Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Seharga 42 Juta Semalam, Obama Nginap di Vila Ubud Berada di Tepi Jurang

Seharga 42 Juta Semalam, Obama Nginap di Vila Ubud Berada di Tepi Jurang

Written By Dre@ming Post on Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:18:00 AM

Warga Harap Kedatangan Obama Mampu Angkat Sisi Pariwisata Banjar Kutuh Ubud

GIANYAR - Rombongan Barack Obama tiba di Hotel Four Seasons, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Jumat (23/6/2017) pukul 20.03 Wita.

Rombongan Obama dikawal aparat kepolisian secara ketat.

Jalan Raya Sayan pun sempat ditutup sekitar lima menit.

Namun demikian, aktivitas lalu lintas tidak sampai macet.

Dari pantauan, kedatangan Obama juga disambut oleh warga setempat.

Warga keluar rumah sambil melambai-lambaikan tangan pada iring-iringan kendaraan rombongan Obama.

"Welcome to Bali Pak Obama. Semoga betah selama menginap di sini," ujar seorang warga, sembari melambaikan tangan.

Dipilihnya Hotel Four Seasons ini sebagai tempat menginap oleh Barak Obama, disambut positif masyarakat dan tokoh masyarakat Banjar Kutuh.

Mereka berharap hal ini dapat menaikkan popularitas penginapan-penginapan di kawasan Banjar Kutuh Sayan.

Kelian Adat Banjar Kutuh, I Ketut Parsa saat ditemui di depan Hotel Four Seasons, Jumat (23/6/2017) mengatakan, pihaknya mengapresiasi Obama yang memilih kawasannya sebagai tempat menginap.

Kedatangan Obama diyakini akan berdampak positif terhadap pariwisata, khususnya wisatawan saat memilih hunian.

"Kami berharap menginapnya orang berpengaruh di negara adikuasa ini memberikan dampak positif terhadap hunian pariwisata di banjar kami," ujarnya.

Menurut dia, bila popularitas akomodasi pariwisata di banjarnya naik, dan menjadi favorit wisatawan yang mendatangi Ubud, secara otomatis akan meningkatkan perekonomian warga.

Sebab di Banjar Kutuh terdapat puluhan penginapan, vila dan hotel bintang lima yang dimiliki oleh warga setempat dan warga juga bekerja di akomodasi pariwisata itu.

"Di sini pusatnya hotel bintang lima, penginapan dan vila. Bila semua akomodasi ini penuh, otomatis akan mengubah perekonomian warga," ujar Parsa.

Parsa mengungkapkan, selama Obama menginap di Four Seasons, pihaknya telah memberikan petugas keamanan menggunakan bale banjar dan SD Negeri 1 Sayan sebagai posko secara gratis.

"Kami hanya menjaga kebersihan. Sebab banjar kami sedang menggiatkan lingkungan sampah plastik. Kami juga sangat berharap aparat juga dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan," tandasnya.

Vila Tempat Obama Menginap di Ubud Berada di Tepi Jurang, Puluhan Petugas Amankan Sepanjang Tebing!

GIANYAR - Penjagaan berlapis dilakukan aparat gabungan TNI/Polri untuk menjamin keselamatan mantan Presiden Amerika, Barak Obama selama menginap di Hotel Four Seasons, di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Jumat (23/6/2017).

Informasi dihimpun, pengawalan Barak Obama mencapai lima lapis.

Lapisan pertama berada di vila Hotel Four Seasons tempat Obama dan keluarga menginap.

Pada lapis pengamanan ini dilakukan oleh pangawal yang khusus dibawa Obama.

Menurut sumber terpercaya, vila tempat Obama menginap berada dekat jurang atau Sungai Ayung.

Lantaran kawasan ini mudah dijamah dari seberang sungai atau dari Kabupaten Badung, puluhan aparat gabungan juga nampak melakukan pengamanan di sepanjang tebing sungai.

Lapisan ke dua berada di halaman hotel, ring ke tiga berada di lobi hotel, ring keempat di pos satpam untuk mensterilisasi kendaraan yang masuk ke dalam hotel.

Sementara di ring lima berada di Jalan Raya Sayan, yang dilakukan oleh aparat kepolisian, yang dilengkapi senjata laras panjang.

Hingga saat ini, situasi di Hotel Four Seasons terpantau kondusif.

Masyarakat setempat pun menghomati privasi yang diinginkan Barack Obama.

Mereka yang rumahnya berada di samping Hotel Four Seasons tidak satupun keluar rumah, dan menutup pintu rapat-rapat agar tidak ada wartawan yang memanfaatkan rumah mereka untuk mengambil foto situasi di dalam hotel.

Hanya 4 Orang Yang Diperkenankan Jemput Obama di Bandara Ngurah Rai

Mantan Presiden AS, Barack Obama berlibur ke Bali dan berharap privasinya tidak terganggu.

Direncanakan Obama berada di Bali sejak tanggal 23 Juni sampai 28 Juni 2017.

Karena ini sifatnya liburan pribadi nantinya Obama hanya akan dijemput empat orang yakni, Gubernur Bali, Pangdam IX Udayana, Kapolda Bali, dan Komandan Angkatan Udara, Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Karena ini kunjungan yang sifatnya pribadi, namun kita tetap SOP standar keamanan tapi sifatnya terbatas. Tari-tarian tidak ada, begitu datang, bersalaman langsung ke mobil dan menuju tempat menginap,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Bali, Dewa Putu Eka selepas rapat pengamanan kedatangan Obama di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (22/6/2017).

Dalam rapat tertutup yang digelar mulai pukul 14.00 Wita itu, dirinya bersama beberapa utusan dari Kemenlu, Kepresidenan USA, TNI dan Polri tidak dijelaskan kemana saja Obama akan berkunjung.

Nantinya acaranya adalah tentatif dan H-1 menjelang kegiatan baru akan diinfokan.

“Sementara belum ada kejelasan, artinya tentatif, tergantung mau kemananya itu karena sifatnya pribadi,” jelasnya.

Disinggung mengenai pesawat apa yang akan digunakan Obama, dikatakannya Obama dan keluarga akan menggunakan pesawat khusus.

Selain itu untuk kendaraan di Bali juga menggunakan kendaraan dari Amerika Serikat.

Terkait dengan penginapannya, Obama tidak mau pengamanan yang terlalu ketat.

“Four Season Ubud nanti menginap. Permintaan dari Obama tinggal di Ubud. Nanti mereka bawa kendaraan pribadi,” ujarnya.

Pesawatnya dari Amerika langsung ke Bali dan tiba pada pukul 17.55 Wita.

Obama berkunjung ke Bali bersama 13 orang lainnya diantaranya istri, anak-anaknya dan iparnya.

“Pemprov tidak ada persiapan khusus. Kita sudah survey tempat dengan Kemenlu dan dari pihak Obama. Nanti kita ga tau apa kesana atau ga. H-1 diputuskan untuk kesana atau tidak,” kata Dewa Putu Eka. Informasi yang dihimpun di lapangan bahwa sudah ada empat tempat yang disurvei pihak Istana Kepresidenan Amerika Serikatdan Kemenlu, satu diantaranya adalah Istana Tampak Siring yang kemungkinan besar menjadi tujuan liburan Obama ke Bali.

Dari pihak Obama meminta di bandara agar tidak ada media massa, dokumentasi hanya diperkenankan dari Kemenlu atau Pemprov Bali.

Obama juga dikabarkan menolak undangan jamuan dari Kraton Yogyakarta.

Namun Obama sangat berterima kasih atas undangan tersebut.

Gubernur Upayakan Obama Datang ke PKB

DENPASAR - Kedatangan Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama, ke Bali menjadi kesempatan bagus untuk promosikan pariwisata.

Gubernur Made Mangku Pastika pun berupaya datangkan Barack Obama ke Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIX 2017, yang tengah berlangsung di Taman Budaya Art Centre Denpasar.

Gubernur Pastika minta Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha, melakukan upaya agar Barack Obama bersama keluarganya mau datang ke PKB. "Kalau bisa, Obama diajak ke PKB ramai-ramai, itu baru hebat. Nah, Bagaimana caranya, Kadis Kebu-dayaan mesti cari cara. Harus cari siapa orang dekatnya. Yang biasa diajak ngobrol, itu cari tahu," ujar Pastika di sela-sela kunjungannya ke arena PKB, Jumat (23/6).

Menurut Pastika, Obama pasti punya akun facebook atau twitter. "Kan bisa kita sampaikan melalui FB-nya bahwa di Bali ada PKB. Teman-teman media juga bisa itu, kalian kan juga mewakili rakyat Bali, bantulah. Nanti Kadis Kebudayaan bawakan brosur saja ke hotel tempat Obama menginap," tandas Pastika, yang kemarin didampingi Kadis Kebudayaan Dewa Putu Beratha, Kepala Inspektorat Provinsi Bali Ketut Teneng, Kepala BKD Bali Ketut Rochineng, dan Karo Humas Setda Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra membeber

Pastika menyebutkan, kedatangan Obama ke Bali adalah bukti Bali masih menjadi destinasi yang aman dan paling menarik untuk dikunjungi. Kunjungan Obama ini disebut sebagai kunjungan pribadi yang spesial. "Ini keuntungan bagi Bali. Sering saya katakan, Bali nggak usah susah-susah promosi dengan dana yang banyak. Mereka (orang luar) sudah pada datang. Tinggal kita siapkan diri, menyangkut fasilitas, keamanan, dan lainnya," katanya.

Untuk promosi pariwisata, kata Pastika, pihaknya sering efisiensikan anggaran. Sebab, Bali dalam posisi di puncak, ratingnya teratas sebagai destinasi wisata. Setelah kunjungan Obama, Agustus 2017 mendatang Bali akan kedatangan artis-artis Bollywood yang melakukan syuting di sini.

Kemudian, Oktober 2017, ada perhelatan internasional Konferensi Bank Dunia di Baliu yang menyertakan 1.500 delegasi dari berbagai belahan duinia. Menurut Pastika, Konferensi Bank Dunia ini akan dilaksanakan di Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. "Bayangkan itu, bagaimana hebatnya Bali dalam urusan pariwisata," papar Pastika yang kemarin menyempatkan diri menikmati pagelaran bondres dan mencoba kuliner di arena PKB.

Sementara itu, Barak Obama akan berlibur di Bali selama hampir sepekan, 23-28 Juni 2017, bersama keluarganya. Selama liburan di Bali, Presiden AS pertama berkulit hitam ini menginap di Hotel Four Season, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Obama bersama istri, anak, dan keluarga lainnya mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung, Rabu petang pukul 18.55 Wita. Kedatangannya molor hampir 2 jam dari rencana semula, Rabu sore pukul 17.15 Wita.

Saat tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai dengan pesawat pribadi jet tipe Gulfstream, rombongan Obama yang berjumlah 14 orang disambut Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak, Danlanud Ngurah Rai Kolonel Penerbang Wayan Superman, dan Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo.

Pesawat Obama diparkir di depan Base Ops Lanud Ngurah Rai. Begitu turun dari pesawatnya, rombongan Obama---yang sebelumnya terbang dari Guam---naik mobil beserta iring-iringan menuju Hotel Four Seasons di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, yang berjarak sekitar 30 kilometer arah timur laut dari Kota Denpasar.

Pihak Angkasa Pura (AP) I Bandara Ngurah Rai menyatakan keda-tangan Barack Obama tidak mengganggu operasional bandara. Penerbangan tetap berjalan normal. "Tidak mengganggu, (Obama) hanya prioritas saja, karena tidak ada Notice to Airmen," ujar Kepala Humas Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Jumat kemarin.

Hotel Four Seasons Tidak Terima Tamu

GIANYAR - Presiden Amerika Serikat ke-44, Barack Obama, beserta istri, anak, dan rombongan keluarganya berjumlah 14 orang menginap di Hotel Four Seasons, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar, sejak Jumat (23/6) malam.

Karena kedatangan Obama yang akan menginap sampai 27 Juni 2017 nanti, Hotel Four Seasons pun buat sementara tidak terima tamu.

Hanya tamu-tamu yang telah tercatat dalam list petugas hotel saja yang dibolehkan masuk ke Hotel Four Seasons, Jumat kemarin. Pihak hotel menolak wisatawan asing yang hendak menginap di sana. Pantauan Jumat sore pukul 15.00 Wita, ada sepasang bule naik motor berboncengan hendak masuk untuk menginap di hotel yang berlokasi di sebelah barat jalur Denpasar-Kintamani via Payangan tersebut. Namun, oleh petugas, dua wisman tersebut diberi penjelasan bahwa hotel tutup hingga Rabu (28/6) depan. “I’m sorry, we are closed until twenty eight (tanggal 28, Red),” ujar seorang karyawan hotel tersebut.

Sedangkan salah satu warga setempat mengatakan, pihak Hotel Four Seasons memang beberapa kali tolak wisatawan yang hendak menginap. “Ada beberapa yang ditolak, mungkin yang belum booking. Ada juga yang bisa masuk hotel setelah dicocokkan dengan list petugas jaga,” katanya.

Ketika hendak dikonfirmasi apakah hotel disiapkan khusus hanya untuk rombongan Obama, seorang karyawan Hotel Four Seasons mohon maaf kepada media supaya tidak mempublikasi kegiatan Obama selama menginap di sana. “Mohon maaf mbak, kami no comment terkait Obama,” elaknya. Ketika didesak kamar mana saja yang diblok untuk rombongan Obama, dia kembali menegaskan pihak hotel tidak akan memebrikan informasi apa pun. “Kita tidak akan memberikan informasi apa pun, maaf sekali lagi,” terangnya.

Informasi yang diperoleh, hotel tempat Obama menginap ini harganya cukup fantastis. Tarif semalam mencapai Rp 42,12 juta untuk hunian jenis vila dengan 2 kamar tidur. Fasilitas yang didapatkan dari kamar seluas 427 meter persegi itu cukup untuk 6 orang dewasa dan 5 anak-anak. Dari kamar ini, wisatawan bisa melihat pemadangan taman yang hijau.

Harga termahal kedua adalah vila dengan 1 tempat tidur King yang berhadapan dengan Sungai Ayung. Harganya sekitar Rp 15,12 juta per malam. Sedangkan untuk vila di teras dengan tempat tidur King, bertarif Rp 13,095 juta per malam. Ada pula kamar Suite Keluarga seharga Rp 10,395 juta semalam, juga ada kamar Suite pemandangan lembah seharga Rp 7,695 juta semalam.

Sementara itu, sejak Jumat sore pukul 17.40 Wita, sejumlah personel Polres Gianyar sudah berdatangan ke lokasi Hotel Four Seasons. Mereka bersiaga tepat di depan dan seberang pintu masuk hotel, dengan senjata lengkap. Mobil polisi juga terlihat lalulalang keluar masuk hotel.

Kapolres Gianyar, AKBP Djoni Widodo, mengatakan pihaknya kerahkan 225 personel untuk amankan kedatangan Obama dan rombongannya. Polisi yang berada di ring 3 hanya bertugas mengamankan lancarnya arus lalulintas di sepanjang jalan yang dilewati rombongan Obama. Dikatakan, polisi kebagian tugas di ring 3, petugas TNI di ring 2, sementara Paspampres kebagian pengamanan di ring .

“Kita maksimal sudah terbagi ring-ringnya. Polisi tugasnya pengamanan sekitar hotel, kegiatan, dan pengamanan jalur. Selebihnya, tugas dari teman TNI dan Paspampres,” terang Kapolres AKBP Djoni Widodo seusai apel gelar pasukan pengamanan mantan Presiden Obama di Mapolres Gianyar, Jumat kemarin.






sumber : NusaBali, tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen