Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Nyepi, Wisatawan Antusias, Hemat 3.000 Kiloliter BBM Bersubsidi, Lecehkan Pecalang, Polisi Di-Propam-kan

Nyepi, Wisatawan Antusias, Hemat 3.000 Kiloliter BBM Bersubsidi, Lecehkan Pecalang, Polisi Di-Propam-kan

Written By Dre@ming Post on Minggu, 25 Maret 2012 | 1:18:00 PM

Minggu, 25 Maret 2012 | 13:09

Lecehkan Pecalang, Polisi Di-Propam-kan

SEMARAPURA - Seorang anggota polisi dengan pangkat Briptu I Made As, yang bertugas di Polres Klungkung, dilaporkan ke Propam Polres Klungkung. Hal itu lantaran Made As dinilai berulah melecehkan pecalang ketika pecalang sedang melakukan tugas pengamanan saat Nyepi. Kejadiannya di jalanan kawasan Sampalan Klod, Desa Pakraman Sampalan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat (23/3) sekitar pukul 18.00 Wita.

Informasi di lapangan, kejadian bermula ketika beberapa pecalang di antaranya I Ketut Widara melakukan pengamanan. Nah, sekitar pukul 18.00, pecalang melihat Made As berada di jalanan. Karena Nyepi, Ketut Widara mendekati As dan menegurnya. “Pak Made, sekarang Nyepi, jangan di jalanan,” ujar Widara mengingatkan As.


Diingkatkan demikian, As kemudian berlalu. Namun rupanya hanya sesaat. Diduga, dia tersinggung dengan teguran pecalang tersebut. Karena tak lama kemudian, As balik dan menemui Widara. Setelah itu dia merampas udeng (desta) Widara, disertai dengan umpatan yang bernada melecehkan.


Tak terima dengan perlakuan Briptu Made As tersebut, Widara melaporkan kejadian itu ke Polres Klungkung, Sabtu (24/3) sekitar pukul 08.00 Wita. Widara tak sendirian, dalam laporan kemarin dia
didampangi beberapa prajuru adat dan dinas, di antaranya Perbekel/Kepala Desa Sampalan Klod Ni Kadek Suryani.

Kasusnya kini dalam penanganan Propam. “Ya tadi (kemarin) dilaporkan, sekarang masih proses penanganan,” ujar Kasubag Humas Polres Klungkung AKP I Made Sudanta. Dia pun memaparkan kronologi kejadian sebagaimana laporan warga. Yakni bermula dari teguran pecalang kepada I Made As yang juga warga Sampalan Klod, karena berada di jalanan pada saat Nyepi. Setelah ditegur, As sempat pergi terus datang lagi, kemudian mengambil udeng pecalang serta mengeluarkan kata-kata umpatan. “Yang melaporkan Ketut Widara didampingi kadesnya (Kades Sampalan Klod Ni Kadek Suryani),” beber AKP Made Sudanta.

Dikatakan AKP Sudanta, penangannnya dilakukan Propam Polres. Sementara informasinya, polisi tengah memeriksa dan meminta keterangan beberapa saksi terkait kejadian tersebut. “Yang jelas masih proses,” tegas AKP Made Sudanta. Sementara dari Tabanan, seorang pemuda warga Banjar Beluluk, Desa Timpag, Kerambitan, I Komang Maha Triana, 21, mengalami luka robek pada bibir setelah dibogem pecalang di Banjar Delod Peken, wilayah desa yang sama pada saat pangerupukan, Kamis (22/3). Akibat kasus penganiayaan itu, pecalang Banjar Delod Peken, I Gusti Putu Suryaharja, diamankan polisi. Kasus penganiayaan itu berawal dari salah paham, dimana ada aksi menggeber knalpot motor yang diduga dilakukan pemuda Banjar Beluluk.

Informasi di lapangan, kasus itu meletup sekitar pukul 15.00 Wita sebelum pengarakan ogoh-ogoh. Saat itu korban Maha Triana dan sahabatnya I Gede Sudarmayasa melintas ke Banjar Delod Peken. Mereka diduga menggeber knalpot motornya dengan kencang, sehingga dua pecalang Banjar Delod Peken naik pitam. Pecalang lalu menghentikan motor korban. Setelah pemuda Banjar Beluluk itu berhenti, pecalang itu lalu mencabut kunci kontak. Tak puas sampai di situ, Gusti Putu Suryaharja, pecalang yang kesehariannya sebagai satpam, melayangkan bogem mentah. Pukulan itu dengan telak mendarat di wajah Komang Maha Triana. Akibat bogem mentah itu, bibir Maha Triana berdarah karena mengalami robek.

Kapolsek Kerambitan Kompol Ida Bagus Mantra saat dikonfirmasi, Sabtu (24/3), membenarkan kasus penganiayaan itu. Kasus tersebut telah dilimpahkan ke Polres Tabanan untuk penanganan lebih lanjut. Dijelaskannya, kasus penganiayaan di hari pangerupukan itu berawal dari kesalahpahaman. Di mana sebelumnya, dikatakan ada pemuda dari Banjar Beluluk, Desa Timpag yang melintas ke Banjar Delod Peken menggeber gas motornya dengan keras. Hal itu membuat pecalang Banjar Delod Peken emosi. Saat korban melintas di Delod Peken, lalu dihentikan. Pecalang mengambil kunci kontak dan melayangkan pukulan. “Korban sudah menjalani visum, kasusnya kini ditangani Polres Tabanan,” jelas Kapolsek Mantra. Demikian pula pelaku pemukulan sudah diamankan di Mapolres Tabanan.

Pasca-ketegangan itu meletup, Perbekel Desa Timpag I Gusti Wayan Sukewahan kemudian memediasi pertemuan di kantor kepala desa. Para tokoh kedua banjar diajak berembug untuk mengamankan situasi. Perbekel memberi arahan, agar warga dua banjar mengendalikan emosi, sebab kejadian pemukulan itu melibatkan personel. “Malam itu kami langsung mediasi untuk melakukan langkah antisipasi agar tak terjadi keributan yang lebih luas,” tandas Sukewahan, Sabtu kemarin.

Wisatawan Antusias Kunjungi Pasar Majalangu di Pantai Kuta

KUTA - Kalangan wisatawan antusias mengunjungi Pasar Majalangu yang digelar di Pantai Kuta, Sabtu (24/3). Pasar dadakan ini digelar Desa Adat Kuta setiap tahun, sehari setelah berlangsungnya Nyepi.

"Pasar Majalangu ini sudah rutin digelar setiap tahun oleh Desa Adat Kuta, bertepatan sehari setelah hari Nyepi," jelas Ketua Satuan Tugas Pengamanan Pantai Kuta, Kabupaten Badung Bali IGN Tresna, Sabtu (24/3).

Tresna mengakui jumlah pengunjung ke pasar Majalangu tahun ini kurang maksimal lantaran cuaca yang kurang mendukung. "Kalau saja tidak ada hujan, saya yakin pengunjungnya bisa sampai sepuluh ribuan," katanya.

Pengunjung tidak saja dari kalangan masyarakat lokal Bali, tapi juga wisatawan lokal luar Bali maupun wisatawan mancanegara. Sejumlah pengunjung menikmati suasana pasar dadakan itu. "Ya, saya senang suasananya ada yang beda," aku Linda asal Bandung yang tengah menikmati liburan di Bali.

Pedagang yang berjualan pun dibedakan atas dua kelompok, yakni ada kelompok kuliner di bagian selatan, sedangkan di bagian utara tertata pedagang dengan berbagai produk jualannya seperti suvenir, cenderamata, baju, dan sebagainya.

Nyepi, Pertamina Hemat 3.000 Kiloliter BBM Bersubsidi

DENPASAR - Selain bebas polusi udara, tidak adanya kendaraan yang melintas di jalan raya saat Nyepi di Bali, Jumat (23/3/12), juga menghemat 3.000 kiloliter bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Bali. Hal ini mengacu pada rata-rata konsumsi BBM di Bali untuk premium 2.300 kiloliter dan solar 7000 kiloliter.

Tak hanya BBM, Pertamina juga menghentikan pasokan 80 kiloliter avtur. Pasalnya, aktivitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai juga dihentikan saat Nyepi.

"Pada saat pemerintah sedang memikirkan subsidi BBM, masyarakat Bali sudah mampu menghemat penggunaan BBM. Kemungkinan besar, energi listrik juga megalami penghematan," ujar Manajer Penjualan PT Pertamina Area Bali-Nusa Tenggara Barat, Iin Febrian, di Denpasar, Sabtu (24/3/12).

"Hanya di Bali yang bisa menghemat BBM sebanyak itu," imbuhnya.

Atas penghematan yang cukup besar ini, Lin Febrian mengucapkan terima kasih kepada warga Bali yang tidak menggunakan kendaraan bermotor selama Nyepi. Penghematan BBM sebesar 20 persen juga diperkirakan masih terjadi pada Sabtu, karena sebagian warga Bali belum memulai aktivitasnya seperti biasa.


sumber : detik, kompas, nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen