Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Cuma Gara-gara Batal Foto Bareng Artist, Wanita Ini Tewas

Cuma Gara-gara Batal Foto Bareng Artist, Wanita Ini Tewas

Written By Dre@ming Post on Kamis, 18 Agustus 2016 | 7:59:00 AM

DENPASAR - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung kematian terjadi di Banjar Padang Sumbu, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Rabu (17/8) dinihari pukul 03.30 Wita. Dipicu Cekcok karena Korban Tak Bisa Foto Bareng Penyanyi Pop Bali

Korbannya adalah Ni Putu Antrini alias Menik, 45, anggota Paguyuban Samatra Artis Bali, yang tewas dianiaya suaminya, I Ketut Sumerta, 44.

Data di lapangan, korban Putu Antrini langsung tewas mengenaskan, setelah didorong keras hingga kepalanya terbentur tembok di kamar mandi rumahnya, yang berlokasi di Jalan Gunung Payung II Nomor 14 Desa Padangsambian Kelod, Rabu dinihari. Insiden maut berawal dari cekcok akibat gagal foto bareng bersama artis kesayangannya.

Pasangan Ketut Sumerta dan Putu Antrini selama ini memang dikenal sebagai pasutri yang sama-sama anggota Paguyuban Samatra Artis Bali. Pasutri asal Banjar Adnyasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana ini nyaris selalu hadir dalam setiap peluncuran album baru penyanyi Pop Bali kesayangannya. Sang suami, Ketut Sumerta, kesehariannya menjadi seorang pelukis.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Wisnu Wardana, memaparkan dari hasil interogasi terhadap pelaku I Ketut Sumerta yang sudah diamankan polisi, terungkap aksi penganiayaan maut ini karena dirinya kesal oleh omelan sang istri, korban Putu Antrini. Semua berawal ketika pelaku dan korban bersama anaknya, Putu Nariartawan, 13, menghadiri launching album Pop Bali di Art Centre Taman Budaya Denpasar, Selasa (16/8) petang sekitar pukul 18.00 Wita.

Usai acara launching malam itu, korban Putu Antrini meminta suaminya, Ketut Sumerta, untuk memotret dirinya fotot bareng para artis menggunakan kamera ponsel. Namun, Sumerta tidak bisa memotretnya kala itu, lantaran memori HP-nya sudah full. “Gagal foto bareng artis, korban bersama suami dan anaknya langsung pulang ke rumah,” papar Kapolsek Wisnu Wardana, Rabu kemarin.

Tiba di rumahnya di Jalan Gunung Payung II Nomor 14 Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Selasa malam pukul 22.00 Wita, pelaku Sumetra langsung duduk di teras sambil merokok. Sedangkan istrinya, Putu Antrini, lagsung masuk kamar tidur, begitu pula sang anak. Namun, dari dalam kamar, korban masih terus ngomel prihal batal foto bareng dengan artis.

“Saat itu, pelaku tidak menanggapi omelan istrinya. Dalam keadaan jengkel, pelaku langsung masuk kamar dan tidur,” ujar Wisnu Wardana. Nah, Rabu dinihari sekitar pukul 03.30 Wita, pelaku Sumerta terbangun dari tidurnya, kemudian ngacir ke toliet. Di luar dugaan, korban Putu Antrini ikut bangun dan langsung ngomel lagi soal gagal foto bareng artis.

Karena jengkel, pelaku Sumerta pun naik pitam, lalu memukuli istrinya tepat di uluhati. Korban Putu Antrini langsung jatuh terkapar di lantai. Dalam kondisi sekarat, korban kembali dijambak, lalu dibanting dan kepalanya dibenturkan ke lantai hingga berdarah.

“Korban sebetulnya sempat melawan dan berjalan sempoyongan ke kamar mandi. Korban diikuti oleh suaminya. Sampai di pintu kamar mandi, korban jatuh tersungkur,” papar Wisnu Wardana. Setelah istrinya dipastikan tewas, pelaku Sumerta masih sempat membersiihkan ceceran darah korban. Kemudian, pelaku memberitahukan insiden maut ini kepada kerabatnya.

Barulah Rabu siang sekitar pukul 11.00 Wita, kerabat pelaku melaporkan insiden maut yang merenggut nyawa Putu Antrini ke Poslek Denpasar Barat. Polisi pun terjun ke lokasi TKP untuk menangkap pelaku Sumerta. pelaku ditangkap tanpa perlawanan, lanjut dibawa ke Mapolsek Denpasar Barat. Sedangkan jenazah korban dibawa ke RS Sanglah, Denpasar untuk divisium.

Kapolsek Wisnu Wardana menyatakan, tersangka Ketut Sumerta kemungkinan akan dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP dan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal “Kita amankan sejumlah BB dari lokasi TKP, seperti HP Lenovo, bantal berisi darah, handuk putih berisi darah, kaos, dan celana pendek berisi darah,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, Denpasar, Rabu kemarin, korban Putu Antrini diketahui tewas dengan tiga luka robek di bagian kepala belakang. “Luka-luka tersebut sebagai akibat dari kekerasan benda tumpul,’ jelas Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, dr Dudut Rustyadi.

Dikonfirmasi terpisah, kakak tiri korban, Made Suyasa, membenarkan pasutri Ketut Sumerta-Putu Antrini sama-sama penggemar lagu Pop Bali. Ke mana pun ada artis Pop Bali manggung, mereka nyaris selalu datang. Namun kenyataan yang dihadapi adiknya harus naas ditangan Suaminya sendiri. "Setahu saya, adik saya (korban Putu Antrini) dan suaminya adalah sosok yang polos. Tapi, karena tinggal berjauhan, saya tidak tahu mereka punya masalah apa," papar Made Suyasa di RS Sanglah, Rabu kemarin.











sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen