Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Ada Skenario Paket Puspayoga-Urip

Ada Skenario Paket Puspayoga-Urip

Written By Dre@ming Post on Senin, 12 November 2012 | 7:20:00 AM

Senin, 12 Nopember 2012, 06:59

AA Ngurah Puspayoga dengan PKS
DENPASAR - Setelah kandidat incumbent AA Ngurah Puspayoga hampir dipastikan akan diusung PDIP sebagai Calon Gubernur (Cagub) Bali ke Pilgub 2013, muncul berbagai skenario soal tandemnya di posisi Calon Wakil Gubernur (Cawagub). Dari berbagai skenario itu, pasangan kombinasi kader-kader Puspayoga-Made Urip yang punya kans paling besar untuk diusung PDIP sebagai Cagub-Cawagub.

Puspayoga merupakan kandidat incumbent yang kini menjabat Wakil Gubernur Bali. Dia salah satu simbol kekuatan PDIP sari Puri Satria Denpasar. Sedangkan Made Urip merupakan kader Banteng Gemuk asal Marga, Tabanan yang kini menjabat Ketua DPP PDIP. Selain itu, Made Urip merupakan anggota Fraksi PDIP DPR tiga kali periode.

Kecuali skenario paket Puspayoga-Made Urip, masih ada wacana paket Puspayoga-Cok Ace dan Puspayoga-Putu Agus Suradnyana. Yang disebut terakhir, Agus Suradnyana merupakan kader PDIP yang baru tiga bulan dilantik sebagai Bupati Buleleng, sehingga kecil kemungkinan langsung ditarik jadi Cawagub pendamping Puspayoga, meskipun punya taji untuk mendulang suara di Gumi Panji Sakti. Sebaliknya, Cok Ace (panggilan akrab Tjokorda Oka Artha Ardhan Sukawati) merupakan Bupati Gianyar 2008-2013 yang diusung Golkar. Sebagian kalangan di PDIP kabarnya masih berharap tampilnya paket Puspayoga-Cok
Ace, sebagai representasi jika terjadi Koalisi Merah-Kuning (PDIP-Golkar) ke Pilgub Bali 2013 mendatang.

Namun, menurut sumber di lingkaran elite PDIP Bali, Minggu (11/11), rekomendasi Cagub-Cawagub dari DPP PDIP sepertinya mengarah ke paket Puspayoga-Made Urip. Pertimbangannya, rating Made Urip dalam survei internal PDIP juga tinggi. Kecuali itu, Made Urip orangnya law profile dan dianggap bisa kompak berpaket dengan Puspayoga.

“Ibu Mega (Ketua Umum DPP PDIP Megawati) mengisyaratkan kita ini partai besar, punya kursi cukup banyak di legislatif, harus percaya diri mengusung paket calon internal. Jadi, arahnya ke paket Puspayoga-Made Urip,” ujar elite DPD PDIP Bali yang wanti-wanti namanya tidak dikorankan ini. Dia menyebutkan, jajaran Fraksi PDIP DPR Dapil Bali juga kompak mendukung jika Made Urip yang diusung sebagai Cawagub pendamping Puspayoga. “Jika mengusung Made Urip sebagai tandem Puspayoga, elite PDIP di Senayan bisa bergerak semua. Wayan Koster juga semangat,” katanya sembari menyebut pasemetonan Warga Pasek juga mendukung paket ini.

Bahkan, lanjut dia, Sekretaris DPD PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama yang notabene mantan Bupati Tabanan dua kali periode juga sreg jika Made Urip yang maju jadi tandem Puspayoga di posisi Cawagub. “Jika paket Puspayoga-Made Urip gol dan terpilih di Pilgub Bali 2013, Pak Adi Wiryatama kemungkinan akan didorong maju ke DPRD Bali lewat Pileg 2014,” katanya.

Bagaimana dengan Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat yang kini Ketua DPRD Bali? Menurut sumber tadi, Cok Rat mungkin tidak akan enak hati menjadi Ketua DPRD Bali, jika Puspayoga menjadi Gubernur. “Karenanya, Cok Rat akan maju ke Senayan sebagai anggota DPR.” Sayangnya, Adi Wiryatama belum berhasil dikonfirmasi soal skenario paket Puspayoga-Made Urip sebagai Cagub-Cawagub Bali ke Pilgub 2013. Saat dihubungi melalui ponselnya semalam, Sekretaris DPD PDIP Bali ini tidak berhasil dikontak.

Sebaliknya, Made Urip yang dikonfirmasi secara terpisah tadi malam, mengakui dirinya belum pernah diminta ataupun dihubungi siapa pun untuk maju sebagai Cawagub Bali. Terlebih, DPP PDIP belum pernah menggelar rapat pleno terkait proses pengajuan bakal Cagub-Cawagub Bali 2013. “Saya belum pernah dihubungi ataupun diminta. Lagian, di DPP PDIP ‘kan belum ada pembahasan apa-apa,” ujar Made Urip.

Biasanya, lanjut Made Urip, menjelang penetapan Cagub-Cawagub, para kandidat dipanggil dulu dan diajak bicara oleh DPP PDIP. Tapi, sejauh ini belum ada sama sekali. “Lagian, saya juga tipe orang yang tidak berambisi. Kalau saya kanggoang amone dogen (sudah cukup segini saja). Apa yang dikejar dalam hidup ini? Yang biasa-biasa sajalah. Kalau sudah ada kabar, nanti pasti disampaikan,” kata politisi senior PDIP yang getol memperjuangkan masalah pertanian ini.

Menurut Made Urip, saat ini dirinya sedang mengajak para petani asal Tabanan melaksanakan studi banding ke Jawa Tengah. Karenanua, dia belum tahu soal adanya paket Cagub-Cawagub yang disebutkan dirinya mengarah jadi tandem Puspayoga. Made Urip justru mempertanyakan soal kemungkinan Puspayoga berpaket dengan Cok Ace. “Saya dengar malah Cok Ace jadi pasangannya.” Bagaimana kalau DPP PDIP merekomendasi paket Puspayoga-Made Urip? Menurut Made Urip, dirinya tidak mau berandai-andai. ”Saya nggak berandai-andailah,” elak anggota Komisi V DPR ini.

Sementara itu, Bupati Badung AA Gde Agung kabarnya tidak mau maju sebagai Cawagub Bali ke Pilgub 2013. Padahal, semula kubu Golkar berniat memasang tokoh Puri Agung Mengwi ini sebagai Cawagub Bali pendamping Made Mangku Pastika (kandidat incumbent yang kini menjabat Gubernur Bali). Hal ini juga diakui Ketua Bappilu DPD I Golkar Bali, Dewa Ayu Sri Wigunawati. Menurut Wigunawati, Bupati Gde Agung sudah dilobi petinggi Golkar Bali untuk beresia jadi tandem Pastika. Namun, Gde Agung menolak dengan dalih ingin tetap konsentrasi memimpin Badung sampai 2015.

“Tadi (kemarin) rapat di DPD I Golkar Bali sudah begitu hasilnya. Sudah diumumkan (Gde Agung tak mau jadi Cawagub pendamping Pastika),” ujar Wigunawati saat dikonfirmasi seusai rapat di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati 9 Denpasar, Minggu kemarin.

Karena Bupati Gde Agung menolak, menurut Wigunawati, maka rapat di Sekretariat DPD I Golkar Bali yang menghadirkan pula jajaran DPD II Golkar se-Bali kemarin mengusulkan dua nama sebagai kandidat Cawagub pendamping Pastika. Mereka masing-masing Wayan Geredeg (Bupati Karangasem yang Ketua DPD II Golkar Karangasem) dan Ketut Suwandhi (Wakil Ketua DPRD Bali yang Wakil Ketua DPD I Golkar Bali).

Kedua kader Golkar ini, menurut Wigunawati, diproyeksikan karena Golkar ingin menghasilkan kepala daerah yang order (orisinil kader). “Hampir seluruh aspirasi kader di DPD II Golkar se-Bali setuju Ketut Suwandhi dan Wayan Geredeg,” tegas Srikandi Golkar asal Mendoyo, Jembrana yang juga Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Bali ini. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen