Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , , » Tunggu Rekomendasi PDIP Rai Mantra "Tolak" Jadi Tandem Sudikerta

Tunggu Rekomendasi PDIP Rai Mantra "Tolak" Jadi Tandem Sudikerta

Written By Dre@ming Post on Selasa, 21 Maret 2017 | 8:03:00 AM

I Wayan Koster - Rai Mantra - I Ketut Sudikerta
DENPASAR - Jurus DPD I Golkar Bali melobi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra untuk digaet sebagai tandem Ketut Sudikerta dalam tarung Pilgub Bali 2018, terancam mental.

Masalahnya, Rai Mantra tak mau menempati posisi Calon Wakil Gu-bernur (Cawagub) Bali. Rai Mantra masih tunggu kemungkinan dapat rekomendasi sebagai Calon Gubernur (Cagub) Bali dari DPP PDIP.

Sesepuh Beringin yang kini Dewan Pertimbangan DPD I Golkar Bali, Ida Tjokorda Pemecutan XI, mengatakan dirinya yang pertama kali mencetuskan gagasan Ketut Sudikerta berpaket dengan Rai Mantra. Namun, kata Tjok Pemecutan, Rai Mantra tidak mau menjadi Cawagub pendamping Sudikerta.

“Saya cetuskan Paket Sudikerta-Rai Mantra. Tapi, Rai Mantra tidak mau menempati posisi Cawagub,” ungkap Tjok Pemecutan di Denpasar, Senin (20/3). Menurut Tjok Pemecutan, penolakan Rai Mantra itu disampaikan orang dekatnya dalam sebuah acara adat, beberapa waktu lalu. “Karena Rai Mantra maunya sebagai Calon Gubernur,” lanjut politisi senior Golkar yang juga Raja Puri Pe-mecutan, Denpasar ini.

Tjok Pemecutan mengingatkan, kalau Rai Mantra sudah menolak jadi pendamping Sudikerta di posisi Cawagub Bali, maka Golkar tidak boleh merengek-rengek lagi melobi sang Walikota Denpasar. Sudikerta yang sudah ditetapkan DPP Golkar sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018, harus mencari figur lain sebagai tandemnya di posisi Cawagub.

“Golkar kan partai yang punya elektabilitas bagus. Jangan seolah-olah partai kita ini meminta-minta,” ujar Tjok Pemecitan, yang semasa walaka bernama Anak Agung Ngurah Manik Parasara.

Apa yang disampaikan Tjok Pemecutan juga beredar di internal DPD I Golkar Bali, Senin kemarin. Sseorang senior Golkar menyebutkan, ada dua kader Beringin yang sempat diutus menemui Rai Mantra di rumahnya, beberapa waktu lalu. Kala itu, Rai Mantra menyatakan tidak bersedia menjadi Cawagub.

Menurut sumber tadi, Sekjen DPP Golkar Idrus Marham juga sudah mengetahui wacana melobi Rai Mantra untuk digaet sebagai tandem Sudikerta. Namun, Idrus Marham belum tahu kalau Rai Mantra tolak dampingi Sudikerta.

Dia menyebutkan, Rai Mantra ngotot mau maju ke pilgub Bali, Juni 2018 mendatang, dengan posisi sebagai Cagub. Rai Mantra disebutkan menunggu ‘durian runtuh’ dapat rekomendasi dari DPP PDIP. “Rai Mantra juga tunggu rekomendasi di PDIP. Kalau tidak dapat rekomendai dari PDIP, kemungkinan Rai Mantra akan melalui jalur Independen,” katanya. “Kalau semua jalan sudah mentok, Rai Mantra mungkin akan tetap sebagai Walikota Denpasar,” lanjut kader militan Golkar ini.

Dikonfirmasi terpisah, Senin kemarin, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Bali, I Gusti Putu Wijaya, mengatakan tidak ada kegagalan di Golkar. “Kita belum bertemu Rai Mantra, bagaimana bisa disebut gagal? Kita belum bergerak kok. Kita sudah punya tim dan baru mau melakukan lobi. Isu di bawah kan macam-macam. Kita komunikasikan dulu-lah dengan partai politik dan tim Rai Mantra,” tandas IGP Wijaya.

Kubu Beringin sendiri sebelumnya isyaratkan melobi Rai Mantra sebagai tandem Sudikerta, pasca Ketua DPD I Golkar Bali itu ditetapkan DPP Golkar sebagai Cagub Bali 2018, Kamis (16/3) malam. "Sekarang tinggal mencarikan tandem Sudikerta di posisi Calon Wakil Gubernur Bali. Kita sedang jajaki tandem terbaik untuk Sudikerta," ujar IGP Wijaya di Denpasar, Minggu (19/3).

Menurut Wijaya, sejumlah nama sudah disiapkan untuk disimulasikan sebagai tandem Sudikerta, salah satunya IB Rai Mantra. Bahkan, Wijaya terang-terangan mengatakan DPD I Golkar Bali mengerahkan tim untuk melakukan lobi kepada Rai Mantra, buat digaet sebagai Cawagub pendamping Sudikerta.

"Rai Mantra adalah kandidat Cawagub yang akan ditandemkan dengan Sudikerta. Paket Sudikerta-Rai Mantra ini sudah bergulir di internal kader Golkar. Rai Mantra dinilai bisa mendampingi Sudikerta, karena ketokohan dan elektabilitasnya," tandas politisi senior Golkar asal Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan yang mantan anggota DPR RI di era Orde Baru ini.

Ketika sisinggung bahwa Rai Mantra sudah dipinang NasDem sebagai Cagub Bali 2018, menurut Wijaya, hal tersebut akan dikomunikasikan. Apalagi, Golkar merancang koalisi dengan sejumlah partai politik. "Kami akan komunikasikan dengan partai politik. Harapan kami, partai politik di Bali bisa gabung dengan Golkar mengusung paket calon bersama-sama. Kalau ada kader yang layak jadi tandem Sudikerta di posisi Cawagub, ayo kita gabungkan," tantang Wijaya kala itu.

Sementara itu, Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, enggan berkomentar saat dikonfirmasi terkait adnya kabar Rai Mantra juga menunggu rekomendasi di PDIP, Senin kemarin. Wayan Koster berdalih pihaknya masih fokus urusan Pilgub DKI Jakarta 2018. “Saya nggak komentari itu. Masih fokus urusan Pilgub DKI Jakarta,” ujar Koster yang hampir pasti akan diusung PDIP sebagai Cagub Bali ke Pilgub 2018.

Ketika ditanya soal rekomendasi Cagub-Cawagub dari DPP PDIP, menurut Koster, kemungkinan baru akan turun, Juni 2017 mendatang. “Ya, rekomendasi kemungkinan terbit Juni 2017 nanti. Tunggu saja,” ujar politisi militan PDIP asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng berjuluk KBS (Koster Bali Satu) ini.

Di sisi lain, Ketua DPW NasDem Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa, membantah isu bahwa Rai Mantra berharap dapat rekomendasi dari DPP PDIP. ”Kita nggak mau ganggu proses di PDIP. Urusan antara DPP PDIP atau DPP NasDem ada komunikasi, itu lain soal. Yang jelas, kita hormati proses di PDIP di mana pasangan Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akan diusung sebagai Cagub-Cawagub Bali,” ujar Oka Gunastawa.

Oka Gunastawa menegaskan Rai Mantra akan maju sebagai Cagub Bali 2018, baik naik kendaraan partai politik/gabungan parpol maupun Jalur Independen. “Bisa maju melalui koalisi partai politik, bisa juga dari jalur Independen,” tandas Oka Gunastawa yang notabene mantan fungsionaris DPD I Golkar Bali era kepemimpinan Tjokorda Gede Budi Suryawan.









sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen