Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Penyengker Roboh, 3 Tewas, 2 Selamat

Penyengker Roboh, 3 Tewas, 2 Selamat

Written By Dre@ming Post on Senin, 16 Desember 2013 | 7:41:00 AM

Menurut kesaksian korban selamat Wayan Supartha, siang itu memang turun hujan lebat. Lima buruh termasuk dirinya pilih berteduh di bangunan bedeng dan warung di bawah tembok penyengker. Wayan Supartha berada di dalam bangunan bedeng bersama Gede Sarjana, Gusti Aji Mangku, dan Gusti Aji Putu yang kemudian ketiganya tewas. Sedangkan Ni Kadek Tami, istri korban Gede Sarjana yang sedang hamil, siang itu tengah memasak di dapur yang menyatu dengan warung. “Ketika kami sedang asyik berbincang-bincang di bedeng, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Dalam sekejap, tembok penyengker langsung ambruk menimpa bangunan bedeng. Saya sendiri berhasil selamat karena sempat loncat ke jalan di depan bedeng,” tutur Wayan Supartha, Minggu sore. Ketika musibah terjadi, kata Supartha, trio korban tewas Gede Sarjana, Gusti Aji Mangku, dan Gusti Aji Putu sedang rebahan di dalam bedeng. Gbr Ist
SINGARAJA - Tembok penyengker BTN di Dusun Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng yang baru dibangun pengembang mendadak roboh akibat hujan deras, Minggu (15/12) siang pukul 14.30 Wita. Akibat musibah ini, tiga (3) buruh bangunan tewas tertimbun, sementara 2 buruh lainnya berhasil selamat dari maut. Selain merenggut 3 nyawa buruh bangunan, bencana maut robohnya tembok penyengker BTN di Desa Sambangan kemarin siang juga menimbun 5 unit sepeda motor yang sedang parkir di bawahnya. Kelima sepeda motor tersebut merupakan milik para buruh.

Saat musibah terjadi, para buruh bangunan berjumlah 5 orang sedang istrirahat dan berteduh di banguan bedeng dan warung di bawah tembok penyengker. Tiba-tiba, tembok penyengker dari batu setinggi 3,5 meter ambruk sepanjang beberapa meter, menimbun bangunan bedeng dan warung. Tiga (3) buruh langsung tewas mengenaskan di tempat karena tidak sempat menyelamatkan diri, masing-masing I Gusti Aji Mangku, 50 (asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng), dan I Gusti Aji Putu, 45 (asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng), dan I Gede Sarjana, 25 (asal Desa Bulutan, Kecamatan Abang, Karangasem). Sedangkan dua korban selamat masing-masing I Wayan Suparta, 22 (buruh asal Desa Bulutan, Kecamatan Abang, Karangasem) dan Ni Kadek Tami, 22 (buruh asal Desa Bulutan, Kecamatan Abang, Karangasem). Ni Kadek Tami notabene merupakan istri dari korban tewas I Gede Sarjana. 

Menurut kesaksian korban selamat Wayan Supartha, siang itu memang turun hujan lebat. Lima buruh termasuk dirinya pilih berteduh di bangunan bedeng dan warung di bawah tembok penyengker. Wayan Supartha berada di dalam bangunan bedeng bersama Gede Sarjana, Gusti Aji Mangku, dan Gusti Aji Putu yang kemudian ketiganya tewas. Sedangkan Ni Kadek Tami, istri korban Gede Sarjana yang sedang hamil, siang itu tengah memasak di dapur yang menyatu dengan warung. “Ketika kami sedang asyik berbincang-bincang di bedeng, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Dalam sekejap, tembok penyengker langsung ambruk menimpa bangunan bedeng. Saya sendiri berhasil selamat karena sempat loncat ke jalan di depan bedeng,” tutur Wayan Supartha, Minggu sore. Ketika musibah terjadi, kata Supartha, trio korban tewas Gede Sarjana, Gusti Aji Mangku, dan Gusti Aji Putu sedang rebahan di dalam bedeng.

Sedangkan Supartha berada di tepi bedeng sambil bercengkrama dengan mereka. Karena berada di tepi, dia masih sempat meloncat saat tembok penyengker ambruk. Demikian pula perempuan hamil Ni Made Tami, berhasil menghindar. Menyaksikan tiga rekannya tertimbun longsoran tembok penyengker, Supartha pun langsung berteriak minta tolong. Teriakan Supartha didengar oleh 9 buruh lainnya yang masih berada di sekitar lokasi musibah. Para buruh itu pun berdatangan ke lokasi lonsor untuk membantu evakuasi para korban secara manual. Setelah beberapa lama, barulah datang bantuan petugas evakuasi dari PMI, Babinsa, dan Babinkamtibmas. Ketiga korban tertimbun berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tewas. Para korban rata-rata luka parah di bagian kepala karena terbentur batu dan beton. Kemudian, jenazah ketiga korban tewas dilarikan ke RSUD Buleleng di Singaraja untuk divisum.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis, korban Gede Sarjana mengalami luka terbuka kepala atas, luka di bagian punggung, dan luka robek di punggung kiri serta leher belakang. Sedangkan korban Gusti Aji Putu dan Gusti Aji Mangku juga mengalami luka yang nyaris sama. Setelah pemeriksaan medis di RSUD Buleleng, jenazah korban Gusti Aji Putu dan Gusti Aji Mangku sudah dipulangkan keluarganya ke rumah duka di Banjar Kembang Sari, Desa Pakraman Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Buleleng, tadi malam sekitar pukul 19.00 Wita. Sedangkan jenazah korban Gede Sarjana belum dipulangkan ke rumah duka di Desa pakraman Bulutan, Kecamatan Abang, Karangasem masih menunggu informasi dari pihak keluarga. Hingga tadi malam, jenazah Gede Sarjana masih berada di RSUD Buleleng. Sementara istrinya, Ni Kadek Tami, masih diamankan oleh para istri buruh lainnya, karena perempuan hamil berusia 22 tahun shock berat atas kematian tragis suaminya. Sementara itu, Bupati Buleleng Putu agus Suradnyana kemarin sore langsung terjun ke lokasi bencana robohnya tembok penyengker BTN di Desa Sambangan, yang menyebabkan 3 korban tewas.

Bupati Agus Suradnyana menyatakan musibah maut ini merupakan bencana alam yang menimpa buruh proyek. Kendati demikian, Bupati Agus Suradnyana berharap pihak pengembang pembangunan BTN dapat bertanggung jawab terhadap para korban. “Ya, setidaknya ada santunan-lah untuk keluarga para korban,” ujar Bupati yang politisi PDIP asal Desa Banyuatis, Kecamatan banjar, Buleleng ini. Dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin, Made Indrawan selaku pihak pengembang pembangunan BTN yang ambruk menegaskan perusahaan akan bertanggung jawab atas musibah maut ini. “Selain membiayai semua biaya upacara, perusahaan juga akan memperhitungkan santunan untuk keluarga para korban,” janji Made Indrawan. Di sisi lain, Kapolsek Sukasada Kompol I Nyoman Surita SH MM menyatakan musibah maut robohnya tembok penyengker BTN di Desa Sambangan ini murni disebabkan oleh bencana alam.

Menurut Kapolsek Nyoman Surita, pihaknya mendapat laporan terjadi musibah, Minggu sore sekitar pukul 16.00 Wita. Begitu dapat laporan, Kapolsek Nyoman Surita bersama jajaran Polsek Sukasada langsung terjun ke lokasi TKP. “Petugas kami (Polsek Sukasada) juga telah memeriksa beberapa saksi di TKP. Tapi, buat sementara, musibah ini terjadi murni karena bencana alam,” tandas Kapolsek.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen