Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Rekomendasi Cagub di PDIP Simpangsiur

Rekomendasi Cagub di PDIP Simpangsiur

Written By Dre@ming Post on Rabu, 21 November 2012 | 7:50:00 AM

Rabu, 21 Nopember 2012, 07:09

Rekomendasi Cagub di PDIP Simpangsiur - ist v/g: yan andie
DENPASAR - Rekomendasi Cagub-Cawagub Bali di internal PDIP untuk Pilgub 2013, kembali simpang siur. Informasi terbaru, ada tiga versi pasangan Cagub-Cawagub yang direkomendasi DPP PDIP: Made Mangku Pastika-Made Urip, AA Ngurah Puspayoga-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan paket incumbent Mangku Pastika-AA Puspayoga.

Paket Mangku Pastika-Mde Urip merupakan klaim dari kelompok pro Gubernur Pastika di internal PDIP. Sedangkan paket Puspayoga-Cok Ace adalah klaim dari kelompok pro Wagub Puspayoga di PDIP. Sebaliknya, kelompok non blok di internal PDIP menyebut rekomendasi jatuh ke paket incumbent Pastika-Puspayoga. Sumber di lingkaran PDIP pro Pastika menyebutkan, DPP PDIP merekomendasi paket Pastika-Made Urip sebagai Cagub-Cawagub Bali ke Pilgub 2013. Pastika merupaan Gubernur Bali saat ini yang diusung PDIP, sementara Made Urip adalah Ketua DPP PDIP asal Marga, Tabanan yang juga anggota DPR tiga kali periode.

Dia menyebutkan, DPP PDIP memilih paket Pastika-Urip untuk menghentikan polemik dan perpecahan kader di bawah, termasuk di jajaran pengurus DPD PDIP Bali. “Dengan alasan itu, DPP PDIP merekomendasi paket Pastika- Urip,” ujar sumber tersebut, Selasa (20/11).

Sedangkan kelompok PDIP pro Puspayoga menyebut rekomendasi sudah diterbitkan DPP PDIP untuk paket Puspayoga-Cok Ace sebagai Cagub-Cawagub Bali ke Pilgub 2013. Puspayoga merupakan elite PDIP dari Puri Satria Denpasar yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali, sementara Cok Ace (Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati) adalah Bupati Gianyar dari Puri Agung Ubud yang diusung Golkar. Sebaliknya, kelompok non blok di PDIP menyebut induk partainya pilih merekomendasi paket incumbent Pastika-Puspayoga. Salah seorang kader elite PDIP menyebutkan, Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri pilih pertahankan Pastika-Puspayoga untuk meredam konflik di Bali. “Penyelamatan Bali yang
akan dilakukan Bu Mega. Jadi, paket Pastika-Puspayoga ini akan diusung lagi ke Pilgub Bali 2013,” ujarnya.

Jika versi pertama (paket Pastika-Made Urip) dan versi ketiga (Pastika-Puspayoga) yang akhirnya diusung PDIP, maka scenario tarung head to head di Pilgub Bali 2013 yang digagas koalisi besar Golkar-Demokrat-Gerindra-Hanura bisa buyar. Sebelumnya, koalisi besar inisudah sepakat akan mengusung Pastika sebagai Cagub guna tarung head to head melawan jago PDIP (versi kedua: Puspayoga-Cok Ace) di Pilgub 2013 mendatang.

Golkar bahkan sudah mengarahkan tiga kandidat Cawagub sebagai pendamping Pastika di Pilgub Bali 2013, yakni Bupati Badung AA Gde Agung, Bupati Karangasem Wayan Geredeg, dan Wakil Ketua DPRD Bali Ketut Suwandhi. Ketua DPD Demokrat Bali, Ketut Mudarta, juga sudah memastikan koalisi besar akan usung Pastika sebagai Cagub 2013. Sedangkan anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Gede Winasa, secara khusus telah menemui Pastika agar bersedia maju ke Pilgub Bali 2013 dengan kendaraan koalisi parpol.

Dikonfirmasi secara terpisah, Selasa kemarin, Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto justru membantah sudah ada rekomendasi paket Cagub-Cawagub Bali untuk Pilgub 2013. Menurut Hasti, informasi soal paket-paket alternatif yang beredar itu tidak benar. “Itu informasi yang tidak benar,” tandas Hasto. Menurut Hasto, DPP PDIP masih fokus ke Pilgub Jawa Barat 2012 dan Pilgub Sumatra Utara 2012. Sedangkan Pilgub Bali 2013, kata Hasto, baru akan digarap dan diputuskan setelah Pilgub Jabar dan Pilgub Sumut. Sejauh ini, sama sekali belum ada rapat DPP PDIP untuk membahas Pilgub Bali 2013. “Rekomendasi Cagub dan Cawagub akan dibahas dalam rapat pleno DPP PDIP, setelah nanti ada hasil survei sesuai dengan Juklak 031 A. Masalah Cagub-Cawagub Bali itu baru akan dibahas di rapat pleno setelah Pilgub Jabar dan Pilgub Sumut,” tandas Hasto.

Ditambahkan Hasto, DPP PDIP masih mensurvei dan menguji nama-nama kandidat Cagub dan Cawagub, untuk mengetahui keinginan masyarakat Bali. “Hasil survei memang tidak mutlak menjadi patokan kita. Kayak di DKI Jakarta, kita menggunakan survei untuk menilai dan menguji keinginan rakyat. Di sana kan figur Jokowi yang diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Puspayoga dan Cok Ace sama-sama hadir dalam acara kemanusiaan dan perdamaian yang digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi di kawasan Niti Mandala Denpasar, Selasa kemarin. Namun, saat dikonfirmasi soal isu rekomendasi Cagub Bali 2013 yang diturunkan DPP PDIP kepada dirinya, Puspayoga tidak mau berkomentar.

Puspayoga langsung menyilangkan jari telunjuk di mulut saat ditanya soal isu telah menjemput rekomendasi Cagub ke DPP PDIP. Ketika didesak lagi, sambil berjalan tergesa-gesa Puspayoga tidak berkomentar satu patah kata pun. Sebaliknya, Cok Ace embantah dirinya maju sebagai Cawagub Bali untuk mendampingi Puspayoga ke Pilgub 2013. Cok Ace mengaku dirinya tidak ada niat mencalonkan diri ke Pilgub Bali 2013. Kalaupun selama ini dirinya kerap bertemu Megawati di Villa Cucukan (Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, itu bukan bukti dia mau maju sebagai tandem Puspayoga.“Parameternya tidak di sana. Bu Mega biasa begitu. Kalau ada tanaman yang mati, pasti saya yang ditanya,” jelas Cok Ace.

Apakah ada diminta Puspayoga menjadi Cawagub? “Nggak ada. Berita di media itu hanya bercanda saja. Saya nggak ada niat menjadi Wakil Gubernur. Saya juga saya dibilang memenangkan PDIP (di Pilkada Gianyar 2012), nggak sejauh gitu,” tegas tokoh dari Puri Agung Ubud yang diusung Golkar sebagai Bupati Gianyar ini.

Soal kehadirannya bersama Puspayoga dalam acara di Bajra Sandhi kemarin, menurut Cok Ace, hal itu karena dirinya memang dekat dengan seluruh elemen masyarakat. Kebetulan, dirinya diundang. “Di sini kan banyak anggota Bakti Negara (perguruan pencak silat) hadir. Saya memang dekat dan menjadi pengurus Bakti Negara,” tangkis Cok Ace.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen