Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » PDIP Terbelah Jadi Lima

PDIP Terbelah Jadi Lima

Written By Dre@ming Post on Selasa, 27 November 2012 | 7:45:00 AM

Selasa, 27 Nopember 2012, 07:09

ist
SEMARAPURA - Menjelang dimulainya tahap penjaringan calon untuk Pilkada Klungkung 2013, internal PDIP diisukan terbelah menjadi lima faksi. Masing-masing kubu ini berupaya mendapatkan tiket rekomendasi Calon Bupati (Cabup) Klungkung dari DPP PDIP, yakni Faksi AA Gde Anom, Faksi Tjokorda Gde Agung SW, Faksi Ketut Mandia, Faksi Ida Ayu Indra Kondi Santosa, dan Faksi Abu-abu.

AA Gde Anom merupakan Sekretaris DPC PDIP yang kini menjabat Ketua DPRD Klungkung. Faksi AA Gde Anom ini disebut-sebut mendapat dukungan dari Ketua DPC PDIP yang kini Bupati Klungkung, Wayan Candra. Gung Anom---panggilan AA Gde Anom---menjadi salah satu kandidat terkuat untuk mendapatkan tiket Cabup Klungkung.

Sedangkan Tjokorda Gde Agung merupakan kader PDIP yang kini menjabat Wakil Bupati Klungkung. Seperti halnya Gung Anom, Tjok Gde Agung pun menjadi salah satu kandidat kuat peraih tiket rekomendasi Cabup Klungkung di internal PDIP.

Sumber di lingkaran PDIP menyebutkan, Faksi Tjok Gde Agung mendapat dukungan dari AA Ngurah Puspayoga (elite PDIP dari Puri Satria Denpasar yang kini Wakil Gubernur Bali). “Kedekatan hubungan mereka sudah terjalin lama. Selain menyangkut politik, juga kedekatan karena kekerabatan sesama keluarga puri,” ujarnya di Semarapura, Senin (26/11).

Sebaliknya, Ketut Mandia merupakan fungsionaris DPD PDIP Bali yang kini anggota DPRD Bali. dan kawan-kawan. Ketut Mandia disebut-sebut punya modal popularitas lumayan kuat di kalangan bawah
sebagai bekal untuk tarung ke Pilkada Klungkung 2013.

“Saya berani taruhan, Ketut Mandia pasti maju ke Pilkada 2013. Dia populer di bawah karena sejak lama aktif bergerilya melalui aksi sosialnya,” ujar seorang kader PDIP asal Dawan, Klungkung. “Hanya saja, Faksi Ketut Mandia tidak sekuat Faksi Gung Anom dan Tjok Gde Agung.”

Sementara, Ida Ayu Indra Kondi Santosa merupakan Srikandi PDIP asal Griya Pidada, Klungkung yang punya jaringan yang punya jaringan kuat di bawah. Seperti halnya Ketut Mandia, kata sumber tadi, Ida Ayu Kondi juga populer di bawah karena rajin mensosialisasikan dirinya lewat beragam aktivitasnya. “Buktinya, Ida Ayu Kondi nyaris lolos ke Senayan saat jadi caleg untuk kursi DPR Dapil Bali dalam Pileg 2009,” katanya.

Sedangkan kelompok kelima yakni Faksi Abu-abu terdiri dari jajaran kader senior seperti Wayan Sutena (politisi asal Desa Tegak yang mantan Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Klungkung) dan Anak Agung Gde Bagus (politisi asal Desa Gelgel yang juga mantan Ketua DPRD sekaligus Ketua DPC PDIP Klungkung). Kelompok ini sifatnya masih menunggu situasi. Namun, Sutena dan Gung Bagus tidak berada satu barisan, melainkan bergerak sendiri-sendiri. Kendati ada lima faksi, berdasarkan analisis politik sejumlah tokoh, persaingan berebut tiket Cabup Klungkung di internal PDIP mengarah ke tarung head to head antara Tjok Gde Agung vs AA Gde Anom. Sebuah versi menyebutkan, Tjok Gde Anom mendapat restu dari Ananda Prabowo, putra dari Ketua Umum DPP PDIP Megawati, yang kebagian tugas membawahi Bali. Selain punya kedekatan, Tjok Gde Agung juga dianggap menguasai medan pertarungan selaku kandidat incumbent.

“Jika Tjok Gde Agung direkomendasi sebagai Cabup, maka calon pendampinginya di posisi Cawabup Klungkung kemungkinan besar Ketut Mandia. Soalnya, Tjok Gde Agung bisa kerjasama dengan Ketut Mandia yang relative masih muda,” kata sumber tersebut. “Ketut Mandia itu laris manis. Sebab, Gung Anom juga mengincarnya sebagi pendampingnya di posisi Cawabup.”

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Klungkung Wayan Candra membantah ada faksi-faksi di internal kadernya menjelang pejaringan calon untuk Pilkada 2013. Merujuk ke SK 031A DPP PDIP Tahun 2011, menurut Candra, yang ada adalah proses dan tata cara penjaringan serta penyaringan Cabup dan Cawabup. Kalaupun disebutkan ada faksi-faksi, menurut Candra, itu merupakan pendapat pribadi. Menurut Bupati Candra, calon tersebut mesti punya kemampuan, meliputi kemampuan finansial, kemampuan meraih suara, serta punya dukungan untuk memenangkan Pilkada, selain memiliki kualiltas dan kompetensi. Prosesnya, mendaftar atau diusulkan ke partai.

“Itulah yang menjadi parameter politik di PDIP, bukan faksi-faksian,” tegas Candra saat dikonfirmasi, Senin kemarin. “Karena, mereka yang siap maju, harus betul-betul siap mental. Uang saja tidak cukup, kalau tak punya kemampuan. Punya kemampuan dan finansial, etapi tidak dipercaya partai, juga sia-sia,” lanjut Bupati Klungkung dua kali periode ini. 

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen