Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » » Akankah?......Cok Nindia Tiru Model Cok Ace 2008

Akankah?......Cok Nindia Tiru Model Cok Ace 2008

Written By Dre@ming Post on Rabu, 24 Agustus 2011 | 5:02:00 AM

Rabu, 24 Agustus 2011, 04:39

GIANYAR - Perseteruan terselubung antara dua tokoh darah biru dari trah Keturunan Dalem Sukawati (KDS), Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace (tokoh Puri Agung Ubud yang kini Bupati Gianyar) dan Tjokorda Gde Putra Nindia alias Cok Nindia (pewaris tahta Puri Agung Peliatan yang kini Sekda Gianyar), semakin terasa jelang Pilkada Gianyar 2012. Pendukung Cok Nindia bahkan mulai tiru model penggalangan dukungan yang dilakukan Cok Ace saat nyalon Bupati Gianyar di Pilkada 2008 lalu.

Model perjuangan dimaksud, Cok Ace kala itu menarik simpati masyarakat termasuk kalangan partai politik, untuk selanjutnya dijadikan bargaining buat meraih dukungan dan restu dari internal keluarga besar KDS. Dengan model seperti itu, Cok Ace berhasil menyisihkan saudaranya sesama dari tokoh Puri Agung Ubud, Tjokorda Raka Kerthayasa alias Cok Ibah yang saat itu menjabat Ketua DPD II Golkar Gianyar. Cok Ace yang kemudian dapat restu dari Pasemetonan KDS untuk maju sebagai Cabup Gianyar ke Pilkada 2008.

Cok Ace yang notabene bukan tokoh non kader, ketika itu awalnya mendapatkan dukungan poltik, terutama Partai PIB, menjelang Pilkada Gianyar 2008. Kemudian, PIB bersama Demokrat dan sejumlah partai lainnya
membentuk Koalisi ABG (Aliansi Bhakti Gianyar) untuk mendukung Cok Ace.

Bendera Koalisi ABG inilah yang kemudian disodorkan Cok Ace dalam sebuah parum Pasemetonan KDS di Puri Agung Ubud. Pendek kata, Cok Ace akhirnya berhasil meraih restu dari KDS untuk maju sebagai Cabup Gianyar ke Pilkada 2008, dengan menyisihkan Cok Ibah. Cok Ace mendapatkan restu langsung dari Ketua KDS (saat itu) almarhum Tjokorda Agung Suyasa. Ini mengejutkan, karena semula Cok Ibah yang dianggap kandidat kuat untuk disodorkan Pasemetonan KDS, mengingat posisinya selaku Ketua DPD II Golkar Gianyar.

Pada akhirnya, Cok Ace sebagai Cabup berpasangan dengan Dewa Made Sutanaya (adik kanding mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha) di posisi Cawabup, tampil sebagai pemenang Pilkada Gianyar, Januari 2008, mengungguli AA Gde Agung Bharata (tokoh Puri Agung Gianyar yang diusung sebagai Cabup dari PDIP), dengan suara tipis. Paket Cok Ace-Dewa Sutanaya sendiri maju ke Pilkada 2008 dengan diusung Koalisi Rakyat Gianyar (koalisi besar parpol-parpol non PDIP yang dimotori Golkar).

Nah, menjelang Pilkada Gianyar 2012, pendukung Cok Nindia coba meniru pola penggalangan dukungan Cok Ace di Pilkada Gianyar 2008 lalu. Muncul Ormas Masyarakat Peduli Gianyar Membangun (MPMG) yang getol mendorong pencalonan Cok Nindia maju sebagai Cabup ke Pilkada Gianyar 2012.

Selain itu, muncul Koalisi Gianyar Bangkit (KGB) beranggotakan tiga parpol nasionalis yakni PNIM-PNBKI-PDP, yang mengarahkan dukungannya kepada Cok Nindina. Belakangan, muncul lagi koalisi empat parpol gurem non parlemen beranggotakan Partai Pakar Nangan, PKB, PPRN, dan PIS yang juga disebut-sebut mengarahkan dukungan untuk Cok Nindia.

Pendukung setia Cok Nindia dari Ormas MPMG, saat ini juga sedang mempersiapkan penggalangan dukungan dari seluruh bendesa pakraman yang ada di Kabupaten Gianyar. “Kami sudah pegang daftar nama-nama semua bendesa adat itu. Selanjutnya, masing-masing bendesa adat akan mengajak warganya menyatakan dukungan terhadap Cok Nindia ke Puri Agung Peliatan (di Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar),” ujar salah satu pentolan Ormas MPMG, I Wayan Kewan Ardika, di Gianyar, Selasa (23/8).

Kewan Ardika yang juga menjabat Bendesa Pakraman Ked, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Gianyar menambahkan, sepanjang yang dia tahu, menjelang Pilkada Gianyar 2008 lalu, Cok Ace juga menggunakan dukungan para bendesa adat untuk mendukung pencalonannya.

Sementara, salah seorang pendukung Cok Ace, Pande Ngurah Karyawan, membenarkan ada kecenderungan dari pihak pendukung Cok Nindia kini meniru model penggalangan dukungan Cok Ace di Pilkada 2008 lalu. Dengan meniru model Cok Ace, kata Pande Karyawan, diharapkan Cok Nindia nantinya bisa diterima di internal Pasemetonan KDS dan direstui maju sebagai Cabup Gianyar ke Pilkada 2012.

“Kalau melihat gerakan yang ada sejauh ini, rupanya cara-cara yang dipakai Cok Ace dulu akan digunakan pendukung Cok Nindia (untuk meraih restu Pasemetonan KDS maju ke Pilkada Gianyar 2012,” tandas Pade Karyawan, Selasa kemarin.

Pande Karyawan mengakui, restu pasemetonan untuk maju ke Pilkada Gianyar 2012 itu akan dijatuhkan kepada kandidat yang memang dari kalangan trah KDS, namun polanya berbeda. Kalau dulu, Cok Ibah yang menjadi pesaing kuat Cok Ace di internal Pasemetonan KDS adalah kader elite Golkar. Dengan demikian, KDS kala itu memilih Cok Ace karena dianggap sebagai figur yang netral, non partisan, dan tidak menonjolkan dukungan hanya dari satu partai.

“Tapi, untuk Pilkada Gianyar 2012 nanti, perasingan di internal Pasemetonan KDS terjadi antara Cok Ace vs Cok Nindia. Mereka ini ‘kan sama-sama orang non partai. Makanya, model dukungan Cok Ace dulu itu berbeda dengan dukungan untuk Pilkada Gianyar 2012 nanti,” jelas Pande Karyawan, pendukung setia Cok Ace dari Komunitas Peduli Pemerhati Gianyar Bangkit (KP2GB).

Sementara itu, Cok Ace enggan mengometari soal indikasi model penggalangan dukungannya di Pilkada 2008 lalu ditiru pendukung Cok Nindia jelang Pilkada Gianyar 2012. Yang jelas, menurut Cok Ace, nanti di KDS tidak lagi ada paswakaan (permohonan dukungan) siapa yang akan maju ke Pilkada.

Alasannya, kata Cok Ace, calon baru akan jelas jika dirinya telah menyatakan siap maju memperebutkan kursi Bupati Gianyar periode jabatan kedua melalui Pilkada, November 2012 mendatang. Namun, Cok Ace menegaskan kesiapan nyalon Bupati lagi itu tidak harus dikatakan sekarang.

“Sebenarnya, di KDS itu tidak ada restu-restuan. Yang ada hanya penyampaian adanya aspirasi masyarakat. Ini lebih pada pertimbangan etika, terutama kepada anggota keluarga yang lebih tua,” terang Cok Ace saat dikonfirmasi secara terpisah, Selasa kemarin.


sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Tujuan Mangku Mokoh Mendaki GA Untuk Ambil Benang Tridatu

Mangku Mokoh dan keadaan kawah Gunung Agung Hembusan Abu di Gunung Agung Kini Tercatat Berdurasi Sekitar 20 Detik Mengarah Ke Daerah In...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen