Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Di Pering Kanjeng Madi Tolak Dikaitkan Dimas Kanjeng

Di Pering Kanjeng Madi Tolak Dikaitkan Dimas Kanjeng

Written By Dre@ming Post on Jumat, 07 Oktober 2016 | 6:50:00 AM

 Kanjeng Madi di Pasraman Daya Putih, Desa Pering, Gianyar, Senin (3/10). Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyanto meminta kepada masyarakat untuk seger melapor ke kepolisian terdekat, jika ada yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
DENPASAR - Untuk penanganan lebih lanjut, nantinya Polda Bali akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur. Kapolda Sugeng Priyanto menyebutkan, pihaknya sudah mendapat kabar adanya korban penipuan Dimas Kanjeng di Bali, meskipun datanya belum akurat. “Sejauh ini memang belum ada data spesifik. Namun, kabar yang didengar dari masyarakat, ada beberapa korban Dimas Kanjeng di Bali,” ujar Kapolda Sugeng Priyanto saat ditemui usai peringatan HUT ke-71 TNI di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Kamis (5/10) pagi.

Menurut Kapolda, pihaknya masih terus mendalami pengikut dan jumlah korban Dimas Kanjeng di Bali. “Kalau ada yang merasa jadi korban, segera melapor ke kepolisian terdekat,” katanya. Dia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Polda Jatim yang kini menangani kasus ini.

Terkait keberadaan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng di Banjar Pamudungan, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Tabanan, menurut Kapolda, sejauh ini belum ada penjagaan khusus. “Tapi kami masih terus mendalami kegiatan terkait Yayasan Padepokan Kanjeng Dimas di Bali,” katanya.

Di sisi lain, Polres Tabanan hingga kemarin belum menerima laporan ada korban penipuan terkait keberadaan Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Belimbing. Kasubag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa, mengatakan meski belum ada laporan, pihaknya tetap memantau dan memonitor yayasan yang diketuai I Wayan Sudarya, birokrat yang kini Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tabanan ini.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Kebathinan Daya Putih asal Jogjakarta, Kanjeng Raden Harya DR Sumadi Kertonegoro alias Kanjeng Madi, sempat dikait-kaitkan dengan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang ditangkap polisi terkait kasus penggandaan uang di Pade-pokan kawasan Probolinggo, Jawa Timur. Kanjeng Madi yang tinggal di Pasraman Daya Putih kawasan Banjar Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, pun bantah sebagai pengikut Dimas Kanjeng.

Kanjeng Madi menegaskan, dirinya maupun pasraman yang dipimpinnya, sama sekali tidak ada kaitan dengan Dimas Kanjeng. Pasraman Daya Putih tidak ada keterkaiatan baik dari unsur keilmuan, organisasi, maupun budaya dengan Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Kegiatan di Pasraman Daya Putih asuhan Kanjeng Madi hanya sebatas meditasi dan pernapasan.

Kanjeng Madi juga mengaku sekali tidak percaya kalau Dimas Kanjeng mampu me-nggandakan uang. "Mustahil seseorang mampu menggandakan uang, berbeda halnya dengan pencentak uang yang dilakukan oleh pemerintah," ujar Kanjeng Madi saat ditemui di Pasraman Daya Putih, Senin (3/10) lalu.

Bila seseorang sampai percaya dengan hal-hal sebagaimana diakui Dimas Kanjeng, menurut Kanjeng Madi, orang bersangkutan tidak mensyukuri hidup dan segala yang telah dimiliki. Selain itu, tingkat keimanannya masih rendah, sehingga mudah terpengaruh.

Kanjeng Madi pun mengingatkan masyarakat tidak mudah percaya dengan hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri. "Jangan sampai hal tersebut terulang. Dengan kejadian ini tentu masyarakat bisa belajar," terang Kanjeng Madi yang sudah beberapa tahun tinggal di Pasraman Daya Putih kawasan Desa Pering ini.

Kanjeng Madi memaparkan, gelar ‘Kanjeng’ tidak sembarang orang bisa memilikinya. Seseorang yang bergelar Kanjeng punya sertifikat yang diberikan pihak keraton. “Jangan sampai karena saya menyandang gelar Kanjeng, lalu dikaitkan dengan Dimas Kanjeng,” jelas tokoh spiritual yang mendapat gelar Kanjeng dari Keraton Solo, Jawa Tengah ini.










sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen