Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Akibat Konvoi Layang-Layang Dua Banjar Bentrok

Akibat Konvoi Layang-Layang Dua Banjar Bentrok

Written By Dre@ming Post on Senin, 29 Juli 2013 | 6:43:00 AM

Beberapa pemuda Banjar Bengkel yang konvoi menggeber motornya hingga menyebabkan suara bising. Ketua Sekaa Teruna Banjar Kepisah, I Wayan Gede Adiyana, lalu menegur kawanan pemuda Banjar Bengkel tersebut agar tidak menggeber motornya. Teguran itu ternyata membuat tersinggung kelompok pemuda Banjar Bengkel. Seorang pemuda Banjar Bengkel langsung menampar pipi Yande Adiyana. “Habis insiden tampar pipi pagi itu, konvoi pemuda Banjar Bengkel lanjutkan perjalanan ke lokasi Lomba Layang-layang di Padanggalak,” ujar sumber. (Gbr Ist)
DENPASAR - Kelompok pemuda dua banjar bertetangga di wilayah Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasaer Timur, yakni Banjar Bengkel dan Banjar Kepisah, terlibat bentrok fisik, Minggu (28/7) sore. Akibat bentrokan yang dipicu masalah konvoi layang-layang ini, satu korban dilaporkan terluka.

Ledakan ketegangan antara dua banjar bertetangga satu jalur Jalan Hayam Wuruk Denpasar ini terjadi Minggu sore sekitar pukul 17.00 Wita, sekembalinya dari arena Lomba Layang-layang di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur. Informasi yang dihimpun di lapangan, ketegangan berawal dari konvoi membawa layang-layang ke arena lomba, Minggu pagi. Pagi itu, ratusan pemuda Banjar Bengkel berkonvoi membawa layang-layang ke arena lomba di Pantai Padanggalak. Konvoi mereka melintasi Bale Banjar Kepisah, yang hanya berjarak beberapa puluh meter ke arah timur dari lokasi Bale Banjar Bengkel.

Nah, saat melintas di depan Bale Banjar Kepisah, beberapa pemuda Banjar Bengkel yang konvoi menggeber motornya hingga menyebabkan suara bising. Ketua Sekaa Teruna Banjar Kepisah, I Wayan Gede Adiyana, lalu menegur kawanan pemuda Banjar Bengkel tersebut agar tidak menggeber motornya. Teguran itu ternyata membuat tersinggung kelompok pemuda Banjar Bengkel. Seorang pemuda Banjar Bengkel langsung menampar pipi Yande Adiyana. “Habis insiden tampar pipi pagi itu, konvoi pemuda Banjar Bengkel lanjutkan perjalanan ke lokasi Lomba Layang-layang di Padanggalak,” ujar sumber.

Ternyata, aksi pemukulan terhadap Yande Adiyana memicu amarah kelompok pemuda Banjar Kepisah. Amarah mereka baru dilampiaskan sore harinya, seusai Lomba Layang-layang di Padanggalak. Minggu sore sekitar pukul 17.00 Wita, beberapa pemuda setempat berkumpul di depan Bale Banjar Kepisah, sambil menunggu kelompok pemuda Banjar Bengkel melintas sepulang dari Lomba Layang-layang di Pantai Padanggalak. Bentrok fisik pun tak terhindarkan. Belasan pemuda Banjar Kepisah langsung menyerang kelompok pemuda Banjar Bengkel dengan menggunakan senjata kayu dan bambu. Akibatnya, seorang pemuda Banjar Bengkel mengalami luka memar di tangan terkena pukulan kayu. Tidak terima dengan aksi penyerangan di depan Bale Banjar Kepisah, kelompok pemuda Banjar Bengkel langsung ngulkul bulus (membunyikan kentongan adat bertalu pertanda situasi genting) setibanya di bale banjar.

Karena suara kulkul bulus, dalam sekejap ratusan warga Banjar Bengkel langsung berkumpul di Bale Banjar Bengkel. Tidak mau kalah, warga Banjar Kepisah yang merasa terancam juga melakukan penjagaan di sekitar bale banjar. Beruntung, bentrokan maut dapat dihindarkan, setelah beberapa tokoh kedua banjar bertetangga berhasil meredam emosi warganya. Bahkan, Kapolsek Denpasar Timur AKP Ikhwan Lazuardi terjun ke lokasi bersama Camat Denpasar Timur, Dewa Puspawan. Selain itu, petugas kepolisian dari Polsek Dentim dan satu pleton pasukan Dalmas Polresta Denpasar juga langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penjagaan di antara kedua banjar bertetangga. Kapolsek AKP Ikhwan Lazuardi dan Camat Denpasar Timur, Dewa Puspawan, turun ke lokasi kemarin petang sekitar pukul 18.00 Wita, untuk melakukan mediasi. Sayangnya, upaya mediasi yang dilakukan Kapolsek Camat Denpasar Timur gagal membuahkan hasil.

Masalahnya, daat dilakukan mediasi di Bale Banjar Bengkel, ratusan warga yang berkumpul di sana tidak mau mengindahkan ajakan Kapolsek dan Camat untuk pulang ke rumah masing-masing. Pihak Banjar Bengkel meminta agar polisi mengusut tuntas dan menangkap pelaku penyerangan. “Kami tidak mau bubar sebelum pelaku penyerangan ditangkap,” tuntut salah satu pentolan pemuda Banjar Bengkel. Menyusul gagalnya mediasi di Bale Banjar Bengkel, Kapolsek AKP Lazuardi menyatakan mediasi susulan akan diupayakan digelar di Kantor Camat Denpasar Timur, dengan mengundang para kelian banjar dan tokoh masyarakat setempat.

“Mediasi malam ini (tadi malam) diharapkan bisa menyelesaikan masalah,” ujar Kapolsek Lazuardi. Kapolsek Lazuardi juga berjanji kasus penyerangan kemarin tetap akan dilanjutkan ke proses hukum. Pihaknya akan melakukan pengusutan untuk menemukan pelaku penyerangan. “Proses hukum akan kami lanjutkan. Barang bukti dan korbannya sudah ada,” ujar Kapolsek. Sementara itu, Kepala Desa (Perbekel) Sumerta Kelod, I Made Yadnya, menyatakan antara Banjar Bengkel dan Banjar Kepisah sebelumnya sudah sering terlibat keributan. Karena seringnya terjadi ketegangan itulah, sebelum pelaksanaan Lomba Layang-layang 2013, Kelian Banjar Bengkel dan Kelian Banjar Kepisah sudah sempat bertemu untuk mengantisipasi sehala kemungkinan.

“Sebenarnya, sudah diatur rute perjalanan rombongan pemuda dua banjar bertetangga ini saat konvoi membawa layangan, agar mereka tidak saling bertemu karena dikhawatirkan akan bentrok. Ternyata, bentrokan terjadi juga,” sesal Perbekal Made Yadnya saat dikonfirmasi, tadi malam. 


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Aktivitas Vulkanik Masuk Tahap Kritis Kawah Keluarkan Uap, Tercium Bau Belerang

Suasana persembahyangan para pengungsi di Gor Swecapura AMLAPURA - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem masuk tahap kritis. P...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen