Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » JSI : PAS-Sutji Unggul

JSI : PAS-Sutji Unggul

Written By Dre@ming Post on Senin, 23 April 2012 | 12:06:00 PM

Senin, 23 April 2012, 12:09

Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutijtra alias PAS-Sutji
SINGARAJA - Pasangan Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutijtra alias PAS-Sutji, Cabup-Cawabup Buleleng yang diusung PDIP, unggul mutlak berdasarkan hitung cepat (quick count) Jaringan Survei Indonesia (JSI) dalam Pilkada 2012, Minggu (22/4). PAS-Sutji berhasil sapu bersih kemenangan di seluruh 9 kecamatan se-Buleleng.

Berdasarkan hasil quick count yang diumumkan resmi JSI di Hotel Aston Denpasar, Minggu sore, PAS-Sutji (pasangan calon nomor urut 3 yang diusung PDIP bersama PNIM, PPP, PKS, PKB) memenangkan Pilkada Buleleng 2012 dengan dominasi suara 52,97 persen.

Sedangkan pasangan Gede Ariadi-Wayan Arta alias Geria 12 (calon nomor urut 1/yang diusung Koalisi Golkar-PKPB-PAN) menempati peringkat dua versi JSI dengan memperoleh 24,43 persen suara. Sementara, pasangan Tutik Kusumawardani-Komang Kova Sewi Putra (nomor urut 2/diudung Demokrat-Pakar Pangan) harus puas di peringkat tiga dengan 21,75 persen suara. Sebaliknya, pasangan Wayan Gede Wenten Suparlan-Ida Bagus Djodhi (nomor utut 4/diusung Koalisi Nurani Denbukit) berada di posisi buncit dengan 0,84 persen suara.

Penghitungan cepat yang dilakukan JSI ini dengan mengambil sampel di 260 TPS dari total 1.181 TPS di Buleleng, dengan sampel suara 76.270. Dalam penghitungan cepat JSI ini, sampling error hanya 1 persen. JSI sebelumnya juga sempat dengan jitu melakukan quick count untuk Pilkada Jembrana 2010 lalu. Berdasarkan hasil hitung cepat JSI, PAS-Sutji meraih kemenangan di 6 zona yang meliputi seluruh 9 kecamatan
se-Buleleng.

Di Zona Buleleng 1 (wilayah Kecamatan Buleleng), PAS-Sutji unggul dengan dominasi suara 58,33 persen. Rivalnya di posisi kedua dalam zona ini, Geria 12, hanya kebagian 25,33 persen suara. Di Zona Buleleng 2 (Kecamatan Sukada), PAS-Sutji juga unggul dengan 57,83 persen suara. Sedangkan Geria 12 menempati posisi kedua dengan 23,21 persen suara.

Untuk Zona Buleleng 3 (Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, Kecamatan Tejakula), PAS-Sutji unggul telak 52,23 persen suara. Mereka mengungguli Geria 12 yang kebagian 25,35 persen suara. Di Zona Buleleng 4 (Kecamatan Banjar), PAS-Sutji unggul 52,28 persen suara, sementara Geria 12 hanya kebagian 27,83 suara di sini.

Di Zona Buleleng 5 (Kecamatan Seririt, Kecamatan Busungbiu), PAS-Sutji juga mendominasi 52,19 persen suara. Di zona ini, justru Tutik-Nova yang membayangi di posisi runnerup dengan 26,42 persen suara, sementara Geria 12 hanya kebagian 20,55 persen suara.

Demikian juga di Zona Buleleng 6 (Kecamatan Gerokgak), PAS-Sutji unggul dengan dominasi 43,00 pesren suara. Di zona ini, Tutik-Nova tembus peringkat runner-up dengan perolehan 31,14 persen suara, mengungguli Geria 12 yang hanya kebagian 24,99 persen suara.

Hasil sementara berdasarkan hitung cepat JSI ini sesuai prediksi sebelumnya, bahwa tarung Pilkada Buleleng 2012 sesungguhnya mengerucut ke duel PAS-Sutji vs Geria 12---pasangan calon yang didukung Bupati Buleleng Putu Bagiada). Bahkan, dalam beberapa hari terakhir jelang coblosan, sempat terjadi wacana jor-joran taruhan untuk jago masing-masing antara politisi PDIP vs Golkar di DPRD Bali.

Menurut Direktur Riset JSI, Eka Kusumayadi, tingkat kepuasan pemilih di Pilkada Buleleng 2012 mencapai 76 persen. Menurut Kusumayadi, PAS-Sutji sukses memenangkan pertarungan Pilkada 2012, karena kekuatan PDIP di Buleleng sangatlah solid.

“Di samping itu, PAS-Sutji mampu menterjemahkan dan meyakinkan bahwa visi, misi, dan progrem mereka akan dibuktikan. Slogan dan atribut juga demikian, sangat tepat dalam proses-proses kampanyenya,” ujar Kusumayadi didampingi Manajer Strategi JSI, Heru Dito.

Kemenangan PAS-Sutji ini, menurut Heru Dito, juga karena mereka berhasil menerapkan kampanye modern dengan pendekatan door to door, yakni dengan data riil yang kuat di lapangan. "Jaringan bukan hanya mengandalkan partai, tapi juga relawan yang dekat dengan sasaran pemilih," kata Heru Dito.

Pada bagian lain, Kusumayadi menjamin survei yang dilakukan JSI dalam Pilkada Buleleng 2012 terjaga independensinya dan bisa dipertanggungjawabkan. Hasil penghitungan cepat ini dilakukan untuk memberikan gambaran riil di lapangan. Diakui Kusumayadi, JSI memang melaksanakan survei di Pilkada Buleleng atas permintaan PDIP. Namun, hasilnya sangat independen dan bisa dipertanggungjawabkan. “Meskipun kami diminta melaksanakan survei oleh PDIP, namun hasil ini tetap independen dan dijamin akurat, tidak memihak. Kami punya kode etik dalam proses bekerja,” tandas Kusumayadi.

Hasil ini juga sesuai dengan survei yang dilakukan JSI sebelum Pilkada Buleleng 2012. Saat itu, JSI melaksanakan survei pesanan PDIP pada 8-11 April 2012 lalu. Hasilnya kala itu, PAS-Sutji mendominasi dengan 48 persen suara, disusul Geria 12 dengan 18 persen suara, Tutik-Nova dengan 16 persen suara, dan Wenten-Djodi di posisi buncit.

Dalam Pilkada Buleleng 2012, sebetulnya ada 553.163 pemilih yang berkhak menyalurkan hak pilihnya di 1.181 TPS. Namun, dari data JSI, jumlah golput (tidakj menggunakan hak pilihnya) mencapai 37,12 persen. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya golput di Buleleng ini: karena alasan bekerja (50 persen), tidak terdaftar (16 persen), tidak punya calon (5,6 persen), dan calon kurang menarik.

Sementara, hasil hitung cepat yang dilakukan jajaran PDIP di bawah kendali I Wayan Koster, juga membuktikan PAS-Sutji unggul sementara di seluruh 9 kecamatan se-Buleleng. PAS-Sutji mendominasi 54,86 persen suara, sementara Tutik-Nova dan Geria 12 masing-masing meraih suara di kisaran 21 koma sekian persen. Dari jumlah suara sementara yang masuk sebanyak 273.544 suara, Minggu sore, pasangan PAS-Sutji mendominasi 150.058 suara (54,86 persen). Sedangkan Tutik-Nova di posisi kedua dengan 59.367 suara atau 21,70 persen, disusul Geria 12 dengan 57.944 suara (21,18 peren), dan Wenten-Djodi dengan 6.175 suara atau 2,26 pesren.

Dengan sebaran suara sementara seperti itu, baik Tutik-Nova maupun Geria 12 akan sulit mengejar ketertinggalnya dari pasangan PAS-Sutji. Dan, PAS-Sutji akan dinyatakan menang hanya satu putaran Pilkada, karena melewati batas minimal 30 persen plus 1 suara.

Dalam penghitungan cepat suara Pilkada Buleleng 2012 di Singaraja, Minggu kemarin, jajaran DPC PDIP, DPD PDIP Bali, hingga DPP PDIP ikut memantau perkembangan. Dari provinsi, hadir di antaranya Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat, Sekretaris DPD PDIP Bali Nyoman Adi Wiryatama, dan Ketua Bappilu DPD PDIP Bali Nengah Arnawa.

Hadir pula Nyoman Parta (Ketua Komisi IV DPRD Bali dari Fraksi PDIP) dan Putu Arta (kader senior PDIP yang Bupati Jembrana). Sedangkan dari pusat, hadir Ketua DPP PDIP Made Urip, Wakil Sekjen DPP DPP PDIP Hasto Kristiyanto, hingga anggota Fraksi PDIP DPR Wayan Koster.

Seluruh elite PDIP tersebut kemarin kumpul bersama PAS-Sutji di rumah jabatan Ketua DPRD Buleleng, Dewa Nyoman Sukrawan---yang nota bene adalah Ketua DPC PDIP Buleleng sekaligus Ketua Tim Pemenangan PAS-Sutji. Mereka ikut memantau perkembangan penghitungan suara, hingga posisi dianggap aman. Data di lapangan, PAS-Sutji bahkan sukses menumbangkan Tutik-Nova di TPS 5 Kelurahan Kendran, Singaraja (TPS Tutik), dengan keunggulan 116 suara. Demikian pula di TPS 1 Desa Sangsit, Kecamatan Sawan yang menjadi TPS Wenten-Suparlan, PAS-Sutji menang mutlak. Hanya saja, PAS-Sutji gagal mengungguli Gede Ariadi di TPS-nya yakni TPS 1 Kelurahan Astina, Singaraja. Hal serupa juga terjadi di Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, yang merupakan TPS-nya Nova Sewi Putra, PAS-Sutji kalah saing dengan Tutik-Nova.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Bali AA Ngurah Oka Ratmadi alias Cok Rat menyatakan kemenangan PAS-Sutji tersebut merupakan kemenangan idealisme masyarakat Buleleng terhadap kondisi yang terjadi sesungguhnya. Menurut Cok Rat, masyarakat Buleleng sekarang sudah cerdas, tahu mana yang benar, dan tahu pula mana yang bohong.

“Pilihan mereka itu adalah pilihan dari idealisme terhadap apa yang terjadi sesungguhnya di Buleleng,” ujar Cok Rat di Singaraja, Minggu kemarin. Dikatakan Cok Rat, masyarakat Buleleng memilih PAS-Sutji berdasarkan nurani. Itu artinya, DPP PDIP dalam menentukan calon yang diusung dengan memperhitungkan calon pemimpin itu adalah pemimpin yang merakyat.

Sebaliknya, Wakil Sekjen DPP Golkar Gede Sumarjaya Linggih alias Demer menyatakan partainya lempar handuk atas hasil Pilkada Buleleng 2012. “Bagaimana lagi, sudah begini hasilnya. Ya, saya ‘kan sejak dulu berharap kita di Buleleng bisa memenangkan pertarungan, tapi hasilnya memang seperti ini. Ya harus diterima,” tegas Demer saat dihubungi per telepon kemarin.

Demer menegaskan, hasil yang diraih Geria 12 sudah hasil maksimal semua kader. Demer yang diisukan sempat mendukung Ray Yusha sebagai Cabup Buleleng, namun akhirnya gagal, menyatakan tetap menunggu hasil penghitungan suara manula di KPU Buleleng. “Kita tunggu hasil di KPU,” tandas politisi Golkar asal Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang kini anggota Komisi VII DPR ini. Pihak Demokrat juga menyatakan tetap menunggu hasil pleno KPU Buleleng, meskipun hasil quick count menempatkan Tutik-Nova dalam posisi tertinggal jauh dari PAS-Sutji. Ketua DPD Demokrat Bali, I Made Mudarta, mengatakan proses penghitungan suara masih berjalan. “Kita tunggu saja pleno KPU Buleleng,” tegas Mudarta.

sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen