Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » GA Diguncang 134 Gempa, Logistik Pengungsi Menipis Awalnya Puluhan, Kini 3 Donatur

GA Diguncang 134 Gempa, Logistik Pengungsi Menipis Awalnya Puluhan, Kini 3 Donatur

Written By Dre@ming Post on Senin, 16 Oktober 2017 | 8:58:00 PM

Pengungsi di Gor Swecapura Klungkung, Bali, Sabtu (23/9/2017)
Logistik Pengungsi Gunung Agung Kian Menipis, Donatur Awalnya Puluhan Kini Hanya Tiga

AMLAPURA - Stok kebutuhan pokok untuk pengungsi Gunung Agung di Posko Induk Tanah Ampo, Desa Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem,Bali mulai menipis, Minggu (15/10/2017).

Begitu juga stok logistik di Posko Pengungsian GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, dan pos-pos pengungsian di Kabupaten Buleleng.

Seksi Bidang Distribusi Logistik Posko Induk Tanah Ampo, I Nyoman Merta Tenaya, mengatakan stok beras masih sisa 45 ton.

Cukup selama tiga hari.

Perhari menghabiskan 15 ton untuk mengakomodir 50 ribu lebih pengungsi yang ada di Kabupaten Karangasem.

Sedangkan air mineral dan telur hanya cukup untuk sehari.

Air mineral tinggal 20 dus, dan telur masih tersisa hanya belasan kre.

"Kalau stok beras masih cukup untuk tiga hari. Yang kurang itu kebutuhan pokok yang mengandung protein, seperti telur, ikan, sarden, serta susu. Air mineral juga sudah habis. Untuk besok sudah nggak ada," kata Merta, kemarin.

Mantan Kepala Dinas Pertanian Karangasem menjelaskan, menipisnya stok kebutuhan pokok di Posko Tanah Ampo karena sebagian kebutuhan telah didistribusikan ke tiap kecamatan di Karangasem.

Stok kebutuhan di tiap kecamatan di Karangasem cukup 3-4 hari.

Seperti di Bebandem dan Rendang.

"Air mineral serta protein untuk besok (hari ini, red) belum ada. Tiap pengungsi butuh empat gelas air mineral tiap harinya. Kita membutuhkan ratusan kardus untuk akomodir semua pengungsi. Ditambah lagi kebutuhan yang mengandung protein, seperti susu, sarden, telur dan ikan," terang Merta.

Pihaknya berharap ada donatur yang bersedia menangani kekurangan ini sehingga kebutuhan untuk minggu selanjutnya tetap bisa terpenuhi.

"Kita masih andalkan donatur. Semoga besok ada donatur yang memberikan bantuan air mineral dan protein," harapnya.

Menipisnya stok logistik ini tak lepas dari menurunnya bantuan dari donatur dengan drastis akhir-akhir ini.

Di awal-awal mengungsi, donatur bisa mencapai puluhan orang, kini menurun jadi tiga orang perhari.

Selain kekurangan kebutuhan pokok, petugas juga kehabisan stok gas. Tiap posko dapat jatah gas rata-rata empat tabung gas ukuran 12 kilo. Cukup untuk sehari masak nasi dan lauk pauk, serta bisa akomodir 1.000 pengungsi. Untuk menampung seluruh pengungsi butuh 200 tabung gas perharinya.

Posko pengungsian yang belum ada gas elpiji sementara ditangani perbekel dan warga sekitar.

Dananya pribadi dengan memakai sistem kekeluargaan. Walaupun kurang, sejauh ini belum ada masalah.

"Belum ada terdengar kasus posko pengungsian nggak masak gara-gara tak ada gas elpiji," imbuhnya.

Cadangan Beras Pemerintah

Memasuki minggu ketiga masa pengungsian, bantuan logistik dari para donatur yang masuk ke pusat pengungsian GOR Swecapura, Klungkung, juga mulai menurun.

Hal ini pun berimbas langsung pada kondisi logistik bagi pengungsi yang tersebar di 121 titik pengungsian di Klungkung.

Guna memenuhi kebutuhan para pengungsi, Pemkab Klungkung mulai memanfaatakan cadangan beras pemeintah (CBP) sejak Kamis (12/10/2017) lalu.

Kepala Dinas Sosial, Perempuan dan Perlindungan Anak, Ida Bagus Anom Adnyana menjelaskan, saat ini bantuan yang masuk dari donatur ke pusat pengungsian di GOR Swecapura masih fluktuatif.

Namun jika dibandingkan dengan minggu pertama masa pengungsian, donatur yang masuk ke GOR Swecapura memang relatif menurun.

“Kalau angka konkretnya tidak bisa kami hitung. Bantuan yang masuk fluktuatif, jika hari Sabtu dan Minggu biasanya bantuan dari donatur yang masuk relatif lebih banyak dari hari-hari kerja. Kita tidak bisa menghitung itu secara rinci,” Jelas Ida Bagus Anom Adnyana, Minggu (15/10/2017).

Menurunnya intensitas donasi yang masuk, membuat kondisi logistik kian menipis.

Berdasarkan data bagian logistik pusat pengungsian GOR Suwecapura, rata-rata setiap harinya relawan membutuhkan 7,36 ton beras untuk konsumsi pengungsi sebanyak 18.400 yang ada di Kabupaten Klungkung, tersebar di 42 desa/kelurahan, di 121 posko.

Sementara stok awal beras sesuai opname pada Rabu (4/10/2017) lalu sebanyak 16 ton.

Beras masuk baik dari sumbangan donatur, beras reguler (stok Dinas Sosial Bali) sebanyak 20 ton serta beras cadangan pemerintah sebanyak 20 ton, total beras awal yang masuk ke pengungsian GOR Swecapura totalnya sebanyak 54,9 ton.

Sebaliknya, beras yang keluar untuk konsumsi pengungsi sebanyak 57, 7 ton.

Hingga Sabtu (14/10/2017), stok beras untuk pengungsi hanya tersisa 13,2 ton.

Stok ini hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan selama dua hari, Minggu (15/10) hingga Senin (16/10).

Selain beras, logistik lainnya seperti mie instan juga dalam kondisi menipis.

Sedangkan kebutuhan air mineral masih bisa disiasati dengan memanfaatkan air yang tertampung dalam tendon, setelah dimasak lebih dulu oleh pengungsi.

Pendistribusian logistik kepada pengungsi selama ini dilakukan oleh para relawan untuk pengungsi yang tersebar di balai banjar dan pos lainnya di luar GOR Swecapura.

Sedangkan untuk pengungsi di GOR Swecapura bisa mengambil jatah di dapur umum atau bagian logistik.

“Stok beras sebenarnya tidak jadi masalah, karena CBP untuk jatah Klungkung ada 100 ton. Kalau kurang nanti kita bisa amprah sisanya. Kalau sayur maupun bumbu, saya sudah koordinasi dengan penyumbang atau donatur agar pengirimannya disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga tidak ada sampai rusak di tempat penyimpanan. Saya sudah minta sebelum mengirim bantuannya agar dikoordinasikan dengan tim. Kalau mie kan bukan menjadi kebutuhan pokok, yang terpenting itu beras, kalau beras sudah aman kita sudah aman,” terang Anom Adnyana

Dari 18.000 lebih pengungsi yang ada di Kabupaten Klungkung, mereka yang ditampung di GOR Suwecapura hingga Sabtu (14/10) sebanyak 1.541 orang, mereka ini merupakan warga yang berasal dari kawasan rawan bencana (KRB) III.

Keadaan Gunung Agung, Siang Ini Ada 134 Gempa Mengguncang

Status Awas pada Gunung Agung hingga hari ini Senin (16/10/2017) belum juga berubah.

Gunung Agung masih dalam keadaan kritis dan menimbulkan gempa-gempa vulkanik maupun tektonik.

Berdasarkan laporan Magma Indonesia pada pukul 06.00– 12.00 WITA siang ini tercatat ada 134 gempa.

Rinciannya sebagai berikut :

■ Vulkanik Dangkal

(Jumlah : 32, Amplitudo : 2-4 mm, Durasi : 5-11 detik)

■ Vulkanik Dalam

(Jumlah : 93, Amplitudo : 5-8 mm, S-P : 1-3 detik, Durasi : 11-29 detik)

■ Tektonik Lokal

(Jumlah : 8, Amplitudo : 8 mm, S-P : 4-6 detik, Durasi : 38-76 detik)

■ Tektonik Jauh

(Jumlah : 1, Amplitudo : 8 mm, S-P : 0 detik, Durasi : 110 detik).

Adapun cuaca cerah, berawan, dan hujan.

Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat. Suhu udara 23-27 °C dan kelembaban udara 82-89 %.

Volume curah hujan 3.1 mm per hari.

Sedangkan secara visual Gunung diselimuti kabut 0-I hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 200 m di atas kawah puncak.












sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen