Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Satu Kursi Caleg DPR Dikosongkan, Siti Ariesyuni Wafat

Satu Kursi Caleg DPR Dikosongkan, Siti Ariesyuni Wafat

Written By Dre@ming Post on Senin, 09 September 2013 | 7:21:00 AM

“Semoga almarhum tenang dan mendapatkan tempat disisi-Nya,” ujar Anie Asmoro yang dalam Pileg 2014 maju sebagai caleg DPR dari Golkar Dapil Bali. Anie Asmoro mengakui almarhum IGA Siti Ariesyuni dekat dengan sasama teman seperjuangan di politik, meski beda partai. Apalagi, almarhum tidk pernah tegang membedakan warna dan ideologi partai. Dia termasuk salah satu pengagas berdirinya KPPI Bali. “Pengabdian almarhum sangat panjang untuk perjuangan kaum perempuan,” tandas Anie Asmoro.
DENPASAR - Satu kursi caleg DPR dari PDIP Dapil Bali dipastikan harus dikosongkan dalam Pileg 2014 nanti, menyusul meninggalnya I Gusti Ayu Siti Ariesyuni, Sabtu (7/9) petang. Sesuai aturan KPU, caleg tidak bisa diganti setelah ditetapkan dalam DCT (daftar caleg tetap). Nantinya, hanya 8 caleg PDIP Dapil Bali yang tarung perebutkan kursi DPR 2014-2019.

I Gusti Ayu Siti Ariesyuni sebelumnya masuk di antara 9 caleg DPR dari PDIP Dapil Bali untuk Pileg 2014. Kepala Sekretariat DPD PDIP Bali ini mengantongi nomor urut 6. Setelah IGA Siti Ariesyuni berpulang buat selamanya akibat penyempitan saraf otak, maka tinggl 8 caleg PDIP Dapil Bali yang berebut kursi DPR dalam Pileg 2014 mendatang. Ke-8 caleg PDIP untuk kursi DPR Dapil Bali tersebut masing-masing I Made Urip (incumbent/nomor urut 1), Wayan Koster (incumbent/nomor urut 2), I Gusti Agung Putri Astrid (nomor urut 3), I Gusti Agung Rai Wirajaya (incumbent/nomor urut 4), Nyoman Dhamantra (incumbent/nomor urut 5), Wayan Candra (mantan Bupati Klungkung/nomor urut 7), I Wayan Bagiartha (nomor urut 8), dan DesaK K Kutha Agustini (nomor urut 9).

Menurut Anggota KPU Bali Divisi Humas dan Hubungan Lembaga, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandhi, sesuai Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang pencalonan anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, caleg yang sudah ditetapkan dalam DCT tidak bisa digantikan, meskipun meninggal dunia. “Jadi, PDIP tetap bertarung dengan 8 caleg dalam memperebutkan kursi DPR dari Dapil Bali di Pileg 2014,” ujar Raka Sandhi, Minggu (8/9). Raka Sandhi menyatakan, pasca meninggalnya IGA Siti Ariesyuni, DPP PDIP harusnya melapor kepada KPU Pusat supaya dilakukan penyesuaian, terutama dalam penyusunan model kertas suara nanti.

Saat ini, kata dia, KPU Pusat sedang menggodok model surat suara tentang foto dan penulisan nama. Terkait caleg IGA Siti Ariesyuni yang meninggal dunia, menurut Raka Sandhi, kemungkinan nantinya tidak akan dicantumkan KPU dalam surat suara Pileg 2014. “Nomor urutnya tetap (6), tapi namanya dikosongkan karena sudah meninggal,” tegas alumnis Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Jogajakarta ini. Dikonfirmasi terpisah, Minggu kemarin, Ketua DPP PDIP Made Urip, mengatakan partainya mau tak mau harus bertarung dengan 8 caleg dalam memperebutkan kursi DPR 2014-2019 di Pileg 2014 mendatang. Pasalnya, kalau sudah penetapan DCT, seorang caleg tidak bisa diganti dengan alasan apa pun.

Menurut Made Urip, dengan meninggalnya IGA Siti Ariesyuni, PDIP kehilangan salah sartu pendulang suara andal di Bali. Kendati demikian, PDIP tetap akan berupaya megamankan kantong-kantong suara yang selama ini digarap IGA Siti Ariesyuni di wilayah Badung. “Kita mau tak mau harus bertarung dengan 8 caleg yang sudah DCT. Kita akan berupaya amankan semua kantong suara,” tegas Made Urip yang juga caleg DPR dari PDIP Dapil Bali. Made Urip menegaskan, kader PDIP yang duduk di pencalegan akan mengisi kekuatan di kantong-kantong suara, supaya partainya tidak kehilangan banyak suara di Pileg 2014 mendatang. “Bisa saja nanti Pak Rai Wirajaya (caleg asal Denpasar) ke Badung menutupnya, bisa juga Nyoman Damantra (caleg asal Denpasar,” tandas politisi PDIP asal Marga, Tabanan yang sudah tiga kali periode secara beruntun duduk di DPR ini.

IGA Siti Ariesyuni sendiri menghembuskan napas terakhir dalam perawatan di RSUD Badung di Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Sabtu petang sekitar pukul 18.30 Wita. Srikandi PDIP asal Banjar Samur, Desa Mekar Buana, Kecamatan Abiansemal ini dilarikan ke RSUD Badung setelah paginya muntah-muntah pasca sarapan. Sebelumnya, IGA Siti Ariesyuni sempat lama dirawat di RS Pertamina Jakarta, sejak Juli 2013 lalu, karena serangan penyempitan saraf otak. Ketika itu, almarhum tumbang setelah selama 4 hari mengikuti pemantapan caleg DPR di Kantor DPP PDIP, Jalan Lenteng Agung Jakarta. IGA Siti Ariesyuni awalnya dilarikan ke RS Pertamina dengan keluhan kecapekan, karena selalu berangkat pagi pukul 06.00 dan pulang dinihari keesokan harinya pukul 01.00 WIB. Ternyata, IGA Siti Ariesyuni diketahui mengalami penyempitan pembuluh darah di otak. Kepala Sekretariat DPD PDIP Bali ini pun sempat menjalani operasi di RS Pertamina, sebelum kemudian dizinkan pulang dari RS Pertamina untuk dirawat di rumah, 12 Agustus 2013 lalu. Kondisi IGA Siti Ariesyuni sebetulnya sudah baikan sejak dibawa pulang dari RS Pertamina.

Namun, almarhum mendadak muntah-muntah setelah sarapan pagi, Sabtu kemarin. “Saya sempat membuatkan bubur. Susai sarapan mau istirahat, eh mendadak muntah-muntah. Kami rujuk ke RS. Tapi, nyawanya tidak tertolong lagi karena pembuluh darah di otak kanan pecah,” ungkap suami almarhum, I Gusti Oka Ariadi. Sementara itu, hingga Minggu kemarin jenazah IGA Siti Ariesyuni masih disemayamkan di rumah duka di Banjar Samur, Desa Pakraman Mekar Buana, Kecamatan Abiansemal, Badung. Berdasarkan petunjuk Ida Anak Lingsir (sulinggih), jenazah almarhum rencananya akan diabenkan pada Wraspati Wage Tolu, Kamis (12/9) nanti. Minggu kemarin, sejumlah tokoh dan politisi berdatangan ke rumah duka untuk melayat sekaligus mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Srikandi PDIP ini. Termasuk yang melayat adalah rekan-rekannya dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali. Srikandi Golkar yang Ketua KPPI Bali, Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati, juga melayat ke rumah duka, Minggu kemarin.

”Waktu almarhum dirawat di Jakarta, saya tidak sempat menjenguk. Ternyata, setelah pulang, beliau sekarang malah meninggalkan kita semua. Kami kehilangan teman seperjuangan,” ujar Sri Wigunawati, Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali yang nyalon ke DPD RI dalam Pileg 2014. Pentolan KPPI lainnya yangKetua Keastuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Bali, AA Sagung Anie Asmoro, kemarin juga melayat ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

“Semoga almarhum tenang dan mendapatkan tempat disisi-Nya,” ujar Anie Asmoro yang dalam Pileg 2014 maju sebagai caleg DPR dari Golkar Dapil Bali. Anie Asmoro mengakui almarhum IGA Siti Ariesyuni dekat dengan sasama teman seperjuangan di politik, meski beda partai. Apalagi, almarhum tidk pernah tegang membedakan warna dan ideologi partai. Dia termasuk salah satu pengagas berdirinya KPPI Bali. “Pengabdian almarhum sangat panjang untuk perjuangan kaum perempuan,” tandas Anie Asmoro. 


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen