Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , , » Pemburu Ditemukan Tewas di Jurang, Hilang Sehari

Pemburu Ditemukan Tewas di Jurang, Hilang Sehari

Written By Dre@ming Post on Selasa, 13 Oktober 2015 | 8:57:00 AM

Sehari setelah sempat dilaporkan menghilang saat berburu, seorang warga Kelurahan Kubu, Bangli, I Ketut Eka Aryawan, 39, ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang sedalam 50 meter, Minggu (11/10) pagi.
BANGLI - Korban Ketut Eka Aryawan ditemukan tewas di dasar jurang sekitar tempatnya berburu di Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli dalam kondisi luka parah di bagian kepala. Dugaan sementara, korban tewas akibat terpeleset jatuh ke jurang.

Sebelum ditemukan sudah jadi mayat dalam kondisi terluka, korban Ketut Eka Karyawan sempat dilaporkan menghilang saat berburu, Sabtu (10/10) sore pukul 17.00 Wita. Hilangnya korban dilaporkan oleh tiga rekannya yang diajak berburu di kawasam Banjar Temaga, Desa Tiga.

Informasi di lapangan, korban Ketut Eka Aryawan awalnya pergi berburu ke hutan kawasan Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, sejak Sabtu pagi pukul 08.00 Wita. Korban pergi berburu bersama tiga rekannya, masing-masing I Ketut Kari, 41, Dewa Kartika, 30, dan I Putu Basir, 18. Lokasi berburu berjarak belasan kilometer arah darat dari rumah korban di Kelurahan Kubu.

Ketika tiba di lokasi berburu, korban Eka Karyawan pilih memisahkan diri dari ketiga rekannya. Setelah memisahkan diri di pinggir Jalan Raya Bangli-Kayuambua, korban Eka Karyawan berjalan ke arah barat menuju kawasan jurang Banjar Temaga, Desa Tiga. Sedangkan ketiga rekannya justru berburu ke arah timur dari Jalan Raya Bangli-Kayuambua.

Sebelum berpisah, empat pemburu ini sempat bikin kesepakatan untuk berkumpul lagi siangnya di sebuah warung yang tak jauh dari lokasi berpencar, sekitar 100 meter. Namun, sampai batas waktu yang telah ditentukan, korban Eka Karyawan tidak kunjung kembali.

Maka, ketiga rekannya: Ketut Kari, Dewa Kartika, dan Putu Basir pun berinisiatif mencari korban Eka Karyawan. Apesnya, hingga sore pukul 17.00 Wita, korban Eka Karyawan belum juga ditemukan. Ketiga rekannya pun melaporkan hilangnya korban ke pihak keluarganya di Kelurahan Kubu dan polisi.

Begitu dapat laporan, pihak keluarga bersama warga lainnya dan petugas kepolisian langsung terjun melakukan upaya pencarian. Namun, upaya pencarian yang melibatkan ratusan warga Kelurahan Kubu dan Desa Tiga, dari sore hingga malam tidak membuahkan hasil.

Bahkan, pihak keluarga malam itu melakukan upaya pencarian secara niskala dengan menggunakan tabuh baleganjur. Sesuai kepercayaan, warga yang hilang akibat disembunyikan memedi (roh laur) bisa ditemukan setelah dicari menggunakan tabuh gog. Tapi, upaya niskala ini pun tidak membuahkan hasil. “Karenanya, pencarian dihentikan saat tengah malam pukul 24.00 Wita. Apalagi, medannya cukup terjal,” ungkap teman dekat korban Eka Karyawan, I Wayan Suardana, Minggu kemarin. Kemudian, upaya pencarian korban Eka Karyawan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu pagi mulai pukul 06.00 Wita. Pencarian kemarin pagi melibatkan juga pihak kepolisian, Babinsa, petugas Badan Penanggulangan bencana daerah (BPBD) Bangli, dan ratusan warga.

Setelah dilakukan pencarian selama 1 jam, korban Eka Karyawan akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa di dasar jurang sedalam 50 meter kawasan Banjar Temaga, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Minggu pagi pukul 07.00 Wita. Korban ditemukan dalam posisi telungkup di dasar jurang, dengan kondisi luka parah di bagian kepala dan luka lebam sekujur tubuhnya.

Sedangkan senapan angin milik korban ditemukan nyangkut di bibir jurang. Sebaliknya, sandal dan seekor bangkai ayam hutan (Kiuh) hasil bidikan korban ditemukan sekitar 3 meter dari posisi jasad telungkup. Selanjutnya, jazad korban Eka Karyawan, langsung dievakuasi. Proses evakuasi berlangsung alot, karena medan yang curam dan berbahaya. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Bangli untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Susut, AKP I Gusti Ngurah Yudhistira, menyatakan dari hasil identifikasi dan proses olah TKP, korban Ketut Eka Karyawan diduga kuat tewas mengenaskan setelah terpeleset jatuh ke jurang sedalam 50 meter saat berburu. “Mengenai luka di kepala dan kuka lebam bagian tubuh lainnya, itu kemungkinan akibat benturan benda keras saat korban jatuh,” jelas Kapolsek IGN Yudhistira saat ditemui di sela-sela proses evakuasi korban, Minggu kemarin.

Disebutkannya, sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, antara lain, berupa bangkai ayam hutan betina yang diduga hasil buruan korban, senapan angin milik korban, serta sandal milik korban. “Tapi, untuk kepastian penyebab korban meninggal, jenazahnya kita periksa lebih lanjut di RSUD Bangli,” lanjut Kapolsek IGN Yudhistira yang kemarin didampingi KBO Reskrim Polres Bangli, Iptu I Ketut Purnawan. Korban Ketut Eka Karyawan sendiri merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara keluarga pasangan I Ketut Kandi dan Ni Wayan Srupen. Korban Eka Karyawan dikenal sebagai bujangan lapuk, karena belum kunjung menikah hingga usia 39 tahun. Kesehariannya, bekerja sebagai pembuat bubu celeng.

Jasad korban Eka Karyawan rencananya akan dipulangkan dari RSUD Bangli ke rumah duka di Desa Pakraman Kubu, Minggu malam pukul 20.00 Wita. Berselang 4 jam kemudian, jenazah korban langsung dikubutkan keluarganya di setra pas tengah malam pukul 24.00 Wita.

Sementara itu, paman korban yakni I Nengah Candra mengatakan, sebelum kepo-nakannya ditemukan tewas di dasar jurang pihak keluarga sempat nonas baos (minta petunjuk niskala) kepada Jro Balian di kawasan Desa Susut, Kecamatan Susut, Sabtu malam. Dari ritiual itu, Jro Balian memberikan petunjuk kalau korban Eka Karyawan tengah berjalan-jalan dengan dua wong samar (makhluk halus) berujud wanita cantik. “Berdasar petunjuk niskala, keponakan saya (korban Eka Karyawan) diajak dua perempuan cantik mengendarai Lembu putih. Konon, keponakan saya dalam posisi diapit kedua perempuan cantik itu,” kenang Nengah Candra.

Atas dasar petunjuk Jro Balian itulah, pihak keluarga diminta membuat upacara Pene-busan yang teridiri dari Banten Tebabasan Telung Urip. “Kami pihak keluarga langsung bikin banten tersebut, Minggu dinihari sekitar pukul 02.00 Wita. Kemudian, pukul 04.00 Wita, banten itu dihaturkan di salah satu pura dekat lokasi musibah,” jelas Nengah Candra.












sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen