pelaku Pencabulan diamankan di polres Jembrana |
NEGARA - Angka kriminalitas di Jembrana, Bali selama 2014 mencapai 138 kasus. Namun, jumlah tindak pidana umum mengalami penurunan 16, 86 persen dari 166 kasus pada 2013. Sedangkan kasus crime index mengalami kenaikan 19 persen dari 56 kasus pada 2013 menjadi 67 kasus pada 2014.
Untuk kasus pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur terjadi sebanyak 16 kasus dengan korban sebanyak 22 anak. Adalah 13 kasus pencabulan dan 3 kasus persetubuhan.
Kapolres Jembrana, AKBP Harry Haryadi saat ditemui beberapa waktu lalu mengatakan dalam penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur, pihaknya tetap mengedepankan upaya diversi untuk menjaga mental dan masa depan anak yang bersangkutan.
Dalam meminimalkan kasus ini pihaknya telah melakukan berbagai langkah seperti memberikan pembinaan ke sekolah-sekolah melalui polisi masuk sekolah (PMS) dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Hal ini ditempuh karena baik pelaku dan korban 50 persen melibatkan anak-anak sekolah.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengumpulkan sejumlah pengusaha hotel dan meminta mereka agar ikut melakukan mengawasan sehingga tidak hanya memikirkan keuntungan semata.
“Kami bersama Pol PP kami juga melakukan patroli ke tempat-tempat berkumpulnya anak-anak muda dan ke sejumlah tempat-tempat kos,” katanya.
Mengenai laka lantas mengalami penurunan 33 persen. Pada 2013 jumlah 192 kasus dan pada 2014 menurun menjadi 128 kasus. Korban meninggal turun dari 63 orang di 2013 menjadi 52 orang di 2014. Luka berat sama dengan 2013 seorang, luka ringan turun dari 16 orang menjadi 10 orang, tabrak lari dari 16 kali di 2013 turun menjadi 10 kali.
“Semua laka lantas itu berawal dari pelanggaran. Jadi ke depan sosialisasi akan kami intensifkan lagi,” tandasnya.
propinsibali.com_____
sumber : tribun