Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Di Depan Pura Merajapati Mantan Anggota Dewan Tewas Usai Usung Bade

Di Depan Pura Merajapati Mantan Anggota Dewan Tewas Usai Usung Bade

Written By Dre@ming Post on Rabu, 09 Juli 2014 | 9:00:00 AM

“Saya sendiri yang melarang dia (korban Dewa Indra Suryadi) untuk usung bade, karena wajahnya terlihat pucat,” ungkap I Made Lantika, 66, salah satu pembantu keluarga korban saat ditemui di rumah duka, Selasa kemarin. Hanya saja, kata Made Lantika, larangan itu tidak dihiraukan. Korban Dewa Indra Suryadi tetap saja usung bade di depan sebelah kiri. Setibanya di Setra Desa Pakraman Samsam yang berlokasi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di areal Shortcut (Jembatan) Yeh Nusa, Dewa Indra terlihat kelelahan. Korban awalnya duduk lemas di depan Pura Merajapati areal setra. Tak lama berselang, ayah tiga putra ini langsung tersungkur ke tanah. Korban pun langsung dilarikan ke RSUD Tabanan, naik mobil Colt yang kebetulan melintas di Jalur Tengkorak. Namun, nyawa mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan ini tetap tak tertolong.
TABANAN - Mantan anggota DPRD Tabanan 1999-2004, Dewa Ketut Indra Suryadi, 48, meninggal mendadak, Selasa (8/7) siang. Tragisnya, politisi PDIP ini justru tumbang dan akhirnya meninggal seusai ikut nyandang (usung) bade pengabenan ke Setra Desa Pakraman Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan. Dugaan sementara, korban meregang nyawa akibat serangan jantung.

Informasi di lapangan, korban Dewa Ketut Indra Suryadi ikut nyandang bade ke Setra Desa Pakraman Samsam, Selasa pagi sekitar pukul 08.30 Wita. Maklum, jenazah yang diabenkan pada Anggara Pon Merakih, Selasa kemarin, adalah keponakan korban sendiri, Dewa Made Bagus Alit, 40.

Sebetulnya, korban Dewa Indra Suryadi---yang mantan Sekretaris Badan Anggaran DPRD Tabanan 1999-2004---sempat dilarang ikut mengusung bade ke setra. Soalnya, pagi itu wajah korban terlihat pucat. Lagipula, jarak antara rumah duka di Banjar Samsam II, Desa Pakraman Samsam dengan setra sekitar 600 meter. Rumah duka dengan rumah korban masih satu pekarangan.

“Saya sendiri yang melarang dia (korban Dewa Indra Suryadi) untuk usung bade, karena wajahnya terlihat pucat,” ungkap I Made Lantika, 66, salah satu pembantu keluarga korban saat ditemui di rumah duka, Selasa kemarin. Hanya saja, kata Made Lantika, larangan itu tidak dihiraukan. Korban Dewa Indra Suryadi tetap saja usung bade di depan sebelah kiri. Setibanya di Setra Desa Pakraman Samsam yang berlokasi di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di areal Shortcut (Jembatan) Yeh Nusa, Dewa Indra terlihat kelelahan. Korban awalnya duduk lemas di depan Pura Merajapati areal setra. Tak lama berselang, ayah tiga putra ini langsung tersungkur ke tanah. Korban pun langsung dilarikan ke RSUD Tabanan, naik mobil Colt yang kebetulan melintas di Jalur Tengkorak. Namun, nyawa mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan ini tetap tak tertolong.

“Kami tidak tahu apa penyebab pasti kematian mendadak almarhum. Kemungkinan ini karena serangan jantung,” ungkap salah satu keluarga korban yang ikut membawa almarhum ke RSUD Tabanan, Dewa Made Parwita Wijaya. Begitu meninggal, jenazah korban Dewa Indra Suryadi senyla hendak dititip di RSUD Tabanan. Namun, karena penuh, jasad almarhum akhirnya dititip ke Instalasi Jenazah RS Sanglah, Denpasar. Jenazah korban terpaksa dititip sementara di rumah sakit, karena di pekarangan rumahnya di Desa Pakraman Samsam masih berlangsung upacara ngaben hingga ngelanus. Selain itu, dalam waktu dekat di desa setempat juga ada piodalan.

Korban Dewa Indra Suryadi berpulang buat selamanya dengan meninggalkan seorang istri, Ayu Suastari, 42, dan tiga anak lelaku. Istri korban, Ayu Suastari, tampak shock atas kematian mendadak suaminya. “Anak-anak masih kecil, kok ditinggal...,” keluh Ayu Suatari sambil menangis sesenggukan.

Sedangkan bibi korban, Jero Wiraga, mengaku tidak mendapat firasat aneh apa pun. Jero Wiraga menilai kondisi korban Dewa Indra Suryadi sebetulnya sangat baik. Namun diakuinya, korban yang meninggal mendadak pernah mengalami stroke ringan. “Seminggu sebelum peristiwa kematian mendadak, saya sempat bermimpi aneh di rumah ini sangat ramai,” kenang Jero Wiraga. Sementara itu, mantan Ketua DPRD Tabanan 1999-2004, Made Arimbawa, terkejut dengan kabar dua kematian mendadak Dewa Indra Suryadi. Menurut Arimbawa, almarhum Dewa Indra Suryadi merupakan sosok mantan anggota Dewan yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Kesehariannya, almarhum supel dan mudah bergaul, sehingga bisa masuk ke semua partai politik.

Meski sudah sama-sama ‘pensiun’ sebagai anggota Dewan, menurut Arimbawa, komunikasi antara dirinya dengan almarhum masih intens. Bahkan, mereka beberapa kali ‘kopi darat’ untuk lepas kangen. “Saya kaget dengan kabar ini, teman-teman sudah saya hubungi untuk diinformasikan mengenai berita duka ini,” beber mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali 2004-2009 ini.



sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen