Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » "Melecehkan Umat Hindu", KPID Bali Minta Tayangan Sembilan Wali Dihentikan

"Melecehkan Umat Hindu", KPID Bali Minta Tayangan Sembilan Wali Dihentikan

Written By Dre@ming Post on Kamis, 02 Agustus 2012 | 7:06:00 AM

Kamis, 02 Agustus 2012 06:39

DENPASAR - Tayangan sinetron Sembilan Wali di Indosiar memicu ketersinggungan umat Hindu, karena sejumlah episodenya menyinggung bahkan dinilai melecehkan umat Hindu.

Berdasarkan pengaduan masyarakat dan pemantauan langsung, akhirnya Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali mengeluarkan teguran keras dan permintaan agar sinetron yang ditayangkan di Indosiar setiap pukul 20.00 Wita itu dihentikan.

"Teguran pertama tidak ditanggapi. Kami mengeluarkan teguran kedua sekaligus minta tayangan Sembilan Wali dihentikan," ujar Ketua KPID Bali, Komang Suarsana, Rabu (1/8).

KPID Bali menilai sinetron tersebut termasuk kategori fiksi sejarah atau legenda yang di dalamnya mengandung pro-kontra dan konflik antara faham Hindu dan faham Islam.

Sebagai fiksi sejarah, kata Suarsana, seharusnya ada peran pakar sejarah dari kedua faham yang dipertentangkan yang menjadi konsultan atau advisor, agar terjadi keseimbangan dan otorisasi kebenaran informasi dalam setiap alur cerita yang disiarkan, yang ditampilkan dalam prolog cerita maupun ending title-nya.

Berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) Pasal 6 dan Pasal 7, sinetron Sembilan Wali dinyatakan melakukan
sejumlah pelanggaran.

Sinetron Sembilan Wali bertendensi melanggar pemanfaatan program untuk kepentingan publik, karena hanya menguntungkan kelompok tertentu. Sinetron tersebut juga tidak mencerminkan penghormatan terhadap SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

"Yang jelas-jelas, sinetron Sembilan Wali terindikasi mengandung pelecehan, dalam hal ini terhadap umat Hindu," kata Suarsana yang mengaku menerima pengaduan dari sejumlah LSM, termasuk dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali terkait tayangan sinetron tersebut.

P3SPS menegaskan program siaran materi agama dilarang mengandung serangan, penghinaan, pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan agama tertentu. Termasuk juga dilarang menyajikan perbandingan antaragama. Suarsana merinci, surat teguran pertama sudah dilayangkan kepada Indosiar dan KPI Pusat, tetapi tidak mendapat tindak lanjut.

"Kami keluarkan teguran keras kedua tanggal 31 Juli dengan harapan mendapatkan respons dari pihak Indosiar maupun KPI Pusat," tegas Suarsana.

Seperti disaksikan para pemirsa televisi setiap malam, sinetron Sembilan Wali dalam alur ceritanya seakan-akan memberikan gambaran sejarah yang nyata dan benar-benar terjadi tentang masuknya pengaruh Islam ke Nusantara, khususnya ke Kerajaan Majapahit.

Kisahnya dibumbui cerita-cerita horor, kedigjayaan yang seakan-akan memberi gambaran kehebatan para Wali yang berlatarkan faham Islam untuk menundukkan masyarakat dan Kerajaan Majapahit sebagai penganut faham Hindu.

sumber : MICOM
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen