Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , » 10 Korban Arak Harus Cuci Darah

10 Korban Arak Harus Cuci Darah

Written By Dre@ming Post on Senin, 03 September 2012 | 7:45:00 AM


Senin, 3 September 2012, 07:29

DENPASAR - Korban pesta minuman keras jenis arak methanol dari Desa Katung, Kecamatan Kintamani, Bangli yang dilarikan ke RS Sanglah, Denpasar, sejak Sabtu (1/9) dinihari, ternyata mencapai total 41 orang. Hingga Minggu (2/9) pagi, 10 korban di antaranya masih dirawat intensif, bahkan harus menjalani cuci darah. Sedangkan selebihnya, sudah dipulangkan dari RS Sanglah, termasuk dua korban tewas.

Sepuluh (10) korban arak methanol yang masih dirawat di RS Sanglah kemarin pagi masing-masing I Wayan Candi, 43, I Gede Antara Wijaya, 25, I Nyoman Perdiana, 22, I Wayan Sudiana, 20, I Wayan Wartana, 27, I Nengah Afiana, 26, I Wayan Parsa, 35, I Ketut Darma, 23, I Nyoman Suaka, 36, dan I Ketut Kariasa, 36. Data yang dihimpun, para korban pesta miras asal Desa Katung ini dirawat intensif pada tiga ruangan berbeda di RS Sanglah, yakni Ruang Mahotama, Ruang Angsoka, dan Ruang Mawar. Menurut Kepala Sub Bagian Humas RS Sanglah, dr Kadek Nariyantha, kondisi 10 korban pesta miras yang masih dirawat ini sudah stabil.

Namun, kata dr Kadek Nariyantha, mereka masih harus menjalani proses cuci darah. “Proses cuci darah tersebut harus dilakukan untuk meminimalkan kandungan racun yang ada di dalam tubuhnya,” jelas dr Nariyantha. Dr Nariyantha memaparkan, korban pesta miras dari Desa Kantung yang sempat dirawat di RS Sanglah mencapai total 41 orang. Selain itu, ada 2 korban pesta miras yang hingga Minggu kemarin masih dirawat di RS Dharma Yadnya Denpasar, 3 korban dirawat di RSUD Bangli, di samping 8 korban yang
sempat dirawat di RS Sanjiwani Gianyar.

Dari 41 korban yang dibawa ke RS Sanglah, dua di antaranya meninggal dunia dalam perawatan, masing-masing I Wayan Mundra, 35, dan I Wayan Sujana, 35. Korban tewas Wayan Mundra (kesehariannya sebagai petani) meregang nyawa di RS Sanglah, Sabtu pagi pukul 09.00 Wita. Sementara korban tewas Wayan Sujana (yang bekerja sebagai sipir) meregang nyawa di RS Sanglah, Sabtu siang pukul 13.45 Wita.

Sebetulnya, ada satu lagi korban tewas akibat pesta miras pasca Hari Raya Galungan di Desa Katung ini. Dia adalah I Wayan Ristana, 27, seorang sopir yang meregang nyawa di rumahnya, Jumat (31/8) malam pukul 23.30 Wita. “Sedangkan 29 korban selamat lainnya sudah dibolehkan pulang dari RS Sanglah. Selain itu, ada satu pasien lagi yang memilih pulang paksa dari rumah sakit, setelah orangtuanya meninggal,” terang dr Nariyantha saat dikonfirmasi di RS Sanglah, Minggu kemarin.

Hingga saat ini, pihak RS Sanglah belum mengetahui pasti kandungan alkohol yang ditenggak para korban pesta miras di Desa Katung. Apalagi, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban tewas. Namun, berdasarkan gejala secara klinis yang dialami para korban, kuat dugaan arak yang ditenggak sudah tercampur methanol. “Untuk mengetahui seberapa besar kandungannya, harus dilakukan toksikologi forensik,” terang Kepala Forensik RS Sanglah, dr Dudut Rustiadi, Minggu kemarin.

Dia menegaskan, tindakan cuci darah terhadap 10 korban yang masih menjalani perawatan intensif di RS Sanglah bertujuan untuk mengurangi kadar racun dalam tubuh. Pasalnya, efek yang ditimbulkan terhadap tubuh sangat berbahaya. Tapi, lanjut dr Dudut, ada tiga hal yang mempengaruhi keselematan korban: konsentrasi minuman yang ditenggak, jumlah minuman yang dikonsumsi, dan daya tahan tubuh si peminum.

Karena itu, risiko terburuk yang dialami korban selamat arak methanol juga tergantung kepada tiga faktor tadi. “Tapi, kemungkinan terburuknya adalah kebutaan permanen hingga serangan pada organ dalam seperti ginjal,” tegas dr Dudut. Pasalnya, lanjut dia, kandungan alkohol yang ada pada methanol sangat berbahaya dan menyerang saraf manusia. Methanol biasa digunakan pada industri seperti cat kayu, spirtus, dan bahan industri lainnya.

Sementara itu, Sat Reskrim dan Sat Narkoba Polres Bangli sudah mengamankan sisa arak di Desa Katung yang belum terjual dan pembungkus plastik arak di lokasi pesta miras. Sisa arak dan pembungkus arak tersebut kemudian dikirim ke Puslabfor Mabes Polri Cabang Denpasar.

Berdasarka uji Puslabfor, diketahui sisa arak dalam bungkusan plastik terindikasi mengandung methanol 9 persen. Kalau zat berbahaya ini diminum, bisa menyebabkan kematian. Menurut Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Ida I Dewa Nyoman Rai, dari hasil penyelidikan yang dilakukannya, terungkap arak maut yang dikonsumsi para korban sebelumnya dibeli dari warung milik I Wayan Gawan alias Kancut, 35.

Wayan Gawan sendiri telah digelandang ke Mapolres Bangli untuk dimintai keterangannya. “Dari hasil pemeriksaan terhadap Wayan Gawan, yang bersangkutan mengaku mendapatkan arak tersebut dari Yanto (asal Batur, Kecamatan Kintamni) dan I Made Ellen (asal Payangan, Gianyar),” ungkap Dewa Rai secara terpisah di Bangli, Minggu kemarin.

Wayan Gawan mengaku membeli 2 jirigen arak berisia 60 liter dari Yanto pada Senin (27/8) atau dua hari sebelum Galungan. Ternyata, arak yang didapatkan dari Yanto habis terjual, Rabu (29/8) pagi---pas Hari Raya Galungan. Karena stok arak habis, Wayan Gawan kembali menghubungi Yanto untuk order susulan. “Oleh Yanto, dikatakan kalu stok araknya sudah habis,” terang Dewa Rai. Nah, karena tidak mendapatkan arak dari Yanto, akhirnya Wayan Gawan menghubungi temanya di Payangan, Made Ellen. Ternyata, Made Ellen bisa mengirim 1 jirigen arak berisi 30 liter kepada Wayan Gawan, Rabu sore.

Menurut Dewa Rai, pihaknya telah menelusuri asal-usul arak maut tersebut dengan memeriksa Yanto. Berdasarkan pengakuan Yanto, arak tersebut didapatkan dari I Wayan Wiranata di Desa Nongan, Kecamatan Sidemen, Karangasem. “Kami juga akan memeriksa penyuplai arak lainnya, Made Ellen. Saat ini, Made Ellen masih dijemput di Payangan,” beber Dewa Rai yang kemarin didampingi Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Gusti Sudarma Putra.

Pihak kepolisian juga masih menyelidiki dari mana methanol 9 persen yang dipakai mencampur arak maut di Desa Kantung tersebut. Dugaan awal, methanol tersebut sumbernya dari Payangan. Indikasi ini semakin kuat berdasarkan penuturan Wayan Gawan bahwa jiregen arak warna biru yang dipesan terakhir datang dari Payangan. “Kita masih selidiki apa benar warna biru itu milik Made Ellen dari Payangan,” ujar sumber di Mapolres Bangli, Minggu kemarin.

Di sisi lain, Kepala Desa (Perbekel) Katung, I Ketut Putra, mengatakan tiga korban tewas akibat pesta miras sudah langsung dikluburkan keluarganya di Setra Desa Pakraman Katung, Sabtu lalu. “Mengacu awig-awig desa adat, jenazah harus langsung dikuburkan karena ada rerahinan Pemacekan Agung pasa Soma Kliwon Kuningan, Senin (3/9) besok,” ungkap Ketut Putra saat dikonfirmasi secara terpisah, Minggu kemarin. 

Dre@ming Post______
sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen