Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Ini Nilai Penanaman Modalnya, Nusa Penida Diserbu Investor

Ini Nilai Penanaman Modalnya, Nusa Penida Diserbu Investor

Written By Dre@ming Post on Rabu, 11 November 2015 | 2:21:00 AM

Pantai Atuh di Nusa Penida, Klungkung, Bali
SEMARAPURA - Iklim pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Klungkung, Bali hingga bulan November 2015 nampak timpang.

Berdasarkan data yang didapat dari Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klungkung, Nusa Penida menjadi daerah yang paling diserbu investor selama tahun 2015 ini.

Setidaknya realisasi nilai penanaman modal dalam negeri di Nusa Penida mencapai Rp 601.684.331.823; dari total keseluruhan realisasi nilai investasi di Kabupaten Klungkung yang mencapai Rp 715.416.789.695;.

Nilai tersebut menunjukan Nusa Penida dari sisi penanaman modal dalam negeri jauh di atas tiga kecamatan lainnya di Klungkung.

Kecamatan Banjarangkan misalnya dalam 11 bulan terakhir baru menunjukan pertumbuhan nilai investasi sebesar Rp 52.640.249.575;.

Sementara itu, Kecamatan Klungkung menunjukan nilai investasi sebesar Rp 38.589.708.347; dan yang paling rendah adalah nilai investasi di Kecamatan Dawan sebesar Rp 22.503.500.000;.

"Sebenarnya potensi di daerah Klungkung daratan tidak kalah dengan potensi yang ada di Nusa Penida. Namun, ada beberapa kendala seperti aturan RTRW yang membuat investor itu masih kesulitan berinvestasi di Klungkung. Misalnya daerah sepanjang Lepang hingga Klotok yang terhalang aturan tata ruang. Padahal, daerah tersebut dilirik banyak Investor besar," terang Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Klunkung, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, pada Selasa (10/11/2015).

Tidak hanya penanaman modal dalam negeri, ternyata Nusa Penida juga paling banyak dilirik oleh Investor Asing.

Nilai penanaman modal asing di Nusa Penida sepanjang tahun 2015 tercatat sebesar Rp 601.683.331.823; dari total keseluruhan nilai penanaman modal asing di Kabupaten Klungkung sebesar Rp 715.416.789.695.

Nilai ini jauh di atas nilai penanaman modal asing di tiga kecamatan lainnya yaitu Banjarangkan yang nilai penanaman modal asingnya bernilai Rp 51.640.249.575; , Kecamatan Klungkung sebesar Rp 38.589.708.247 dan yang terendah adalah Dawan dengan nilai penanaman modal sebesar Rp 22.503.500.000;.

Kondisi tersebut tentu menggambarkan adanya ketimpangan antara Nusa Penida dan tiga kecamatan lainya di Klungkung.

Meskipun di luar Nusa Penida masih banyak potensi lainnya yang dapat ditawarkan kepada investor.

Namun, hingga saat ini, sebagian besar investasi di Klungkung masih didominasi oleh investasi tersier yang mencakup perdagangan, jasa, dan akomodasi atau terkait dengan investasi di bidang pariwisata.

"Meskipun demikian, kita tidak begitu saja mengeluarkan izin prinsip kepada investor untuk melakukan investasi di Klungkung. Secara berkala investor terebut kami patau melalui laporan kegiatan penanaman modal yang wajib disusun investor," terang Ida Bagus Jumpung.

Pihaknya pun tidak menampik, jika saat ini masih perlu banyaknya promosi terhadap potensi investasi di Klungkung kepada Investor.

Hal itu tentunya dapat dicapai dengan aktif mengikuti ajang-ajang promosi investasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Meskipun dianggarkan sangat kecil, kami selalu sempatkam untuk ikut ajang promosi potensi daerah. Karena, di setiap ajang promosi yang kami ikuti seperti saat AKASI dan GPID menunjukan investor sangat antusias untuk berinvestasi di Klungkung terutama Nusa Penida," tambah Ida Bagus Jumpung.





sumber : tribun
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Guru Piduka Dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih Mohon GA Tak Meletus

Ritual guru piduka di Pura Penataran Agung Besakih, Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/11) Di...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen