Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Flakka Sangat Berbahaya, Bahkan Tembakau Gorila Mulai Merajalela di Bali

Flakka Sangat Berbahaya, Bahkan Tembakau Gorila Mulai Merajalela di Bali

Written By Dre@ming Post on Selasa, 30 Mei 2017 | 3:01:00 PM

Grafis Ganja
Tembakau Gorila Mulai Merajalela di Bali, 2 Pemuda Ditangkap

DENPASAR - Di saat Flakka tengah menjadi pembicaraan sebagai narkoba baru yang sangat berbahaya, jenis narkoba yang juga masih terhitung baru yakni tembakau gorilla sudah mulai merajalela, khususnya di kalangan anak muda.

Terbukti dua pemuda Bali tertangkap saat mengkonsumsi tembakau gorila.

Adalah KSP (19), seorang mahasiswa perguruan tinggi perhotelan swasta di Denpasar, yang diciduk Satresnarkoba Polresta Denpasar atas kepemilikan dua paket tembakau gorila.

Calon sarjana pariwisata ini ditangkap di depan KFC Sesetan, Denpasar Selatan, Minggu (14/5/2017) sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat digeledah, ia tak bisa berkutik dan mengakui kepemilikan tersebut.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, didampingi Kasatresnarkoba Polresta Denpasar, Kompol Wayan Arta, menjelaskan tersangka mendapatkan barang tersebut dari seorang temannya berinisial GHP yang tinggal di Perum Giri Asri Mumbul, Kuta Selatan.

“Dia mengaku sudah dua kali membeli itu,” ucapnya di Mapolresta Denpasar, Senin (29/5/2017).

Tersangka mengaku membeli dua paket tembakau gorila dengan harga Rp 350 ribu.

Selain menangkap mahasiswa perhotelan, Satresnarkoba Polresta Denpasar juga menangkap pemuda 22 tahun berinisial KAS.

"Kami amankan tersangka dari informasi masyarakat. Kami amankan pada Selasa 9 Mei 2017 sekitar pukul 23.30 Wita," kata Hadi Purnomo.

Suplier kebaya ini ditangkap dengan barang bukti berupa satu paket tembakau gorila seberat 2,7 gram di Jalan Permata Hijau, Denpasar.

“KAS ditangkap dan ditemukan satu paket tembakau gorila di saku celananya,” ujarnya.

Tersangka mengaku membeli barang tersebut dengan cara online.

Terhitung sudah tiga kali ia membelinya via online.

Alhasil kedua pemuda yang sama-sama terjerat kasus narkoba jenis tembakau gorila ini harus mendekam di balik jeruji besi.

Seperti diketahui, Menteri Kesehatan telah memasukkan tembakau gorila ke dalam kategori golongan I narkotika.

Tembakau gorila menjadi berbahaya karena bukan sembarang tembakau, tetapi ada campuran cairan ganja sintetis di dalamnya.

Penggunaannya juga sama dengan ganja.

Tembakau gorilla ini dicampur dengan tembakau rokok lalu dilinting kembali dan dikonsumsi dengan cara dihisap.

Satu batang rokok yang sudah dicampur dengan tembakau gorilla bisa dihisap oleh lima orang.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium, tembakau gorila ini memiliki efek yang sama dengan nakotika golongan I lainnya.

Efeknya menimbulkan halusinasi, rasa gembira yang berlebihan, hingga ketergantungan.

Flakka Bikin Pemakainya Bertingkah Seperti Zombie, BNN Antisipasi Masuk ke Bali

DENPASAR - Dunia dihebohkan dengan kehadiran narkoba jenis baru bernama Flakka.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso mencurigai Flakka sudah masuk ke Indonesia, dan BNN Provinsi Bali pun sudah melakukan antisipasi masuknya barang haram itu ke Pulau Dewata.

Perkembangan dunia narkoba sangat cepat.

Belum selesai dengan tembakau gorilla, kini masyarakat dikhawatirkan dengan kehadirian ganja campuran yang disebut Flakka.

Di sejumlah negara, Flakka ini telah memakan korban dan diyakini membuat pemakainya menjadi bertingkah seperti zombie.

Di Bali, Flakka hingga saat ini belum terdeteksi oleh BNNP Bali. Namun meskipun belum terdeteksi, Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa mengatakan pihaknya tetap melakukan antisipasi dan pencegahan masuknya Flakka ke Pulau Dewata, yang selalu jadi target bandar-bandar narkoba internasional.

Brigjen Suastawa mengatakan beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan pihaknya meskipun keberadaan Flakka belum ditemukan di Bali.

Dengan cara mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat tentang fakta dan bahaya yang ditimbulkan Flakka diharapkan bisa menjauhkan masyarakat dari barang berbahaya berbentuk kristal putih tersebut.

Razia tempat hiburan malam juga menjadi salah satu langkah konkrit BNNP Bali dalam mengantisipasi Flakka masuk ke Bali.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terkait bahaya Flakka kepada masyarakat. Tidak lupa, sweeping di tempat hiburan malam juga intens kami lakukan,” ungkapnya, Senin (29/5/2017).

BNNP Bali juga meminta informasi dari orang-orang yang di-assesment terkait mata rantai peredaran narkoba. Hal tersebut digagas untuk mendapatkan informasi penting tentang keberadaan Flakka di Bali.

Terpisah, Kepala BNN Budi Waseso mengatakan ada beberapa jenis ganja baru yang telah masuk ke Indonesia. Ganja-ganja ini tengah diteliti, termasuk Flakka.

"Ada beberapa yang kami curigai itu, sekarang kami sedang melakukan penelitian. Beberapa sudah (masuk ke Indonesia). Jenis-jenis baru kami temukan 65. Kemarin 60, sekarang kami temukan lima lagi yang baru. Jadi ini akan berkembang," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini seusai pertemuan di Pusdiklat BPK di Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Buwas menyatakan, BNN melakukan penelitian untuk melakukan antisipasi.

Menurut Buwas, hanya perkara waktu bagi ganja-ganja jenis baru untuk masuk ke Indonesia.

"Jadi ada 800 jenis baru, narkoba di dunia itu cepat atau lambat juga masuk ke Indonesia," ucap Buwas.

Menurut Buwas, Flakka merupakan ganja sintetis. Ada campuran-campuran khusus yang membuat ganja itu memiliki dampak luar biasa.

"Itu kan ganja sintesis ya. Terus ada campurannya lagi. Jenis baru, akumulasi dari campuran itulah yang dampaknya seperti itu," ujar Buwas.

"Itu sedang dalam penelitian kita ya. Ini kan baru pendapat-pendapat. Baru kami lakukan penelitian dengan Labfor Polri, BNN, BP POM, UI dan ITB juga," sambung mantan Kabareskrim Polri ini.

Halusinasi Hebat

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak beberapa pengguna Flakka bergerak aneh (kepalanya miring, nyaris kayang, susah berbicara) setelah mengonsumsi zat tersebut.

Tak hanya itu, ada juga pemakai Flakka yang mendadak berlari kencang dan menabrakkan diri ke mobil.

Sejumlah media asing melaporkan gerakan lari kencang itu disebabkan halusinasi hebat yang dialami pemakai Flakka.

Video yang menunjukkan efek dari seseorang yang mengonsumsi Flakka menjadi viral.

Dalam video itu tampak orang yang mengonsumsi Flakka akan berubah menjadi seperti zombie.

Flakka, berasal dari kata Spanyol yang berarti seorang wanita cantik (la flaca), mengandung senyawa kimia yang disebut MDPV, bahan utama pembuat bath salts atau garam mandi.

Senyawa kimia ini menstimulasi bagian otak yang mengatur mood, hormon dopamin, dan serotonin.

Di beberapa negara, obat ini disebut gravel atau kerikil karena berbentuk seperti potongan kristal putih seukuran kerikil di dalam akuarium.

Obat ini dibuat menyerupai kokain.

Namun, pada tahun 2012, kelompok pembuat obat sintetis terkait dilarang beroperasi. Pasalnya, Flakka berpotensi jauh lebih berbahaya ketimbang kokain.

Dilansir CNN, Senin (29/5/2017), epidemiologis dari Nova Southeastern University, Jim Hall, mengatakan sulit membedakan konsumsi dosis penggunaan Flakka yang dapat menyebabkan seseorang dalam kondisi kritis.

"Sangat sulit mengontrol dosis yang tepat dalam penggunaan flakka," kata Jim Hall.

Hal penting yang menjadi perhatian adalah Flakka menyebabkan penggunanya merasa memiliki kekuatan super dan kemarahan yang seakan bisa meledak seperti Hulk.

“Efek ini akan membanjiri otak,” kata Hall. Kokain dan methamphetamine memiliki cara kerja yang sama di otak. Namun, senyawa kimia pada flakka meninggalkan efek yang lebih tahan lama.

Meski efek seperti sakau yang ditimbulkan Flakka hanya berlangsung beberapa jam, hal tersebut bisa terjadi secara permanen pada otak.

Tidak hanya tinggal di otak, obat ini juga menghancurkan otak.

Flakka akan berkeliaran di otak lebih lama dari kokain, begitu pun tingkat kerusakan otak, yang akan jauh lebih besar.

Hal penting lainnya yang harus diwaspadai, Flakka berpotensi menyebabkan efek samping lain yang tak kalah serius pada kesehatan ginjal.

Flakka juga dapat menyebabkan otot-otot pecah, sebagai akibat dari hipertermia.

Para ahli khawatir bahwa para pengguna Flakka yang overdosis mungkin akan menjalani cuci darah atau dialisis sepanjang sisa hidup mereka.

Seperti obat-obatan sintetis pada umumya, sebagian besar Flakka tampaknya datang dari China dan dijual melalui internet atau di tempat pompa bensin.

Flakka bisa didapatkan seharga 3-5 dollar AS untuk satu dosis.

Ini terbilang lebih murah ketimbang kokain.

"Penjual Flakka memilih orang-orang berusia muda dan miskin untuk menjadi target mereka, bahkan meminta tunawisma sebagai pengedar," kata Hall.







sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

GA Tipe Tertutup, Fase Letusan Freatik, Freatomagmatik, Terakhir Magmatik

Penampakan Gunung Agung dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang, Karangasem, Rabu (22/11/2017) sore (grafis) 3 Kali Tremor Menerus Te...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen