Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Dua Elite Golkar Nyaris Adu Jotos

Dua Elite Golkar Nyaris Adu Jotos

Written By Dre@ming Post on Selasa, 08 Mei 2012 | 8:29:00 AM

Selasa, 8 Mei 2012, 08:09

SINGARAJA - Konflik internal Golkar pasca kekalahan telak di Pilkada Buleleng 2012, semakin meruncing. Bahkan, salah satu Pengurus Desa (PD) Golkar nyaris adu jotos dengan Sekretaris DPD II Golkar Buleleng, I Gede Suparmen, di Singaraja, Senin (7/5). Beruntung, kedua elite yang emosi ini berhasil dilerai kader Golkar lainnya.

Ketegangan yang nyaris berbuntut adu jotos itu terjadi ketika puluhan PD Golkar Se-Buleleng mendatangi Kantor DPD II Golkar di Jalan Ngurah Rai Singaraja, Senin pagi. Kedatangan PD Golkar dari berbagai desa itu bertujuan untuk mempertanyakan sikap salah satu pengurus DPD II Golkar Buleleng, yang sebelumnya menyebut ada PD Golkar bodong.

Selain untuk mempertanyakan perihal tudingan PD Golkar bodong, kedatangan mereka kemarin juga sekaligus buat menyampaikan ‘mosi tidak percaya’ terahadap kepengurusan DPD II Golkar Buleleng di bawah pimpinan Nyoman Sugawa Korry, pasca kekalahan telak pasangan Gede Ariadi-Wayan Arta alias Geria 12 (Cabup-Cawabup Buleleng yang diusung Golkar) di Pilkada, 22 April 2012. Mebelum mendatangi Kantor DPD II Golkar Buleleng di Jalan Ngurah Rai Singaraja, puluhan PD Golkar Se-Buleleng ini sempat berkumpul dulu di rumah Korwil Buleleng DPD I Golkar Bali, Kresna Budi, di wilayah Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng.

Awalnya, kedatangan puluhan PD Golkar Se-Buleleng itu diterima oleh Ketua Harian DPD II Golkar Ketut Susila Umbara dan Sekretaris DPD II Golkar, Gede Suparmen. Selain mereka, sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Se-Buleleng juga ikut menerioma kedatangan puluhan PD Golkar di Ruang
Pertemuan DPD II Golkar Buleleng.

Suasana pertemuan kontan berlangsung tegang, ketika puluhan PD Golkar mulai menyampaikan aspirasinya. Para PD Golkar meminta klarifikasi atas pernyataan Sekretaris DPD II Golkar Buleleng, Gede Suparmen, yang sebelumnya menyebut PD Golkar bodong.

Namun, Gede Suparmen justru menyatakan tidak pernah menyebut PD Golkar bodong. “Saya tidak pernah menyatakan PD Golkar bodong. Yang saya katakan waktu itu adalah legalitas PD Golkar diketahui oleh PK Golkar. Bagi PD Golkar yang sudah punya legalitas, akan disampaikan ke DPD II Golkar untuk diinventarisasi oleh Kesekretariatan DPD II Golkar,” jelas Gede Suparmen.

Entah apa dan siapa yang memicu, situasi pertemuan kontan berubah kacau. Salah satu pengurus PD Golkar saling tantang dengan Gede Suparmen. Bahkan, kedua kader Golkar dari level berbeda ini nyaris adu jotos dalam pertemuan tersebut, tapi berhasil diredam. Toh, seusai pertemuan, keduanya justru kembali nyaris terlibat baku hantam. Beruntung, ledua elite yang emosi ini berhasil ditenangkan rekan-rekannya sesama kader Golkar.

Situasi tegang ini memaksa aparat kepolisian terjun ke Kantor DPD II Golkar Buleleng untuk melakukan penjagaan. Padahal, awalnya pertemuan PD-PD Golkar, PK Golkar, dan DPD II Golkar Buleleng ini dirancang tanpa penjagaan. Namun, polisi terjun berjaga-jaga, karena puluhan PD Golkar Se-Buleleng belum kunjung beranjak meninggalkan Kantor DPD II Golkar hingga siang. Informasinya, sebelum mendatangi Kantor DPD II Golkar Buleleng di Jalan Ngurah Rai Singaraja, puluhan PD Golkar Se-Buleleng ini sempat berkumpul di rumah salah satu pengurus DPD I Golkar Bali, Kresna Budi, di wilayah Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng.

Konon, Kresna Budi mengumpulkan PD Golkar Se-Buleleng dalam rangka mengajukan mosi tak percaya terhadap kepengurusan DPD II Golkar di bawah kepemimpinan Nyoman Sugawa Korry. Saat ini, kabarnya sudah ada 84 PD Golkar Se-Buleleng yang menandatangani pernyataan mendukung mosi tak percaya tersebut. Rencananya, mosi tidak percaya tersebut segera akan dilayangkan ke DPD I Golkar Bali di Denpasar dan DPP Golkar di Jakarta.

Kresna Budi sendiri menyatakan dirinya hanya memfasilitasi aspirasi dari rekan-rekannya dari PD Golkar Se-Buleleng untuk menyampaikan aspirasi. “Apa saya salah, ketika teman-teman PD Golkar meminta saya memfasilitasi, karena mereka ingin menyampaikan aspirasi?” tegas Kresna Budi.

Dikonfiramsi terkait gerakan mosi tak percaya dari PD Golkar Se-Buleleng, Ketua Harian DPD II Golkar Buleleng Ketut Susila Umbara menyatakan pihaknya menerima aspirasi tersebut. Namun, kata dia, proses itu harus melewati mekanisme AD/ART Golkar. “Ya, tentu kita tampung. Tapi ingat, semua itu harus ada mekanismenya sesuai dengan AD/ART,” tegas Susila Umbara yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Buleleng.

Hal senada disampaikan Ketua DPD II Golkar Buleleng, Nyoman Sugawa Korry. Dalam pesan singkatnya, Senin kemarin, Sugawa Korry menyatakan pihaknya sangat menghargai aspirasi PD Golkar Se-Buleleng, karena pondasi demokrasi dibagun dari perbedaan pandangan. Hanya saja, Korry mengingatkan semua itu ada koridor yang mengaturnya, yakni ART dan peraturan partai. “Setelah saya datang dari Malang, masalah ini segara akan saya sikapi, tentu dengan mendengar pendapat dan pandangan dari PD Golkar yang lain serta PK Golkar Se-Buleleng, dengan tetap mengacu pada AD/ART,” tandas anggota Fraksi Golkar DPRD Bali yang berada di Malang dalam rangka menuntaskan kuliahnya di Universitas Brawijaya ini.

Kisruh di internal Golkar sendiri merebak setelah jago yang diusung Partai Beringin KO di Pilkada Buleleng 2012. Paket Geria 12 yang diusung Golkar bersama PKPB dan PAN hanya menduduki posisi kedua dalam rekapitulasi final penghitungan suara di KPU dengan meraih 77.440 suara atau 22,72 persen dari total 340.896 suara sah.

Sedangkan pasangan Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra alias PAS-Sutji, Cabup-Cawabup Buleleng yang diusung PDIP, keluar sebagai jawara Pilkada 2012 dengan meraih 186.814 suara atau mendominasi 54,80 persen. Sementara pasangan Ni Putu Tutik Kusumawardani-Komang Nova Sewi Putra (diusung Demokrat-Pakar Pangan) berada di peringkat tiga dengan 73.663 suara atau 21,61 persen. Sebaliknya, pasangan Wayan Gede Wenten Suparlan-IB Djodhi (diusung Koalisi Nurani Denbukit yang dimotori Hanura-Gerindra) harus puas di posisi juru kunci dengan hanya meraih 2.979 suara atau 0,87 persen.

Sebelum Pilkada Buleleng 2012 digelar, internal Golkar juga sempat kisruh soal figur calon yang akan diusung. DPD II Golkar diback-up DPD I Golkar Bali ngotot ingin usung Gede Ariadi (politisi muda Golkar yang notabene putra Bupati Buleleng Putu Bagiada) sebagai Cabup Buleleng.

Sebaliknya, sejumlah PD Golkar Se-Buleleng---yang disebut-sebut didukung Kresna Budi dan Wasekjen DPP Golkar Gede Sumarjaya Linggih alias Demer---mengarahkan dukungan ke figure non kader Jro Nyoman Ray Yusha sebagai Cabup Buleleng. Pada akhirnya, DPP Golkar merekomendasi Gede Ariadi maju sebagai Cabup Buleleng ke Pilkada 2012. Ternyata, pasangan Ariadi-Arta hanya menduduki peringkat runner-up.

Muncul kemudian isu pergantian pengurus (reshuffle) DPD II Golkar Buleleng melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Gerakan Musdalub ini digalang PD Golkar Se-Buleleng. Informasi yang dihimpun di Singaraja, Jumat (4/5) lalu, sedikitnya 80 PD Golkar Se-Buleleng sudah membuat komitmen untuk dukung gerakan Musdalub Golkar tersebut.

PD-PD Golkar berdalih, kekalahan jagonya di Pilkada Buleleng 2012 akan membawa citra kurang baik bagi Golkar menghadapi Pileg 2014. “Gerakan kami ini untuk selamatkan partai di Pileg 2014. Apalagi, Golkar secara nasional akan mengusung Calon Presiden (Capres) ke Pilpres 2014,” ujar serang pentolan PD Golkar di Buleleng. 

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

TNI Turun Tangan Memperketat Pos Jaga Gunung Agung

Gunung Agung AMLAPURA - Banyaknya warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) memilih balik ke rumah daripada tinggal di pengungs...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen