Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Gerindra : Belum Ada Penjajakan KBM, Paket Kerta-Ayu Muncul di Golkar

Gerindra : Belum Ada Penjajakan KBM, Paket Kerta-Ayu Muncul di Golkar

Written By Dre@ming Post on Minggu, 26 Maret 2017 | 9:32:00 AM

KBM pengusung Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta) di Pilgub Bali 2013 lalu belum pernah lagi dibicarakan dengan Gerindra. Sebut Belum Ada Penjajakan Koalisi Bali Mandara
Paket Kerta-Ayu Muncul di Golkar

DENPASAR - Usulan agar Calon Gubernur Partai Golkar I Ketut Sudikerta ditandemkan dengan tokoh non kader akhirnya mendekati kenyataan.

Beredar paket I Ketut Sudikerta – Ayu Pastika (Kerta–Ayu) di lingkaran Partai Golkar. Paket Kerta–Ayu ini muncul dan disebarkan langsung melalui nomor WhatsApp (WA) Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta.

Dalam pesan WA yang beredar dan diterima, Sabtu (25/3), langsung terpasang foto Ketua DPD I Golkar Bali I Ketut Sudikerta dengan Ayu Pastika yang tak lain istri Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Paketnya diberi nama Kerta–Ayu. Tidak ada tulisan Cagub-Cawagub Bali 2018. Tulisan yang tertera dalam gambar tersebut, ‘Kerta–Ayu, Bali Mandara Jilid III, Lanjutkan!!! 2018–2023’. Sudikerta yang dikonfirmasi terkait dengan beredarnya paket Kerta–Ayu belum mengangkat ponselnya.

Sedangkan Ketua DPD I Golkar Bali Bidang Organisasi dan Daerah I Gusti Putu Wijaya, Sabtu siang kemarin, mengatakan Ayu Pastika salah satu kandidat calon wakil gubernur (Cawagub) yang diinventarisasi Golkar Bali. Sebelumnya Putu Pasek Sandos Prawirotama (Sandoz) yang tak lain putra sulung Gubernur Made Mangku Pastika yang dipepet untuk ditandemkan dengan Sudikerta. Tetapi lobi tersebut gagal.

“Sandoz sempat diajak komunikasi. Ya memang Golkar inventarisasi nama-nama cawagub yang banyak. Bu Ayu Pastika sudah masuk inventarisasi juga sebagai kandidat Cawagub. Kalau di WA Pak Wagub beredar bisa jadi sudah ada lampu hijau dari Pak Gubernur Pastika,” ujar Wijaya.

Wijaya menyebutkan kalau berpikir realistis, untuk posisi Cawagub memang Golkar harus mencari figur yang bisa mendongkrak posisi Cagub Sudikerta. “Kalau figur Ibu Ayu Pastika saya rasakan ini juga tepat. Nanti nama Bu Ayu Pastika akan dimasukkan dalam survei, dan surveinya nanti ada paket-paket Cagub-Cawagub,” tegas mantan anggota DPR RI ini.

Sebelumnya Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra juga menjadi tokoh yang dilobi Partai Golkar sebagai Cawagub Sudikerta. Tetapi Rai Mantra tidak bersedia jadi Cawagub. Lobi oleh Tim Khusus DPD I Golkar Bali gagal karena Rai Mantra tak mau menjadi Cawagub. Walaupun penolakan Rai Mantra tersebut sempat dibantah oleh DPD I Golkar Bali, namun Dewan Penasihat DPD I Golkar Bali Ida Tjokorda Pemecutan XI mengatakan penolakan Rai Mantra sebagai Cawagub disampaikan langsung oleh orang terdekat Rai Mantra di acara perkawinan salah satu kerabat Puri Pemecutan. “Kerabat Rai Mantra menyampaikan kepada saya langsung, kalau Rai Mantra tidak bersedia jadi Cawagub Sudikerta,” ujar Tjok Pemecutan.

Wijaya pun menegaskan paket Sudikerta–Ayu Pastika dengan julukan Kerta–Ayu sudah pernah juga dibahas di Partai Golkar. “Paket Kerta–Ayu ini sudah pernah dibahas kok. Bagi kami itu juga bagus karena elektabilitas Ibu Ayu Pastika juga lumayan,” tutur politisi asal Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, ini.

Sekretaris DPD I Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry secara terpisah mengatakan paket Kerta–Ayu ini bagus. Sepanjang sudah dikomunikasikan dengan yang bersangkutan (Ayu Pastika). Selain itu soal tandem yang berwenang menunjuk adalah Cagub itu sendiri dengan disampaikan kepada kader. “Paket ini tidak ada persoalan muncul. Sepanjang sudah dikomunikasikan dengan yang bersangkutan dan dengan para kader,” kata Sugawa Korry.

Sugawa Korry membeber Cawagub yang akan diusung Golkar harus memenuhi empat syarat. Yakni pertama, memiliki kemampuan (kemampuan finansial, akademik). Kedua, memiliki kemauan (motivasi). Ketiga, memiliki elektabilitas untuk mendongkrak suara Cagubnya. Keempat, memiliki chemistry (kecocokan) dengan Cagub. ”Jadi empat syarat ini sudah harus terpenuhi. Satu saja tidak terpenuhi harus jadi bahan pertimbangan,” ucap politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, ini.

Sugawa Korry menambahkan, sekarang tergantung Sudikerta saja menentukan. “Dalam aturan organisasi, untuk penentuan Cawagub minimal maksimal tiga (3) nama diusulkan terlebih dulu ke DPP. Nanti DPP mengajak Cagubnya untuk membahasnya. Barulah penetapan nama Cawagub,” tegas Wakil Ketua DPRD Bali, ini.

Atas munculnya paket Kerta–Ayu ini, Gubernur Made Mangku Pastika belum bisa dimintai komentar. Saat dihubungi melalui ponselnya, tidak dijawab.

Gerindra Inventarisir Kandidat Cagub

KBM pengusung Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta) di Pilgub Bali 2013 lalu belum pernah lagi dibicarakan dengan Gerindra.

Sebut Belum Ada Penjajakan Koalisi Bali Mandara

DENPASAR - DPD Partai Gerindra Bali segera melakukan inventarisir nama-nama yang akan dijagokan maju di Pilgub Bali 2018. Ketua DPD Gerindra Bali, Ida Bagus Putu Sukarta (Gus Sukarta) di Denpasar, Sabtu (25/3) mengatakan DPD Gerindra membuka pintu bagi kader untuk masuk dalam proses di Gerindra.

Gus Sukarta mengatakan kader yang punya potensi boleh menyiapkan diri. “Kita akan lakukan inventarisir nama-nama kader dan tokoh yang layak untuk diusung di Pilgub Bali. Gerindra komitmen kader akan diberikan prioritas untuk berlaga di Pilgub Bali 2018 nanti kalau elektabilitas mendongkrak,” ujar Gus Sukarta.

Gus Sukarta menyebutkan Gerindra dipastikan akan berkoalisi di Pilgub Bali dengan partai lain untuk bisa mengusung calon. Karena sesuai dengan persyaratan, partai politik/gabungan partai politik yang akan mengusung Cagub-Cawagub harus memiliki minimal 11 kursi di DPRD Bali hasil Pileg 2014 atau setara 20 persen suara Pileg 2014.

“Mau tidak mau memang kami akan berkoalisi. Tetapi sekarang kader-kader potensial kita siapkan,” tegas anggota Dewan Pembina DPP Gerindra yang juga anggota Komisi X DPR RI membidangi pariwisata, pemuda, olahraga, seni dan budaya ini.

Sementara soal keinginan I Ketut Sudikerta, Ketua DPD I Golkar Bali yang juga Cagub Bali 2018 usungan Partai Golkar untuk merajut kembali Koalisi Bali Mandara (KBM) seperti Pilgub 2013 lalu, masih mentah. Gus Sukarta mengatakan belum pernah ada komunikasi dengan Sudikerta untuk merajut kembali Koalisi Bali Mandara (KBM). “Saya dengar sudah ditetapkan Cagub di Golkar, soal Koalisi Bali Mandara akan lanjut malah saya nggak tahu,” kata Gus Sukarta.

Dia menyebutkan Koalisi Bali Mandara (KBM) yang menjadi pengusung I Made Mangku Pastika-I Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta) di Pilgub Bali 2013 lalu belum pernah lagi dibicarakan dengan Gerindra. “Kita belum pernah lagi ada kontak. Bagi kami kalau ada komunikasi ya jalan, tetapi sekarang ini belum mengerucut, masih cair antara koalisi partai yang ada di KBM,” tegas politisi asal Griya Buruan, Sanur, Denpasar Selatan ini. Gus Sukarta menegaskan Partai Gerindra memang harus menjalankan koalisi untuk bisa mengusung calon di Pilgub Bali.

Tetapi Gerindra tidak akan grasa-grusu memutuskan. “Kami tidak grasa-grusu memutuskan, biarkan berjalan. Kalaupun di Golkar sudah ada paket calon ditetapkan ya kita tunggu saja. Nanti saat pendaftaran calon di KPU akan ketemu juga paket- paketnya,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Bali ini 2009-2014 yang kini Koordinator Fraksi Gerindra di DPR RI ini.

Wakil Ketua Pemuda Pancamarga Provinsi Bali ini mempertegas bahwa dukungan Gerindra di Pilgub Bali sangat besar dengan 7 kursi Fraksi DPRD Bali atau setara dengan 12,74 persen. “Kita memerlukan tambahan kursi untuk bisa mengusung calon dan kami masih komunikasikan,” ujar Gus Sukarta.

Sedangkan soal wacana akan mengusung Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama Partai NasDem, Gus Sukarta mengatakan semuanya masih cair. “Pada saatnya nanti pendaftaran di KPU akan muncul, tunggu dan lihat saja,” pungkas Gus Sukarta berkelakar.







sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Titib Batal Gelar Diksa Pariksa, Ketua Panitia "Sayangkan" Pernyataan Ketua PHDI

Ida Bawati Made Titib bersama istrinya batal gelar diksa pariksa pad...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen