Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Banyak Senjata Warisan Pentolan Ormas, Kalapas Kerobokan Pun Dicopot

Banyak Senjata Warisan Pentolan Ormas, Kalapas Kerobokan Pun Dicopot

Written By Dre@ming Post on Rabu, 23 Desember 2015 | 11:30:00 AM

Kalapas Karangasem, Kusbiyantoro - Kalapas Kerobokan, Sunarto Bondan. Kusbiyantoro gantikan Sunarto sebagai Kalapas Kerobokan, sedangkan Arya Budiartawan sundul Agus Miarta jadi KPLP Kerobokan (atas).  Ratusan senjata tajam berbagai jenis dikumpulkan saat jumpa pers hasil sweeping Lapas Kerobokan di Lobby Polda Bali. Polda Bali pajang barang-barang temuan hasil penggeledahan pasca bentrok maut di LP Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung ke hadapan media, Senin (21/12) (bawah)
‘Warisan Pentolan Ormas Sebelumnya’

DENPASAR - Selain berupa 7 pucuk senjata api berikut 252 butir peluru tajam, serta ratusan senjata tajam beragam jenis, juga ada temuan 12 rompi anti peluru. Bagaimana lika-liku barang tersebut bisa berada di LP Kerobokan?

Ada beragam jenis barang yang ditemukan dalam penggeledahan pasca bentrokan maut di LP Kerobokan, Kamis (17/12) sore, yang menrenggut 2 nyawa dan 2 korban luka berat. Di antaranya, 320 senjata tajam beragam jenis, 68 senjata tumpul, 133 unit handphone, 200,13 gram narkoba jenis shabu, 5 butir pil ekstasi, hingga satu kotak berisi jenglot.

Kapolda Bali, Irjen Sugeng Priyanto, menyatakan pihaknya akan panggil Kepala LP (Kalapas Kerobokan), Sunarto Bondan, untuk mengetahui bagaimana semua ini bisa terjadi. "Kami juga akan memintai keterangan para petugas Lapas untuk mengetahui mengapa barang-barang ini bisa masuk?" tandas Kapolda Sugeng Priyanto, Senin kemarin. 

Kami sempat melakukan penelusuran soal bagaimana senjata tajam hingga senjata api bisa masuk ke dalam LP Kerobokan. Beberapa mantan pentolan napi di LP Kerobokan mengatakan, senjata-senjata tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama. Tepatnya, sejak LP Kerobokan mulai dikuasai kelompok ormas. “Ya, senjata-senjata itu sudah ada sejak lama,” jelas pentolan napi yang enggan disebutkan namanya ini. Dia menyebutkan, dalam LP Kerobokan, hampir semua blok sudah dikuasai tiga ormas. Setiap blok dipimpin oleh pentolan ormas yang menguasai kawasan itu. Saat terjadi kerusuhan di LP Kerobokan, Februari 2012 silam, senjata-senjata milik anggota ormas banyak yang disita petugas saat dilakukan razia.

Menurut sumber tadi, sebagian senjata-senjata tersebut ada yang diseludupkan ke LP kerobokan, ada juga yang memang masuk melalui perantara sipir penjara. “Jadi, setelah masuk ke dalam LP Kerobokan, senjata tersebut disembunyikan di dalam blok. Ada yang dibuatkan brankas khusus senjata, ada juga yang diselipkan di atap blok hingga taman,” jelasnya.

Senjata tersebut seperti turun temurun diwariskan kepada pentolan ormas menempati blok tersebut. Tujuannya, kata dia, untuk melindungi diri jika terjadi perang antar blok di LP maupun buat pribadi antar napi. “Makanya, sebelum kejadian kemarin, banyak juga napi yang kena tebas atau kena tusuk di dalam LP Kerobokan,” katanya.

Bagaimana soal keberadaan senjata api di dalam LP Kerobokan? Sumber tersebut mengaku tidak tahu persis soal senjata api yang ditemukan dalam penggeledahan pasca bentrok maut. “Kalau masalah senjata api, saya tidak tahu banyak. Soalnya, waktu saya berada di dalam penjara, hanya ada senjata tajam seperti pedang, pisau, dan sejenisnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, I Wayan Kusmiantha Dusak, menyatakan banyak faktor yang melatarbelakangi lolosnya barang-barang ke dalam LP Kerobokan. Mulai dari banyaknya jalan ‘tikus' ke dalam LP Kerobokan, hingga kurangnya jumlah sipir penjara.

Menurut Kusmianta, setidaknya ada sembilan jalan untuk menyelundupkan barang-barang dari luar ke dalam LP Kerobokan. Barang-barang mulai senjata api, senjata tajam, shabu, hingga jenglot juga kemungkinan diselundupkan lewat jalan tikus tersebut.

"Ada sembilan area penyelundupan barang. Di antaranya, lewat kesempatan kunjungan ke napi, penyelundupan lewat petugas, masuknya bahan makanan setiap hari, lewat narapidana asimilasi (napi yang jadi petugas kebersihan di luar Lapas), dan lewat tahanan yang bersidang di mana yang bersangkutan balik dengan membawa barang dari luar," ungkap Kusmiantha dilansir detikcom, Minggu (20/12).

Belum lagi, prosedur pemeriksaan yang kurang optimal dijalankan petugas LP Kerobokan. Kusmiantha mengakui kekurangan ini. Kondisi ini diperparah lagi dengan minimnya personel sipir untuk menjaga para napi. "Bayangkan, 1.000 narapidana dijaga 10 orang, ya petugas pasti stres-lah," ujar putra Bali asal Banjar Pangkung, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan ini.

Dia menyebutkan, ada 40 personel petugas LP Kerobokan. Mereka dibagi menjadi empat regu, di mana tiap regu berisi 10 personel. Sistem jaga diterapkan pergantian siang-malam---namun ini tergantung kebijakan Kepala LP Kedrobokan. Untuk personel yang berjaga dari pagi hingga siang, mereka bekerja sampai enam jam. Untuk personel yang mendapat giliran malam, mereka berjaga 12 jam.

Soal kebobolan selundupan barang-barang yang tak semestinya ada di LP Kerobokan, menurut Kusmiantha, itu bisa beragam penyebabnya. Misal, adanya ancaman yang acapkali diterima petugas. "Mungkin dia (petugas LP) memang melihat ada barang masuk, tapi kalau diancam bunuh, bagaimana? Ini harus diperbaiki, berkaitan dengan revolusi mental ini kita mulai.”

Kalapas Kerobokan Pun Dicopot

DENPASAR - Inilah buntut kerusuhan maut di LP Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Kamis (1712) sore, yang merenggut 2 nyawa dan 2 korban luka berat. Lima hari pasca rusuh yang melibatkan kelompok ormas, Kepala LP (Kalapas) Kerobokan, Sunarto Bondan, dan Kepala Pengamanan LP (KPLP) Kerobokan I Wayan Agus Miarta dicopot dari jabatannya, Senin (21/12). Mereka dianggap bertanggung jawab atas lolosnya ratusan senjata tajam, senjata api, hingga jenglot ke LP.

Pencopotan Kalapas Kerobokan Sunarto Bondan dan KPLP Kerobokan, I Wayan Agus Miarta, oleh Menkum HAM Yassona Laoly ini diakui Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bali, I Nyoman Putra Surya, saat dikonfirmasi per telepon, Senin kemarin. Menurut Putra Surya, Kepala LP Karangasem, Kusbiyantoro, telah ditunjuk menggantikan Sunarto Bondan sebagai Kalapas Kerobokan.

Sedangkan posisi Wayan Agus Miarta sebagai KPLP Kerobokan, kata Putra Surya, digantikan KPLP Karangasem I Wayan Arya Budiartawan. Putra Surya menyebutkan, pergantian Kalapas Kerobokan dan KPLP Kerobokan ini sebagai bagian upaya untuk memperlancar pemeriksaan terhadap Sunarto Bondan dan Wayan Agus Miarta terkait bentrok maut di LP Kerobokan hingga menewaskan 2 anggota ormas dan 2 korban terluka. Apalagi, bentrok di LP kerobokan kemudian memicu bentrok susulan massa dua ormas di Jalan Teuku Umar Denpasar Barat petang harinya, hingga jatuh lagi 2 korban tewas dan 3 luka berat.

“Pergantian jabatan ini untuk memperlancar proses pemeriksaan yang bersangkutan. Yang mengantikan Sunarto sebagai Kalapas Kerobokan adalah Kalapas Karangasem Kusbiyantoro. Sedangkan KPLP Kerobokan digantikan KPLP Karangasem (Wayan Arya Budiartawan),” jelas Putra Surya. Sejauh ini, kata Putra Surya, Sunarto dan Agus Miarta belum diperiksa kepolisian. “Ini baru mau diperiksa,” tandasnya.

Dengan pencopotan pasca rusuh ini, berarti Sunarto Bondan praktis hanya 2 bulan menjabat sebagai Kalapas Kerobokan. Sebelumnya, Sunarto dilantik menjadi Kalapas Kerobokan Sudjonggo, Oktober 2015 lalu. Sunarto sendiri segera akan mengakhiri kariernya karena pensiun, Maret 2016 mendatang.

Ini pula untuk kedua kalinya dalam kurun 3 tahun terakhir, Kalapas Kerobokan dicopot dari jabatanannya dan langsung digantikan Kalapas Karangasem. Sebelumnya, 24 Februari 2012 silam, Bowo Nariono juga dicopot dari jabatannya sebagai Kalapas Kerobokan akibat kerusuhan yang memporakporandakan fasilitas LP selama dua malam. Kala itu, Kalapas Kerobokan I Gusti Ngurah Wiratna ditunjuk menggantikan Bowo sebagai Kalapas Kerobokan.

Bukan hanya itu, KPLP Kerobokan Anang Khuzaini juga dicopot dari jabatannya akibat kerusuhan napi yang menimbulkan kerugian miliaran rupiah. Anang Khuzaini digantikan I Wayan Agus, yang sebelumnya menjabat KPLP Tabanan. Baik Bowo maupun Anang Khuzaini kemudian ditarik ke Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bali. Saat dicopot dari jabatannya, Bowo Nariwono bahkan baru sebulan menjadi Kalapas Kerobokan, sejak resmi menggantikan Siswanto awal Januari 2012.

Kini, 3 tahun setelah drama pencopotan Bowo, giliran Sunarto Bondan yang diberangus dari jabatan Kalapas Kerobokan akibat bentrok maut, 17 Desember 2015. Sunarto dicopot ketika baru 2 bulan menjabat sebagai Kalapas Kerobokan.

Saat dihubungi per telepon, Senin kemarin, Sunarto membenarkan pencopotan dirinya sebagai Kalapas Kerobokan. Sunarto pun mengaku siap hadapi proses investigasi di Kanwil Kemenkum HAM Provinsi Bali. “Ya, saya memang diganti. Bagi saya, sebagai bawahan wajib mengamankan kebijakan atasan. Ini sudah risiko tugas,” tegas Sunarto. Secara terpisah, Menkum HAM Yasonna Laoly menyatakan mapu dan marah atas tragedi yang terjadi di LP Kerobokan. Apalagi, saat penggeledahan pasca bnentrok maut, ditemukan ratusan senjata tajam, senjata benda tumpul, 7 pucuk senjata api, hingga narkoba, dan jenglot. Ini dianggap memalukan. Sang menteri pun copot Kalapas Kerobokan, Sunarto Bondan.

"Saya sudah perintahkan Kalapasnya, KPLP-nya, dan siapa-siapa lagi yang ikut bertanggung jawab, harus diganti," tegas Yasonna Laoly dilansir detikcom seusai melantik pegawai baru di Kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Senin kemarin.

Yasonna menyebutkan, temuan berbagai barang di LP Kerobokan menandakan Kalapas dan para petugasnya, terutama KPLP, tidak bekerja dengan baik. Bahkan, diduga ada pembiaran yang dilakukan pihak LP Kerobokan.

"Itu bagaimana bisa di situ barang-barang yang seharusnya tidak ada? Memang kalau senjata tajam terkadang mereka kerja di dalam. Tapi, ada senapan, ada samurai, kan tidak benar ini. Berarti tidak ada kerja, tidak ada penggeledahan bahkan, tidak ada razia-razia yang dilakukan," sesal Yasonna. "Sekarang ambil tindakan awal dulu. Tindakan awalnya, Kalapas Kerobokan dan KPLP-nya dicopot. Nanti kita lihat.”

Yasonna juga sangat menyesalkan, bagaimana senjata tajam, senjata api, hingga jenglot sampai masuk ke LP Kerobokan. Menurut menteri, temuan-temuan pasca bentrok maut ini angat memalukan. "Sangat memalukan. Kalau barang-barang kecil atau apa, nggak apa-apa. Ini senapan lho, bagaimana? Persoalan besar ini," ujar kader PDIP ini.

Sementara itu, jajaran Polda Bali berencana memeriksa Kalapas Kerobokan, Sunarto Bondan, terkait bentrokan maut yang disertai temuan ratusan senjata tajam dan senjata api. "Kepala LP Keronokan akan kami mintai keterangannya," janji Kapolda Bali, Irjen Sugeng Priyanto, dalam keterangan persnya di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman Denpasar, Senin kemarin.

Selain Kalapas Sunarto, lanjut Sugeng, pihaknya juga memintai keterangan para petugas LP Kerobokan terkait temuan barang-barang di sana. "Kami juga akan memintai keterangan para petugas Lapas untuk mengetahui mengapa barang-barang ini bisa masuk?" tandas mantan Kadiv Hubinter Mabes Polri yang baru 3 bulan menjabat Kapolda Bali ini.

“Semuanya akan kita periksa, termasuk memeriksa CCTV yang ada di Lapas Kerobokan, untuk mengungkap bagaimana barang-barang ini masuk. Pemeriksaan akan dilakukan secepatnya," lanjut Sugeng, yang dalam jumpa pers disertai pemajangan barang bukti beragam jenis senjata temuan dari LP Kerobokan, Senin kemarin, didampingi Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf I Nyoman Cantiasa.









sumber : NusaBali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

TNI Turun Tangan Memperketat Pos Jaga Gunung Agung

Gunung Agung AMLAPURA - Banyaknya warga yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) memilih balik ke rumah daripada tinggal di pengungs...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen