Menyingkap Berita Tanpa Ditutup Tutupi
Home » , , » Cabup ‘Boneka’? Sarjana Dituding Bayaran Rp 4,5 M

Cabup ‘Boneka’? Sarjana Dituding Bayaran Rp 4,5 M

Written By Dre@ming Post on Selasa, 04 Agustus 2015 | 7:47:00 AM

Wayan Sarjana menjadi salah satu figur Calon Bupati (Cabup) yang paling sibuk menepis berbagai isu miring terkait pencalonannya ke Pilkada 2015. Salah satu isu yang harus diluruskannya adalah tudingan dirinya sebagai Cabup ‘boneka’ dan dibayar pihak lawan Rp 4,5 miliar agar mau mendaftar ke KPU untuk tarung Pilkada Tabanan 2015
TABANAN - Wayan Sarjana menjadi salah satu figur Calon Bupati (Cabup) yang paling sibuk menepis berbagai isu miring terkait pencalonannya ke Pilkada 2015. Salah satu isu yang harus diluruskannya adalah tudingan dirinya sebagai Cabup ‘boneka’ dan dibayar pihak lawan Rp 4,5 miliar agar mau mendaftar ke KPU untuk tarung Pilkada Tabanan 2015.

Tudingan yang santer beredar, Wayan Sarjana adalah Cabup boneka yang diatur politisi senior PDIP, Nyoman Adi Wiryatama, yang notabene ayah dari kandidat incumbent Ni Putu Eka Wiryastuti. Sarjana yang notabene mantan Bendahara DPC PDIP 2010-2015---ketika Adi Wiryatama menjabat Sekretaris DPD PDIP Bali---diisukan sengara disusupkan induk partainya maju sebagai Cabup dari Koalisi Rakyat Tabanan (Gerindra-Demokrat-NasDem-Hanura). Dengan majunya Sarjana, mana kandidat incumbent yang diusung PDIP, yakni Putu Eka Wiryastuti-I Komang Gede Sanjaya, dapat lawan di Pilkada Tabanan 2015. Gara-gara tudingan Cabup ‘boneka’ ini, Sarjana mengaku selalu sibuk menjawab pertanyaan masyarakat setiapkali dirinya turun ke lapangan. Sebab, masyarakat kerap melontarkan pertanyaan tentang keseriusan politisi PDIP asal Banjar Pacung, Desa/Kecamatan Baturiti ini bertempur ke Pilkada Tabanan 2015. Bahkan, lanjut Sarjana, masyarakat kerap menanyakan apakah benar dirinya dibayar Rp 4,5 miliar untuk mendaftar ke KPU, demi memuluskan Pilkada Tabanan 2015. Soalnya, jika hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar, maka Pilkada Tabanan harus ditunda hingga tahun 2017 mendatang.

“Saya selalu meluruskan pertanyaan masyarakat di lapangan. Saya tegaskan, saya ini bukan Cabup bonekanya Adi Wiryatama. Saya ajak masyarakat berpikir secara logika, masa ada musuh mau modali lawan tandingnya’?” ungkap Sarjana di Tabanan, Senin (3/8). Menurut Sarjana, kampanye hitam sengaja dilancarkan lawan politik untuk menjatuhkan dirinya. Sarjana pun tuding kubu lawan ketar-ketir melawan dirinya, hingga menciptakan isu-isu pembunuhan karakter. Sebagai kandidat, Sarjana tidak akan mundur. Dalam Pilkada Tabanan, 9 Desember 2015 mendatang, Sarjana maju berpaket dengan politisi Demokrat, IB Komang Astawa Merta, di posisi Calon Wakil Bupati (Cawabup). Astawa Merta saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD Demokrat Bali. Pasangan Sarjana-Astawa Merta (Jana Amerta) berhasil maju ke Pilkada 2015 sebagai Cabup-Cawabup yang diusung Koalisi Rakyat Tabanan (KRT), setelah menyingkirkan duet I Ketut Arya Budi Giri-Ni Nengah Sri Labantari dalam perebutan tiket rekomendasi. Nantinya, Paket Jana Amerta akan tarung head to head melawan Eka-Jaya (Eka Wiryastuti-IKG Sanjaya), Cabup-Cawabup Tabanan yang diusung PDIP dengan didukung Golkar di Pilkada Tabanan 2015. Dari segi modal politik awal, Paket Eka-Jaya unggul jauh atas Jana Amerta. Paket Eka-Jaya maju ke Pilkada Tabanan 2015 dengan modal politik awal berkekuatan 70 persen suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 22 kursi DPRD Tabanan (55 pesren suara parlemen) milik PDIP dan 6 kursi DPRD Tabanan (15 persen suara parlemen) milik Golkar. Sebaliknya, Paket Jana Amerta maju ke Pilkada Tabanan 2015 dengan modal politik awal hanya berkekuatan 30 persen suara parlemen hasil Pileg 2014. Rinciannya, 4 kursi DPRD Tabanan (10 pesren suara parlemen) milik Gerindra, 4 kursi DPRD Tabanan (10 pesren suara parlemen) milik Demokrat, 2 kursi DPRD Tabanan (5 persen suara parlemen) milik NasDem, dan 2 kursi DPRD Tabanan (5 pesren suara parlemen) milik Hanura. Kendati dihimpit dua partai terbesar yakni PDIP dan Golkar, menurut Sarjana, pihaknya optimis Paket Jana Amerta bakal menang di Pilkada Tabanan 2015. “Boleh saja PDIP dan Golkar mengklaim bahwa di atas kertas mereka punya modal awal suara dari hasil Pileg sebesar 70 persen. Tapi, kami juga punya hitung-hitungan data untuk bisa menang,” tandas Sarjana yang mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan tiga periode (1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014).

Bahkan, Sarjana justru merasa yakin bisa memenangkan Pilkada Tabanan nanti dengan raihan 70 persen suara. Kalkulasinya, gabungan Gerindra-Demokrat-Hanura-NasDem berkekuatan 30 persen, ditambah masyarakat yang kecewa terhadap kinerja incumbent (Eka-Jaya) sebesar 25 persen, serta kader PDIP yang kecewa karena ‘dibonsai’ saat Pileg 2014 lalu mencapai 15 persen. Sementara itu, mantan Ketua DPC PDIP Tabanan 2005-2010 yang kini kader Gerindra, I Made Sudana, menilai ada ketimpangan di Pilkada Tabanan 2015 mendatang. Sudana bahkan menyebut perbandingan raihan suara antara Eka-Jaya vs Jana Amerta di satu daerah nanti mencapai 10:1. Artinya, incumbent Eka-Jaya diprediksi bisa menang dengan kisaran 90 persen suara. “Kalau pengamatan saya, sampai sejauh ini persaingan merebut suara untuk Pilkada Tabanan 2015 masih sangat timpang,” beber Sudana yang juga mantan Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali hasil Pileg 2009, namun kemudian diberangus partainya kareena dianggap membelot di Pilkada Tabanan 2010, Senin kemarin. Menurut Sudana, di Tabanan seolah tidak ada Pilkada. Sebab, semua adem ayem, tanpa greget. Masyarakat di bawah pun menilai tak ada gairah Pilkada. Versi Sudana, absennya Ketut Arya Budi Giri alias ABG, politisi Golkar yang sebelumnya bersaing dengan Sarjana dalam berebut rekomendasi tiket Cabup Tabanan di internal parpol koalisi, menjadi salah satu faktor loyonya Pilkada.

“Masyarakat sebenarnya berharap ada calon baru yang bakal memimpin di Tabanan. Namun kenyataan, calon baru yang didambakan terpelanting karena kendaraan poliyik yang ditungganginya oleng dalam perebutan rekomendasi,” jelas politisi nyentrik asal Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan ini.









sumber : nusabali
Share this article :

Menuju Bali I 2018

Visitors Today

Recent Post

Popular Posts

Hot Post

Gunung Agung Status Awas, Area Steril 12 Km, Pengungsi Diperkirakan 100 Ribu Orang

Bupati Mas Sumantri saat kunjungi warganya yang mengungsi di Buleleng (kiri). Walikota IB Rai Mantra saat mengunjungi pengungsi di kawasan...

 
Support : Dre@ming Post | Dre@aming Group | I Wayan Arjawa, ST
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Bali - All Rights Reserved
Template Design by Dre@ming Post Published by Hot News Seventeen