Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Saat Tanding, Pejudo Tewas

Saat Tanding, Pejudo Tewas

Written By Dre@ming Post on Rabu, 09 September 2015 | 7:57:00 AM

Namun naas, saat pertandingan pertama melawan pejudo Buleleng Gede Sandi Juniarta, korban Agus Widiantara sempat dibanting hingga jatuh. Kala itu, pertandingan baru berjalan 21 detik. Nah, usai dibanting dan jatuh itulah, korban yang merupakan anak semata wayang pasangan mantan atlet lintasan atletik I Nyoman Sekar dan Deden Ratna Ningsih ini langsung kejang-kejang, seperti kena serangan jantung. Pertandingan pun dihentikan wasit Nyoman Sudarmayasa. Korban Agus Widiantara yang dalam kondisi kritis kemudian dilarikan ke IRD RSUD Buleleng di Singaraja. Namun, nyawanya tidak tertolong. Setelah sempat dirawat selama 20 menit dengan diberikan terapi kejut jantung, pejudo andalan Bangli ini dinyatakan meninggal. Suasana histeris pun langsung terjadi dari rekan-rekan korban sesama atlet, pelatih, dan jajaran KONI Bangli yang mengantarkannya ke RSUD Buleleng. Bahkan, salah satu teman korban sempat jatuh pingsan setelah mendengar sang pejudo meninggal usai bertanding. “Sebetulnya, saat kami terima di sini (IRD RSUD Buleleng), korban sudah mengalami henti napas. Tapi, sempat dilakukan kejut jantung. Hasilnya, tetap saja nihil, karena mengalami resusitasi jantung paru,” ungkap Dirut RSUD Buleleng, dr Gede Wiartana. Gbr Ist
SINGARAJA - Peristiwa duka terjadi di tengah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XII 2015 di GOR Undiksha Singaraja, Buleleng, Selasa (8/9) siang. Pasalnya, pejudo andalan Bangli, I Wayan Agus Widiantara, 27, meninggal usai dibanting lawannya di matras pertandingan.

Musibah maut yang menimpa Wayan Agus Widiantara terjadi Selasa siang pukul 13.25 Wita, saat pejudo spesialis Kelas 75 Kg ini menghadapi andalan tuan rumah Buleleng, I Gede Sandi Juniarta. Ketika itu, kedua pejudo bertarung untuk Kelas 90-100 Kg. Jika menang, almarhum Agus Widiantara yang tergabung di Pool A akan menghadapi pemenang Pool B yang dihuni pejudo Ida Bagus Made Nugraha (Klungkung), I Wayan Endra Suarbawa (Badung), dan I Gede Ganding Kalbu Soethama (Denpasar).

Namun naas, saat pertandingan pertama melawan pejudo Buleleng Gede Sandi Juniarta, korban Agus Widiantara sempat dibanting hingga jatuh. Kala itu, pertandingan baru berjalan 21 detik. Nah, usai dibanting dan jatuh itulah, korban yang merupakan anak semata wayang pasangan mantan atlet lintasan atletik I Nyoman Sekar dan Deden Ratna Ningsih ini langsung kejang-kejang, seperti kena serangan jantung. Pertandingan pun dihentikan wasit Nyoman Sudarmayasa. Korban Agus Widiantara yang dalam kondisi kritis kemudian dilarikan ke IRD RSUD Buleleng di Singaraja. Namun, nyawanya tidak tertolong. Setelah sempat dirawat selama 20 menit dengan diberikan terapi kejut jantung, pejudo andalan Bangli ini dinyatakan meninggal. Suasana histeris pun langsung terjadi dari rekan-rekan korban sesama atlet, pelatih, dan jajaran KONI Bangli yang mengantarkannya ke RSUD Buleleng. Bahkan, salah satu teman korban sempat jatuh pingsan setelah mendengar sang pejudo meninggal usai bertanding. “Sebetulnya, saat kami terima di sini (IRD RSUD Buleleng), korban sudah mengalami henti napas. Tapi, sempat dilakukan kejut jantung. Hasilnya, tetap saja nihil, karena mengalami resusitasi jantung paru,” ungkap Dirut RSUD Buleleng, dr Gede Wiartana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, lanjut dr Wiartana, korban Agus Widiantara diduga mengalami jepitan di bagian Cervikal 4 saat dipegang lawan tandingnya sebelum bantingan dilakukan. Cervikal 4 ini terletak di bagian leher, yang sangat kental hubungannya dengan sistem pernapasan, “Tapi, itu baru dugaan sementara. Untuk membuktikannya, harus melalui proses otopsi jenazah. Sedangkan pihak keluarga korban tidak mengizinkan untuk dilakukan otopsi jenazah,” jelas dr Wiartana.

Jenazah pejudo Wayan Agus Widiantara sudah dibawa pulang dari Singaraja ke rumah duka di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Kota Bangli, Selasa sore pukul 17.40 Wita, menggunakan mobil ambulans RSUD Buleleng. Jenazah almarhum baru tiba di rumah duka di Kota Bangli, tadi malam pukul 20.30 Wita. Ketua KONI Bangli, I Wayan Wira, mengakui peristiwa maut yang merenggut nyawa pejudo andalannya di arena Porprov tersebut murni kecelakaan. Dia menyaksikan langsung musibah tersebut, karena berada di lokasi pertandingan judo, Selasa siang. Menurut Wayan Wira, bantingan yang dilakukan pejudo Buleleng dalam kondisi wajar dan biasa.

“Tadi saya saksikan langsung pertandingan itu. Memang almarhum sempat dibanting dan bergerumul di bawah, sempat juga direlai wasit. Tapi, setelah bergumul, pejudo kami itu tampak mengalami masalah pernapasan, sehingga dirujuk ke rumah sakit,” tutur Wayan Wira saat ditemui di RSUD Buleleng, kemarin sore. Menurut Wayan Wira, pejudi Agus Widiantara yang keseharian bekerja sebagai security di RSJ Bangli ,tidak memiliki riwayat penyakit. Sebelum bertanding pun, kondisinya baik. Sebelum diterjunkan berlaga ke Singaraja, korban bersama atlet Bangli lainnya menjalani pemusatan latihan selama 3 bulan. Sedangkan Wakil Pengprov PJSI Bali, Nengah Sudiarta, juga mengakui musibah maut yang merenggut nyawa pejudo Agus Widiantara adalah kecelakaan. Menurut Sudiarta, dari sisi aturan, ini sama seperti olahraga beladiri lainnya. "Karena musibah ini, pertandingan cabang judo kami hentikan sejenak dan baru akan dilanjutkan besok (hari ini),” jelas Sudiarta. Sementara, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana sempat menjenguk ke RSUD Buleleng untuk menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pejudi Agus Widiantara, Selasa soree. “Dari investigasi awal, memang dinyatakan ini murni kecelakaan. Kami sebagai tuan rumah menyampaikan duka sedalam-dalamnya, semoga kejadian ini juga tidak mempengaruhi atlet lain dalam pelaksanaan Porprov 2015,” harap Bupati Agus Suradnyana.

Sementara itu, jenazah pejudo Wayan Agus Widiantara telah tiba diu rumah duka di Banjar Kawan, kelurahan Kawan, Kota Bangli, tadi malam pukul 20.30 Wita. Ayah almarhum, I Nyoman Sekar, yang juga mantan atlet atletik kenamaan Bali, berupaya tabah. Tadi malam, Nyoman Sekar didampingi Penjabat Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra di rumah duka. Menurut Nyoman Sekar, pihaknya semula menerima kabar anaknya pingsan saat bertanding. Sejak dapat kabar itu, hatinya mulai tidak enak. Beberapa jam kemudian, dia malah menerima telpo di mana yang menelpon justru menangis. "Anak dikabarkan sudah meninggal. Ini mengejutkan, padahal anak saya tidak mempunyai riwayat penyakit apa pun. Sekarang saya hanya bisa pasrah," tutur Nyoman Sekar.

Terungkap, korban Agus Widiantara merupakan pejudo berprestasi langganan peraih medali emas Porprov Bali. Almarhum sudah sempat meraih medali emas cabang judo buat kontingan Bangli dalam Porprov 2007 di Bangli, Porprov 2009 di Badung, Porprov 2011 di Jembrana, dan terakhir raih medali perak Porprov 2013 di Denpasar.









sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Terjadi Letusan Gunung Agung 21 November 2017 pukul 17:05 WITA

Gunung Agung Terjadi letusan Gunung Agung pada pukul 17:05 WITA. Letusan diawali oleh Gempa Tremor Low-Frequency. Asap teramati berteka...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen