Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Alit Yudha Masuk Bursa Tandem Pastika

Alit Yudha Masuk Bursa Tandem Pastika

Written By Dre@ming Post on Selasa, 04 Desember 2012 | 8:05:00 AM

Selasa, 4 Desember 2012, 07:39


ist
DENPASAR - Setelah sempat disebut sebagai tandem calon gubernur incumbent Made Mangku Pastika, politisi kawakan Partai Golkar Bali I Gusti Ngurah Alit Yudha akhirnya angkat bicara. Terkait dengan pencalonan dirinya sebagai calon wakil gubernur (cawagub) di Partai Golkar, Alit Yudha lebih condong Mangku Pastika difinalisasi sebagai cagub di Golkar dulu. Soal tandem, Pastika lebih tepat dipaketkan dengan birokrat.

Mantan ketua DPD Golkar Bali yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Bali ini mengatakan banyak tokoh yang layak mendampingi Mangku Pastika. Mereka yang lebih banyak pengalaman di birokrasi.

“Saya bukan birokrat. Habitat saya di organisasi. Berbagai organisasi sudah saya lakoni, sekarang terminal saya adalah dengan Gerakan Kembali ke Desa,” ujar Alit Yudha, Senin (3/12) siang, di Denpasar. Siapa birokrat yang cocok untuk tandem Pastika? Alit Yudha menyebut sederet nama besar seperti Ketua DPD Golkar Bali I Ketut Sudikerta, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, mantan bupati Gianyar Tjokorda Gede Budi Suryawan hingga Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.

”Mereka ini pengalaman di birokrasi. Meski ada yang (murni) berangkat dari partai, tetapi kan (dalam perjalanannya) pengalaman di birokrat (karena memegang jabatan),” tegas Alit Yudha. Alit Yudha menyikapi isu Pilgub Bali yang mengocok beberapa nama cawagub di Golkar, termasuk dirinya. Putra Pahlawan I Gusti Ngurah Rai yang dikenal sebagai pentolan militan Golkar ini mengatakan Partai Golkar dalam Pilgub 2013 harus tetap membangun sebuah kekuatan terpadu dalam koalisi dengan partai lain, kalau memang ingin memenangi pertarungan. Namun penetapan Cagub Golkar Made Mangku Pastika harus difinalisasi dulu. “Pastikan dulu cagubnya, difinalisasi. Golkar harus membangun koalisi. Kenapa koalisi, karena kita ingin
Pastika itu milik seluruh lapisan masyarakat,” tegas politisi asal Puri Carangsari, Kecamatan Petang, Badung, ini.

Alit Yudha mengatakan Golkar jangan tergesa-gesa berproses. Beri pilihan yang banyak untuk paket calon yang akan ditandemkan dengan Mangku Pastika. Dan pernyataan Alit Yudha yang mengejutkan itu Mangku Pastika nanti adalah gubernur milik masyarakat Bali.

“Pastika kita inginkan menjadi gubernur masyarakat Bali. Saya tahu persis siapa Mangku Pastika. Ketika saya menjadi ketua Golkar, beliau Kapolda Bali, di mana dia harus berdiri saya paham betul beliau. Ketika era reformasi dulu saya juga tahu betul di mana beliau menempatkan diri,” ujar Alit Yudha.

Informasi yang dihimpun, cagub-cawagub di Golkar tinggal proses survei penguatan. Gubernur Made Mangku Pastika disebut-sebut sudah direkomendasikan oleh DPP Partai Golkar. Sesuai dengan juklak (petunjuk dan pelaksanaan) penjaringan cagub-cawagub di Golkar, cagub yang direkomendasikan DPP bisa memilih dan menentukan paketnya sendiri. Sumber di Golkar mengatakan saat ini deretan nama-nama yang sudah digodok sedang difinalisasi.

Sebelumnya beredar kabar perihal tandem untuk Pastika. Isunya, ada tiga kandidat yang disiapkan Golkar sebagai cawagub, yakni AA Gde Agung (Bupati Badung), Ketut Suwandhi (Wakil Ketua DPRD Bali), dan Wayan Geredeg (Bupati Karangasem).

AA Gde Agung merupakan tokoh Puri Agung Mengwi yang Bupati Badung dua kali periode, diusung Golkar bersama Demokrat. Sedangkan Ketut Suwandhi saat ini menjabat Wakil Ketua DPD Golkar Bali, selain Wakil Ketua DPRD Bali. Sebaliknya, Wayan Geredeg merupakan Bupati Karangasem yang juga Ketua DPD Golkar Karangasem. Sumber di lingkaran Golkar menyebutkan, Bupati Gde Agung, Bupati Geredeg, dan Ketut Suwandhi merupakan tiga nama yang punya kans terbesar menjadi Cawagub Bali untuk ditandemkan dengan Pastika, berdasarkan hitung-hitungan secara politis. “Kalau nanti Pastika jadi cagub, maka ketiga nama ini akan dicocokkan dengan kajian-kajian internal Golkar,” ujar sumber tersebut, Jumat (2/11).

Dia mengatakan, Golkar punya pertimbangan kenapa menyiapkan Bupati Gde Agung, Bupati Geredeg, dan Ketut Suwandhi sebagai calon pendamping Pastika di posisi Cawagub Bali. Kalau Gde Agung dan Suwandhi, pertimbangannya adalah faktor kewilayahan. Dalam konteks utara-selatan, Pastika merupakan representasi kekuatan Bali Utara, sementara Gde Agung dan Suwandhi representasi kekuatan Bali Selatan. Sedangkan Bupati Geredeg, kata dia, merupakan kader Golkar yang memiliki massa riil di belahan Bali Timur. “Ketika nama tokoh ini juga sudah dijajaki dengan lobi-lobi,” ujar politisi Golkar yang wanti-wanti namanya jangan dikorankan ini.

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen