Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Memprihatinkan! 7 Bocah SD Curi Pratima buat Mainan

Memprihatinkan! 7 Bocah SD Curi Pratima buat Mainan

Written By Dre@ming Post on Kamis, 18 September 2014 | 7:21:00 AM

Sekitar pukul 14.00 Wita, para bocah SD ini mengacak-acak tiga pura yang lokasinya berdampingan di Banjar Merita, Desa Pakraman Labasari. Kasus pencurian pratima tersebut baru ketahuan, Selasa sore sekitar pukul 17.30 Wita, ketika Pamangku Pura Dadia Tangkas Kauh, Jro Mangku Gede Made Sari, hendak menggelar ritual matur piuning untuk persiapan persembahyangan.Jro Mangku Sari terkejut menyaksikan ada keropak tempat menyimpan pratima tergeletak di lantai. Sedangkan pintu gedong menyimpan pratima sudah dalam kondisi terbuka. Setelah diperiksa, 9 keping pis bolong yang tersimpan dalam keropak di gedong tersebut telah hilang. Gbr Ist
AMLAPURA - Tujuh (7) bocah SD dari Desa Labasari, Kecamatan Abang, Karangasem diperiksa polisi karena diduga mencuri pratima (benda sakral) di tuga pura untuk dipakai mainan. Namun, 7 bocah Kelas III dan Kelas IV SD tersebut tidak sampai ditahan polisi. Usai diperiksa di Mapolres Karngasem di Amlapura, Rabu (17/9) siang, mereka dikembalikan ke orangtuanya masing-masing.

Ketujuh bocah SD dari Desa Labasari yang diperiksa polisi karena kasus pratima tersebut masing-masing I Komang S alias A, 9, I Ketut POC, 9, I Gede Ar, 11, I Kadek S alias D, 11, I Gede Ars, 11, I Gede G alias B, 12, dan I Wayan Suk, 12. Mereka diduga curi pratima berupa pis bolong (uang kepeng) dan arca (patung) berbahan pis bolong dari tiga pura di Desa Pakraman Labasari.

Tiga pura yang pratimanya dicuri lokasinya berjejer di Banjar Merita, Desa Pakraman Labasari, masing-masing Pura Dadia Tangkas Kauh, Pura Dadia Enjung, dan Pura Dadia Ayu Tengah. Pratima yang hilang di Pura Dadia Ayu Tengah adalah 600 keping pis bolong terbagi dalam 3 ikat, plus sebuah arca terbuat dari 100 keping pis bolong. Sedangkan pratima yang hilang di Pura Dadia Tangkas Kauh berupa 9 keping pis bolong, sementara di Pura dadia Enjung hanya 1 keping pis bolong.

Terungkap, kasus pencurian pratima berupa pis bolong dan arca bahan pis bolong di tiga pura tersebut berawal ketika 7 bocah SD ini berkumpul di Bale Banjar Merita, Desa Labasari sepulang sekolah, Selasa (16/9) siang. Nah, saat kumpul itulah spontan muncul ide mencuri pis bolong untuk digunakan sebagai alat permainan.

Kemudian, siang itu sekitar pukul 14.00 Wita, para bocah SD ini mengacak-acak tiga pura yang lokasinya berdampingan di Banjar Merita, Desa Pakraman Labasari. Kasus pencurian pratima tersebut baru ketahuan, Selasa sore sekitar pukul 17.30 Wita, ketika Pamangku Pura Dadia Tangkas Kauh, Jro Mangku Gede Made Sari, hendak menggelar ritual matur piuning untuk persiapan persembahyangan.

Jro Mangku Sari terkejut menyaksikan ada keropak tempat menyimpan pratima tergeletak di lantai. Sedangkan pintu gedong menyimpan pratima sudah dalam kondisi terbuka. Setelah diperiksa, 9 keping pis bolong yang tersimpan dalam keropak di gedong tersebut telah hilang.

Maka, Jro Mangku Sari pun melaporkan masalah ini ke pangempon pura, sehingga krama berdatangan ke pura. Salah satu krama pangempon, I Made Merta, lantas melakukan pengecekan lebih jauh ke Pura Dadia Enjung yang berada di sebelah Pura Dadia Tangkas Kauh. Alangkah terkejutnya Made Merta, karena pintu gedong tempat menyimpan pratima di Pura Dadia Enjung juga sudah terbongkar. Pratima yang hilang dari Pura Dadia Enjung ini hanya sekeping pis bolong.

Kemudian, krama pangempon lainnya juga memeriksa kondisi Pura Dadia Ayu Tengah, yang lokasinya bersebelahan. Kondisi pura ini juga sama, sudah diacak-acak. Gedong tempat menyimpan pratima di Pura Dadia Ayu Tengah sudah terbongkar, sementara keropaknya ditemukan tergeletak di lantai. Setelah diperiksa, ada pratima berupa 600 keping pis bolong dalam 3 ikat dan arca terbuat dari 100 keping pis bolong telah lenyap.

Kasus pencurian pratima di tiga pura ini pun langsung dilaporkan ke Polsek Abang. Saat itu pula, krama setempat melakukan penyelidikan sembari berupaya mencari pelaku pencurian pratima. Ternyata, mereka menemukian sekelompok bocah SD sedang bermain blok kiu menggunakan taruhan pis bolong di Bale Banjar Merita. Para bocah SD tersebut, termasuk 7 pelaku, ditemukan main blok kiu, Selasa petang sekitar pukul 18.00 Wita.

Saat dicecar prajuru desa, 7 bocah tersebut terus terang mengakui asal-usul pis bolong yang dipakai taruhan main blok kiu. Mereka mengakui pis bolong tersebut diambil dari tiga pura. Maka, keesokan harinya, Rabu pagi, 7 bocah SD pencuri pis bolong sakral ini dibawa ke Mapolsek Abang dengan diantar orangtuanya masing-masing.

Selanjutnya, mereka diajak ke Mapolres Karangasem di Amlapura, juga diantar orangtua mereka, untuk proses pemeriksaan. Selain orangtua masing-masing, para bocah SD ini juga didampingi aktivis Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Karangasem saat diperiksa polisi di Mapolres Karangasem, Rabu kemarin. Pemeriksaan dilakukan sejak pagi pukul 10.00 Wita hingga siang sekitar pukul 14.00 Wita.

Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP I Dewa Putu Anom Dananjaya, memaparkan pihaknya tetap mengorek keterangan dari 7 bocah pencuri pis bolong sakral ini. Setelah dikorek keterangannya, para bocah tersebut dikembalikan kepada orangtuanya.

“Selanjutnya, mereka (para bocah pembobol pratima untuk mainan) diserahkan ke Dinas Sosial Karangasem agar diberikan pembinaan. Sebab, usia anak-anak itu kan masih di bawah 12 tahun,” ungkap Anom Dananjaya. “Lapipula, pis bolong sakral itu dicuri dipura bukan untuk dijual, melainkan buat mainan,” lanjut Anbom Dananjaya.

Sementara itu, Kadis Sosial Karangasem, I Made Sosiawan, belum berhasil dikonfirmasi terkait kasus 7 bocah SD pencuri pis bolong di pura ini. Saat dihubungi per telepon, Rabu kemarin, terdengar ada nada sambung, tapi ponselnya tidak diangkat. Yang jelas, para bocah SD tersebut telah diajak orangtua mereka ke rumah masing-masing.



sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen