Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Pastika Diusung Nawasanga Partai

Pastika Diusung Nawasanga Partai

Written By Dre@ming Post on Rabu, 09 Januari 2013 | 7:39:00 AM

Rabu, 9 Januari 2013, 08:09

SBY dan Mangku Pastika - Mangku Pastika mengatakan dirinya dipanggil SBY ke Jakarta terkait Pilgub Bali 2013. Pastika terang-terangan mengaku sebagai Cagub Bali dari Demokrat. Tandemnya di posisi Cawagub nanti terserah parpol koalisi yang menentukan. Menurut Pastika, dengan siapa pun berpasangan, dirinya siap. Kalau ditandemkan dengan Sudikerta siap, dipasangkan dengan Bupati Geredeg juga tidak masalah. “Kalau dipaketkan dengan Pak Geredeg, saya langsung tancap gas ngeredeg nanti,” ujar Pastika.
DENPASAR - Koalisi besar yang beranggotakan 9 partai dipastikan usung kandidat incumbent Made Mangku Pastika sebagai Calon Gubernur (Cagub) Bali ke Pilgub 2013. Nawasanga (9) parpol yang sepakat membangun Koalisi Rakyat Bali Bersatu (KRBB) ini terdiri dari Golkar, Demokrat, Gerindra, PNBKI, Hanura, PKPB, Pakar Pangan, dan PAN.

Keputusan usung Mangku Pastika ini diikrarkan parpol koalisi dalam pertemuan di di Sector Restaurant, kawasan Inna The Grand Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar, Selasa (8/1) siang. Pimpinan 8 partai (minus Gerindra) hadir menandatangani nama koalisi besar untuk usung Pastika kemarin, termasuk Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta dan Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta. Meski tidak hadir, Gerindra segera akan gabung ke KRBB.

Nawasanga parpol pengusung Pastika ini memiliki modal awal politik berkekuatan 52,73 persen suara parlemen, berdasar hasil Pileg 2009. Rinciannya, dari Golkar dengan 12 kursi DPRD Bali (21,81 persen suara parlemen), Demokrat (10 kursi/18,18 persen suara), Gerindra (2 kursi/3,64 persen), PNBKI (2 kursi/3,64 persen), serta PKPB, Hanura, dan Pakar Pangan (masing-masing dengan 1
kursi DPRD Bali/1,82 persen).

Mereka akan bertarung head to head melawan PDIP di Pilgub Bali, 15 Mei 2013 mendatang. PDIP sendiri punya modal politik awal 24 kursi DPRD Bali (43,63 suara parlemen). PDIP potensial menggaet dua partai sisa di parlemen, yakni PNIM (1 kursi/1,82 persen suara) dan PKPI (1 kursi/1,82 persen). PDIP digadang-gadang akan usung paket AA Ngurah Puspayoga-Putu Agus Suradnyana sebagai Cagub-Cawagub.

Seusai ikrar KRBB kemarin, Made Mudarta dan Ketut Sudikerta menegaskan 9 parpol sudah pasti bersatu usung Pastika sebagai Cagub. Menurut Mudarta, Gerindra akan menyusul bergabung. “Tepatlah sudah ini angka 9 yang identik dengan kekuatan Nawasanga (sembilan penjuru angin). Kita akan mengusung Made Mangku Pastika secara bersama-sama, berkoalisi dengan nama Koalisi Rakyat Bali Bersatu,” ujar Ketua DPD Demokrat Bali ini.

Mudarta menegaskan, Pastika sosok independen yang menjadi milik bersama KRBB sebagai Cagub. “Beliau orang profesional dan independen. Rekomendasi ini lahir karena kami sepakat mengusung Cagub yang memang punya visi jelas. Pastika juga sangat jelas program-programnya,” tandas Mudarta.

Soal siapa yang dipilih menjadi Cawagub pendamping Pastika, menurut Mudarta, hal itu segera akan diputuskan. Sebelum 20 Januari, paket Cagub-Cawagub dijamin sudah ada. “Ya, paketnya di posisi Cawagub segera akan kita tetapkan,” sambung Ketua DPD I Golkar Bali, Ketut Sudikerta.

Dalam koalisi ini, Pastika menjadi klaim Demokrat, sementara Golkar kebagian jatah Cawagub. Namun, hingga kemarin belum jelas siapa kader Golkar yang akan dipilih menjadi tandem Pastika. Informasinya, saat pertemuan parpol koalisi di Sanur kemarin, sempat mengerucut ke Bupati Karangasem Wayan Geredeg sebagai Cawagub pendamping Pastika. Namun, hal ini kembali mentah dalam rapat internal para Ketua DPD II Golkar se-Bali di Sekretariat DPD I Golkar, Jalan Surapati 9 Denpasar, kemarin petang.

Informasi yang dihimpun, dalam rapat semalam sempat muncul nama Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah, politisi senior Golkar dari Puri Agung Ubud. Cok Ibah dianggap kuat dan mengakar di Bali, karena selaku tokoh adat, anggota DPRD Bali ini rajin membangun pura-pura. Hanya saja, nama Cok Ibah tidak masuk dalam usulan para Ketua DPD II Golkar se-Bali.

“Justru DPD II Golkar se-Bali sepakat mendorong Ketut Sudikerta sebagai Cawagub pendamping Pastika,” ujar sumber di lingkaran Golkar tadi malam. Hingga berita ini naik cetak, belum diketahui pasti siapa yang ditetapkan sebagai tandem Pastika.

Dikonfirmasi secara terpisah, Selasa kemarin, Mangku Pastika mengatakan dirinya dipanggil SBY ke Jakarta terkait Pilgub Bali 2013. Pastika terang-terangan mengaku sebagai Cagub Bali dari Demokrat. Tandemnya di posisi Cawagub nanti terserah parpol koalisi yang menentukan. Menurut Pastika, dengan siapa pun berpasangan, dirinya siap. Kalau ditandemkan dengan Sudikerta siap, dipasangkan dengan Bupati Geredeg juga tidak masalah. “Kalau dipaketkan dengan Pak Geredeg, saya langsung tancap gas ngeredeg nanti,” ujar Pastika.

Pastika menyebutkan, dirinya sedikit mengambil peran politisi: menentukan langkah dan abil keputusan di saat yang tepat. “Keputusan politik itu urusannya waktu. “Ada timmingnya. Saya pakai timing-lah. Kalau Cawagub sebenarnya sudah ada dan sudah saya putuskan, tapi tunggu waktu yang tepat,” jelas Pastika. Sementara itu, hingga Selasa kemarin belum jelas siapa yang akan direkomendasi DPP PDIP sebagai Cagub-Cawagub Bali. Ketua Tim Penjaringan Calon DPD PDIP, Wayan Sutena, mengaku masih menunggu keputusan DPP PDIP. “Sampai saat ini belum ada keputusan dari DPP PDIP,” tandas Sutena.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPP PDIP, Made Urip, saat dikonfirmasi secara terpisah di Jakarta, Selasa kemarin. Menurut Made Urip, hingga saat ini DPP PDIP belum menurunkan rekomendasi Cagub-Cawagub Bali. “DPP PDIP pastinya akan keluarkan rekomendasi sebelum pendaftaran calon ke KPU. Pendaftaran calon itu sendiri 31 Januari hingga 6 Februari,” ujar politisi senior PDIP asal Marga, Tabanan ini.

Terkait munculnya aspirasi dukung paket Mangku Pastika-Wayan Candra serta sosok Wayan Koster di Buleleng, menurut Made Urip, itu bentuk dari demokrasi. "Aspirasi seperti itu, boleh-boleh saja. Ini bagian dari demokrasi, jadi kita persilakan saja," katanya. Yang jelas, lanjut dia, DPP PDIP punya kriteria dalam menentukan paket calon. “Tidak hanya dilihat dari jam terbangnya dalam berpolitik, tapi juga bisa diterima masyarakat atau tidak,” jelas anggota DPR tiga kali periode ini.

Dre@ming Post______
sumber :  NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Aktivitas Vulkanik Masuk Tahap Kritis Kawah Keluarkan Uap, Tercium Bau Belerang

Suasana persembahyangan para pengungsi di Gor Swecapura AMLAPURA - Aktivitas vulkanik Gunung Agung di Karangasem masuk tahap kritis. P...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen