Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Ambil Air dari Saluran Irigasi, Krisis Air Bersih Belum Teratasi

Ambil Air dari Saluran Irigasi, Krisis Air Bersih Belum Teratasi

Written By Dre@ming Post on Selasa, 09 September 2014 | 8:35:00 AM

Made Sudar, warga yang pertamakali mengeluhkan krisis air bersih ini mengatakan, menggunakan air dari saluran irigasi untuk memasak, sebenarnya sangat beresiko bagi kesehatan warga."Bisa saja air tersebut sudah tercemar obat kimia dari pertanian, yang membahayakan manusia. Tapi kami tidak ada jalan lain," katanya.
Negara - Krisis air bersih yang melanda tiga dusun di Desa Yehembang, Kabupaten Jembrana belum bisa teratasi, sehingga sebagian warga masih mengambil air dari saluran irigasi.

"Kami sudah berusaha mengambil air dari bak penampungan milik PDAM, tapi karena alirannya hanya sebentar, tidak semua warga kebagian," kata Dwijana, salah seorang warga, Senin.

Bagi warga yang tidak kebagian air di bak penampungan tersebut, menurutnya, terpaksa mengambil air dari saluran irigasi untuk keperluan mencuci, mandi dan memasak.

"Mengambil air dari bak penampungan maupun saluran irigasi, jaraknya sama-sama jauh dari rumah kami. Tapi karena membutuhkannya, kami tetap menempuhnya," ujarnya.

Untuk mendapatkan air tersebut, warga harus menempuh medan yang berkelok dan curam, dengan membawa ember besar, serta berbagai wadah air lainnya.

Made Sudar, warga yang pertamakali mengeluhkan krisis air bersih ini mengatakan, menggunakan air dari saluran irigasi untuk memasak, sebenarnya sangat beresiko bagi kesehatan warga.

"Bisa saja air tersebut sudah tercemar obat kimia dari pertanian, yang membahayakan manusia. Tapi kami tidak ada jalan lain," katanya.

Menurutnya, ia pernah menghubungi PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana, untuk mengirimkan air bersih dengan mobil tangki, dan warga siap membelinya.

"Lama kami tunggu mobil tersebut tidak datang, saat bertanya lagi dijawab, kalau mobil tangki tidak bisa masuk ke dusun kami, dengan alasan tidak kuat menanjak," ujarnya.

Agar mendapatkan suplai air bersih yang teratur, warga tiga dusun di Kecamatan Mendoyo ini, berharap Bupati I Putu Artha segera merealisasikan janjinya untuk memberikan bantuan sumur bor.

Warga tiga dusun yaitu Kaleran, Wali dan Baler Bale Agung ini sebenarnya mayoritas pelanggan PDAM, yang sudah sekitar satu bulan terakhir, tidak lagi mendapatkan suplai air dari perusahaan daerah tersebut.



sumber : Antara Bali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen