Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Haaahhh?......Kemajuan Bali Baru Sebatas Pengembangan Fisik?

Haaahhh?......Kemajuan Bali Baru Sebatas Pengembangan Fisik?

Written By Dre@ming Post on Jumat, 25 November 2011 | 6:01:00 PM

Jumat, 25 November 2011 | 17:59

Wisatawan yang ke Bali
DENPASAR - Pembangunan di Bali saat ini lebih didominasi pembangunan fisik seperti munculnya fasilitas pariwisata baru seperti hotel, tempat pertemuan, atau sarana transportasi. Di sisi lain, sumber daya manusia di Bali yang menyimpan potensi kreativitas kurang dike mbangkan.

Problematika itulah yang menjadi dasar penyelenggaraan acara Bali Creative Festival (BCF) pada 25-27 November 2011 di kawasan Inna Grand Bali Beach Sanur, Denpasar, Bali. Acara itu bertujuan mematangkan Bali sebagai destinasi kreatif di Indonesia.

Wakil Ketua Panitia B CF 2011 Rudolf Dethu mengatakan eksploitasi alam terus terjadi di Bali dan menimbulkan degradasi lingkungan hidup. Sementara, p roduk seni yang menjadi komoditas Bali juga telah tergeser oleh properti.

"Bali punya banyak orang kreatif dan seharusnya potensi merekalah yang terus dipertahankan dan dikembangkan," kata Dethu, Jumat (25/11/2011) di Denpasar. Dengan BCF, Dethu berharap kolaborasi dan jejaring kreatif di Bali dapat terbentuk. Produk kreatif itu pun diharapkan dapat memiliki nilai tambah terutama
dari segi ekonomi.

Bali Creative Festival terdiri dari tiga kegiatan utama, yaitu panggung musik, pameran kreatif, dan bincang-bincang dengan tokoh-tokoh kreatif yang dapat menjadi inspirasi. Pameran kreatif juga diikuti peserta dari Yogyakarta, Bandung, Amerika Serikat, Jepang, dan Kanada.

Perancang busana ternama Edward Hutabarat juga akan menegaskan dalam acara BCF itu bahwa kemajuan Bali juga melupakan harmoni. Artinya, banyak hal dari sisi budaya yang termodifikasi sehingga budaya itu kehilangan identitasnya.

Perempuan Bali, misalnya, lebih banyak memakai kebaya encim yang bukan asli Bali. Dalam BCF, Edward akan mengajak perempuan Bali untuk kembali memakai kebaya kutu baru (kebaya dengan bef).

Selain itu, Edward juga merasa terganggu dengan banyaknya penari Bali yang memakai aksesoris bunga kamboja palsu dan penari anak-anak yang memakai perhiasan orang dewasa. "Seharusnya kreativitas dan identitas harus seimbang. Identitas budaya tidak boleh lepas," katanya.

sumber : kompas
Share this article :

DKS

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Wow!!! Ini Lokasi Peringkat 1 Hotel Terbaik Dunia Tahun 2018 Yang Ada di Bali

Penampakan Four Seasons di Sayan, Ubud, Bali   JAKARTA – Majalah sekaligus situs perjalanan Travel and Leisure telah mengumumkan hasil ...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen