaan kesehatan yang digelar Gafatar di ajang CFD Gianyar, Tonny Kosasih, mengatakan, Kesbangpolinmas dan Satpol PP khilaf.

Padahal, ia mengaku sudah melakukan pemberitahuan saat malam minggu sebelum ajang CFD digelar.

"Mungkin petugas khilaf padahal kita sudah sampaikan via telepon ke Kesbangpolinmas, Kodim dan Polres. Makanya kita berani menggelar acara," ujar dia.

Dua kali sudah dibubarkan, tampaknya Gafatar belum gentar. Tonny mengatakan akan tetap melakukan kegiatan. "Saya yakin kami tidak akan disakiti, kecuali kalau mereka preman. Paling kami dibina-dibina saja," paparnya.

Rencananya, Gafatar akan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dari gula darah, asam urat, tensi dan timbang badan.

Namun, karena Gafatar tidak memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), dua kali sudah kegiatan Gafatar dibubarkan.

Masa lalu Gafatar yang pernah terlibat jaringan Al-Qiyadah Al-Islamiah pada tahun 2007 juga menjadi pertimbangan. Melalui surat Nomor 220/1328 D.III, tertanggal 5 april 2012 dari Jend Kesbangpolinmas Pusat mengimbau agar pemerintah provinsi, kabupaten ataupun kota, mengawasi, memperhatikan keberadaan dan perkembangan organisasi Gafatar.

Sebelumnya acara Gafatar juga dibubarkan Satpol PP, Selasa (22/12). Saat itu pembubaran dilakukan saat acara pembukaan dialog kebangsaan dengan tema "Menjadi Orang Tua Panutan, Berkarakter Tuhan Yang Maha Esa" di Aula lantai dua Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Gianyar.



sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen