Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , , » Snack Sama Guru Tidak Keracunan, Tapi 100 Siswa SD Keracunan

Snack Sama Guru Tidak Keracunan, Tapi 100 Siswa SD Keracunan

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 14 Juni 2014 | 7:47:00 AM

Dugaan sementara, sumber petaka berasal dari nasi bungkus yang disantap para siswa. Nasi bungkus tersebut berisi lauk berupa mie, tempe, dan daging ayam yang dipasok salah seorang pedagang di Desa Susut. Masalahnya, yang keracunan hanya para siswa. Sedangkan para guru SDN 2 Susut tidak ada yang keracunan, karena santap nasi yang dibeli di tempat lain. Para guru juga tidak keracunan, padahal santap snack yang sama dengan siswa SDN 2 Susut yang dibagikan pagi harinya. Musibah keracunan massal ini berawal dari kegiatan Jumat pagi pukul 09.00 Wita, ketika jajaran SDN 2 Susut yang berlokasi di Banjar Manuk, Desa Susut menyelenggarakan acara perpisahan antara siswa Kelas VI dengan adik-adik kelasnya. Acara perpisahan ini dirangkaian dengan pesta kenaikan kelas.
BANGLI - Petaka terjadi usai acara perpisahan dan kenaikan kelas di SDN 2 Desa Susut, Kecamatan Susut, Bangli, Jumat (13/6). Sedikitnya 100 siswa SDN 2 Susut bertumbangan dengan gejala keracunan pasca santap nasi bungkus di sekolah, hingga harus dilarikan ke RSUD Bangli. Hingga tadi malam, tercatat 28 korban keracunan masih dirawat intensif di rumah sakit, didominasi siswi Kelas VI.

Para siswa yang dilarikan ke RSUD Bangli dengan gejala keracunan: pusing, mual, dan muntah-muntah berasal dari semua kelas di SDN 2 Susut, mulai Kelas I hingga Kelas VI. Sebagian besar dari mereka murid perempuan. Selain itu, ada pula seorang nenek sepuh yang ikut keracunan, yakni Ni Nengah Gentol, 80. Nenek berusia 80 tahun ini keracunan setelah kebagian nasi bungkus yang dibawa cucunya dari sekolah.

Dugaan sementara, sumber petaka berasal dari nasi bungkus yang disantap para siswa. Nasi bungkus tersebut berisi lauk berupa mie, tempe, dan daging ayam yang dipasok salah seorang pedagang di Desa Susut. Masalahnya, yang keracunan hanya para siswa. Sedangkan para guru SDN 2 Susut tidak ada yang keracunan, karena santap nasi yang dibeli di tempat lain. Para guru juga tidak keracunan, padahal santap snack yang sama dengan siswa SDN 2 Susut yang dibagikan pagi harinya. Musibah keracunan massal ini berawal dari kegiatan Jumat pagi pukul 09.00 Wita, ketika jajaran SDN 2 Susut yang berlokasi di Banjar Manuk, Desa Susut menyelenggarakan acara perpisahan antara siswa Kelas VI dengan adik-adik kelasnya. Acara perpisahan ini dirangkaian dengan pesta kenaikan kelas.

Nah, saat acara perpisahan kemarin, ratusan siswa SDN 2 Susut diberikan konsumsi berupa snack jajanan Bali, seperti klepon dan apem. Kemudian siangnya, para siswa diberikan nasi bungkus berisi lauk berupa mie, tempe, dan daging ayam. Setelah santap siang, seluruh siswa dipulangkan dari sekolah siang sekitar pukul 11.30. “Anak-anak dipulangkan setelah menikmati santap siang bersama di sekolah,” ungkap Kepala Sekolah (Kasek) SDN 2 Susut, I Wayan Sudarmada, saat dikonfirmasi.

Beberapa jam kemudian, menurut Kasek Sudarmada, pihaknya mendapat laporan bahwa puluhan anak-anak didiknya mengalami gejala keracunan. Jumlah korban keracunan terus saja bertambah. Bahkan, hingga tadi malam, jumlah siswa SDN 2 Susut korban keracunan yang dilarikan ke RSUD Bangli mencapai 100 orang. Gejala keracunan yang dialami para siswa SDN 2 Susut ini mulai terasa, Jumat siang sekitar pukul 13.00 Wita. Hal itu diakui I Wayan Nuriman, paman dari salah satu siswa korban keracunan. “Keponakan saya mulai merasakan gejala keracunan pukul 13.00 Wita. Begitu tiba di rumah, dia langsung mual dan muntah-muntah, sehingga dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” beber Nuriman.

Sementara, Kapolres Bangli AKBP Suswanto menyatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus keracunan massal yang menimpa 100 siswa SDN 2 Susut ini. “Penyebab keracunan masih kami selidiki,” ujar Kapolres Suswanto didampingi Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Nyoman Sukadana. Hingga tadi malam, kepolisian belum berani memastikan apa sejatinya penyebab keracunan massal para siswa SDN 2 Susut. Yang jelas, polisi sudah memeriksa saksi-saksi, termasuk Ni Wayan Karmiati, 45, dagang nasi asal Banjar Manuk, Desa Susut yang nasinya dipesan untuk disantap para siswa.

Menurut Nyoman Sukadana, pihaknya juga sudah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan siswa korban keracunan. “Kami belum bisa memastikan apa penyebabnya. Tapi, kami telah ambil sampel sisa makanan dan muntahan para korban untuk diteliti,” terang Nyoman Sukanada.

Dia memaparkan, dagang nasi Ni Wayan Karmiati sudah diperiksa di Mapolres Bangli, Jumat kemarin, untuk mengetahui asal-usul bahan makanan yang dijualnya. Terungkap, ada 116 bungkus nasi yang disiapkan Wayan Karmiati untuk anak-anak SDN 2 Susut. Sedangkan jumlah korban keracunan 100 orang. dari hasil pemeriksaan Wayan Karmiati, menurut Sukadana, diketahui bahan lauk seperti mie masa kadaluarsanya masih lama, sampai tahun 2015. “Mungkin saja ada kontak reaksi bahan makanan,” katanya.

Sukadana menyatakan, para guru SDN 2 Susut tidak ada satu pun yang keracunan, meski mereka sama-sama dapat snack yang sama dengan siswanya. Sebab, para guru makan nasi bungkus yang dipesan di lokasi berbeda. “Para gurunya tidak ada masalah, karena beda sumber pesanan nasi bungkusnya,” beber Sukanada. Secara terpisah, Plh Direktur Utama RSUD Bangli, dr Wayan Sudiana, mengatakan penyebab keracunan massal anak-anak SDN 2 Susut itu diduga kuat dari makanan. Tapi, belum diketahui, makanan yang mana. “Kita masih uji sampel sisa makanan yang disantap korban di laboratorium, hasilnya belum ketahuan,” jelas birokrat yang juga Kepala Dinas Kesehatan Bangli ini.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Bangli, Nyoman Sumantra, kemarin terjun ke RSUD Bangli untuk menjenguk para siswa SD korban keracunan. Sumantra menyayangkan terjadinya musibah seperti di SDN 2 Susut ini. “Kami sebetulnya sudah mewanti-wanti pihak sekolah agar hati-hati membeli konsumsi perpisahan. Ternyata, terjadi juga musibah keracunan seperti ini,” tandas birokrat asalo Desa Siakin, Kecamatan Kintamani, Bangli yang mantan guru ini.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen