Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Sekretaris Desa Tewas Dibunuh

Sekretaris Desa Tewas Dibunuh

Written By Dre@ming Post on Selasa, 14 Agustus 2012 | 7:18:00 AM

Selasa, 14 Agustus 2012, 07:09

GIANYAR - Sekretaris Desa (Sekdes) Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, I Ketut Daging, 46, tewas dibunuh di Jalan Kutilang Nomor 2 Banjar Teges Kaja, Kota Gianyar, Senin (13/8) petang. Dugaan sementara, korban Ketut Daging dihabisi karena sang Sekdes selingkuhi istri salah satu pelaku, I Nyoman Ruti, 55, asal Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan.

Korban Ketut Daging dibunuh Senin petang sekitar pukul 18.35 Wita. Mayatnya ditemukan dalam kondisi bersandar di tembok sambil memegangi perutnya yang bersimbah darah, dengan usus terburai, di pekarangan rumah milik keluarga almarhum I Nyoman Susangka di Jalan Kutilang Nomor 2 Banjar Teges Kaja-Gianyar. Pelaku pembantaian yang menghabisi nyawa Sekdes Negari ini diperkirakan berjumlah tiga orang. Dua pelaku di antaranya sudah langsung ditangkap Tim Buser Polres Gianyar, tadi malam sekitar 3 jam pasca pembunuhan, masing-masing I Nyoman Ruti, 55 (warga Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung yang tinggal di Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar) dan I Nyoman Susanto, 47 (warga Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar).

Kedua pelaku ditangkap secara terpisah di rumahnya masing-masing, tadi malam sekitar pukul 21.30 Wita. Pelaku Nyoman Ruti dan Nyoman Susanto langsung diamankan ke Mapolres Gianyar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Demikian pula istri pelaku Nyoman Ruti, Ni Ketut Dar, 46, ikut diamankan ke Mapolres Gianyar. Sedangkan satu pelaku lainnya, Mang Antok, hingga tadi malam masih
diburu jajaran Polres Gianyar.

Informasi yang dihimpun di lapangan, mayat korban Ketut Daging ditemukan bersandar setengah jongkok di tembok sisi barat pekarangan rumah almarhum Nyoman Susangka, beberapa menit setelah pembunuhan. Di pinggir jalan depan mayat Sekdes Ketut Daging, ditemukan sepeda motor dinas plat merah nopol DK 2873 M milik korban. Kematian tragis Sekdes Negari ini pertama kali diketahui oleh Nurahman alias Nur, 38, seorang tukang batako yang tinggal di seberang jalan rumah keluarga almarhum Nyoman Susangka.

Awalnya, saksi Nur merasa tergganggu mendengar gonggongan anjing yang menjalak di depan bangunan bedeng batakonya. Setelah dicek, ternyata di sebarang jalan ternyata ada mayat dalam posisi bersandar setengah jongok di tembok pekarangan rumah Nyoman Susangka. Mayat korban ditemukan dalam posisi kedua tangan mendekap perut. Diduga kuat, korban berusaha memegang ususnya yang terburai akibat luka bacok cukup parah.

Di tengah kekagetannya, saksi Nur langsung memberitahukan temuan heboh ini kepada warga lainnya. Kemudian, salah seorang warga sekitar TPK pembunuhan melaporkan kasus ini ke Polres Gianyar. Begitu mendapat laporan, petugas dari Polres Gianyar pun terjun ke lokasi kejadian untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Pada saat bersamaan, lokasi TKP menjadi tontonan ratusan warga. Di lokasi TKP, polisi mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan melakukan investtigasi lebih lanjut. Dari situ, polisi mengarahkan kecurigaan kepada dua pelaku, I Nyoman Ruti dan Nyoman Susanto. Dengan mengantongi beberapa keterangan dan alibi, Tim Buser Polres Gianyar lanjut mengejar pelaku, sementara mayat korban dikirim ke Kamar Jenazah RSUD Sanjiwani Gianyar.

Berdasarkan hasil visum luar oleh tim dokter RSUD Sanjiwani Gianyar, korban Ketut Daging tewas dengan dua luka gorok di bagian leher depan dan leher kiri, luka tusukan di jantung, tusukan di perut bagian tengah dan bagian kanan. Bahkan, luka tusukan di perit masing-masing dengan lebar 15 cm dan 10 cm, hingga usus korban terburai.

Jajaran Polres Gianyar tidak memerlukan waktu lama untuk meringkus dua pelaku, I Nyoman Ruti dan I Nyoman Susanto. Hanya berselang 3 jam pasca pembunuhan, kedua pelaku berhasil ditangkap polisi tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing. Hingga berita ini naik cetak, kedua pelaku masih diperiksa intensif penyidik Polres Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP I Nengah Sadiarta, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kasus ini dipicu motif cemburu berat pelaku utama Nyoman Ruti. Pasalnya, korban Ketut Daging yang menjabat sebagai Sekdes Negari selingkuhi istri pelaku Nyoman Ruti, Ni Ketut Dar. Menurut keterangan pelaku Nyoman Ruti kepada polisi, dirinya sudah pernah menasihati korban ketut Daging agar tidak terus-terusan menyelingkuhi istrinya. “Karena cemburu, pelaku bahkan pernah menyerempet korban di jalanan saat sama-sama naik sepeda motor di sekitar TKP pembunuhan,” terang Nengah Sadiarta kepada di Mapolres Gianyar, tadi malam.

Karena rasa cemburu berat istrinya diselingkuhi, Senin sore kemarin pelaku Nyoman Ruti bersama rekannya, Nyoman Susanto, sengaja memata-matai korban Ketut Daging. Mereka melihat sang Sekdes Negari sedang berada di dalam mobil istri pelaku Nyoman Ruti, Ni Ketut Dar, melintas di dekat Studio Senam Kebugaran Gianyar, tidak jauh dari lokasi TKP.

Merasa aksi perselingkuhannya diketahui oleh suami Ni Ketut Dar, korban Ketut Daging langsung keluar dari mobil WIL-nya. Kemudian, korban tancap gas dengan sepeda motor plat merahnya dan berusaha kabur dari orang-orang yang membuntuti mobil Ni Ketut Dar.

Namun sial, kedua pelaku, Nyoman Ruti dan Nyoman Susanto, berhasil mengejar korban Ketut Daging yang mengendarai motor plat merah. Karban langsung diserempet, hingga jatuh dari motornya. Nengah Sadiarta mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, korban Ketut Daging sempat melakukan perlawanan saat jatuh dari motornya.

“Korban sempat melayangkan pukulan ke arah pelaku Nyoman Ruti. Namun, Nyoman Ruti membalas dengan beberapa kali bacokan menggunakan pisau dapur yang telah disiapkan sejak awal. Korban pun tumbang dan tewas bersimbah darah di lokasi TKP,’’ jelas Nengah Sadiarta.

Habis membunuh korban, kedua pelaku langsung pulang ke rumahnya masing-masing di Gianyar. Sedangkan satu orang lagi yang diduga ikut dalam aksi pembantaian Kades Negari kemarin, Mang Antok, berhasil kabur dari pengejaran polisi. Sementara itu, Bupati Klungkung Wayan Candra terkejut dengan kasus kematian tragis Sekdes Negari, Ketut Daging. Bupati Candra sangat menyayangkan kasus ini. Bahkan, Bupati Candra mengaku prihatin dengan insiden main hakim sendiri, yang menyebabkan korban nyawa.

‘Kita sangat prihatin, karena aksi main hakim sendiri yang merenggut nyawa korban ini justru terjadi di tengah upaya penegakan supremasi hukum,” ujar Bupati Candra saat dikonfirmasi per telepon melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Klungkung, Wayan Sumarta, tadi malam. “Kita berharap jajaran kepolisian mengusut tuntas kasus ini,” lanjutnya. 


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Pergerakan Magma GA Menurun, Drone Diterbangkan Ambil Sampel Gas

Gunung Agung siang tadi, Sabtu (18/11/2017) Pengamatan PVMG Seminggu Terakhir, Begini Pergerakan Magmanya AMLAPURA - Gunung Agung...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen