Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » Demo Tuntut Bahasa Bali Masuk Kurikulum

Demo Tuntut Bahasa Bali Masuk Kurikulum

Written By Dre@ming Post on Minggu, 07 April 2013 | 1:07:00 PM

"Apa bedanya bahasa daerah lain, termasuk Bahasa Bali dengan dua bahasa tersebut? Kalau perlu, kami akan gugat ke Mahkamah Konstitusi untuk kurikulum ini," katanya.
Negara - Sekitar 50 orang dari Solidaritas Remaja Jembrana Peduli Bahasa Bali, Minggu, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Jembrana menolak penggabungan Bahasa Bali ke mata pelajaran Seni dan Budaya.

"Kami minta Bahasa Bali menjadi mata pelajaran tersendiri. Tidak digabung dalam pelajaran Seni dan Budaya," kata koordinator aksi, Ida Bagus Komang Heriawan.

Menurut Heriawan, selama ini mata pelajaran seni hanya mendapatkan jam yang sedikit, sehingga jika digabung dengan Bahasa Bali, murid akan semakin sedikit mendapatkan ilmu di bidang tersebut.

Aksi yang dilakukan remaja ini mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Pemkab Jembrana yang diwakili Asisten I I Made Sudiada, Ketua Majelis Madya Desa Pekraman Jembrana, Wayan Rayun serta anggota DPRD Jembrana, Nyoman S Kusumayasa.

Kusumayasa mengatakan, pemerintah pusat diskriminatif dalam memutuskan satuan mata pelajaran, karena Bahasa Jawa dan Sunda masuk pelajaran tersendiri.

"Apa bedanya bahasa daerah lain, termasuk Bahasa Bali dengan dua bahasa tersebut? Kalau perlu, kami akan gugat ke Mahkamah Konstitusi untuk kurikulum ini," katanya.

Suheng mengingatkan, saat pendirian Republik Indonesia, seluruh pendiri bangsa sepakat untuk membangun dan berjuang berdasarkan kebhinekaan.

"Bahasa Bali adalah salah satu dari kebhinekaan tersebut, dan harus dihargai oleh pemerintah negara ini," ujarnya.

Kusumayasa minta, pemkab untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, untuk memperjuangkan agar Bahasa Bali tetap menjadi mata pelajaran tersendiri.

Ia menilai, celah muatan lokal dalam kurikulum 2013 bisa digunakan, untuk memasukkan pelajaran Bahasa Bali.

Sedangkan Sudiada mengatakan, hilangnya Bahasa Bali dalam kurikulum akan berimbas besar pada seni dan budaya Bali.

"Seni dan budaya itu lahir dari bahasa, khususnya di Bali. Jadi bahasa bali harus ditempatkan sebagai mata pelajaran tersendiri, karena penting untuk kelangsungan seni dan budaya," katanya.

Lebih tegas lagi, Wayan Rayun mengatakan, pihaknya siap membela dan mendukung aspirasi remaja ini.

"Bangsa yang besar adalah yang bisa menghargai budaya dan adat. Kami tidak ingin kehilangan bahasa dan huruf Bali," katanya.(GBI)

sumber : antarabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen